Tak Berkategori  

Apresiasi Kerja Nakes, Bupati Harap Semua Pihak Jaga Prokes

Tenaga Kesehatan

SUMENEP,Dapurrakyatnews – Pandemi Covid-19 sampai saat ini masih menghantui Indonesia, akibat tren yang semakin naik bahkan seakan sulit untuk dikendalikan, sudah sangat banyak Tenaga Kesehatan (nakes_red) yang gugur dalam menjalankan tugas mereka.

Sebagai gambaran, total dokter yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 401 orang. Peningkatan yang cukup tinggi terjadi pada juni. Per Juni 2021, 27 dokter, 315 perawat, 43 dokter gigi dan 150 bidan yang meninggal setelah berjuang melawan Covid-19. (sabtu 10/7/2021)

Begitu juga yang dialami oleh Tenaga Kesehatan di Kabupaten Sumenep, beberapa nakes yang gugur, 5 orang Kepala Puskemas yang dirawat, puluhan nakes yang Isolasi Mandiri dan 14 nakes dari kecamatan Sapeken yang dievakuasi ke RSUD Moh Anwar.

Gawat, Kepulauan Sapeken Darurat Covid-19

Bupati Sumenep Ach Fauzi SH, MH menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Tenaga Kesehatan (nakes_red) yang telah dan masih terus bekerja keras siang dan malam dalam menangani masyarakat yang terpapar covid-19.

“Saya pribadi menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada semua pihak yang berjuang untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Sumenep. khususnya para nakes sebagai garda terdepan, Kita harus optimis dan meyakini bahwa kita bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19,” kata Bupati Sumenep.

Prihatin Ekonomi Warga, Bupati Minta ‘Jung Rojung’ Putus Penyebaran Covid-19

Sebagai bentuk penghargaan kita sebagai masyarakat Sumenep, marilah kita mengurangi aktivitas kegiatan diluar, berkerumun yang bisa menyebabkan klaster baru dan tetap pakai masker, karena mereka (nakes_red) bekerja siang dan malam hanya untuk merawat saudara kita yang terpapar Covid-19.

Tenaga Kesehatan
Tenaga Kesehatan disela sela giat Vaksinasi

“Tetap patuhi anjuran Pemerintah dalam penerapan PPKM Darurat, Mari kita yakini bahwa kita bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19,” tambah Bupati Sumenep

Ach Fauzi memahami bahwa pekerjaan digarda terdepan tersebut sangatlah tidak mudah. Tenaga kesehatan sangat berisiko tinggi terpapar virus covid-19 dari pasien yang mereka tangani.

“Sebagai garda terdepan, tenaga kesehatan wajib untuk melakukan swab seminggu sekali, sebagai bentuk untuk antisipasi kesehatan dirinya dan tentu saja antisipasi bagi keluarga mereka,” Pungkas Bupati yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan.

 

Tinggalkan Balasan