Dapurrakyatnews – 2 orang srikandi Sumenep kembali menjadi pusat perhatian. Mereka adalah dr. Erliyati, M.Kes., dan drg. Ellya Fardasah, M.Kes., dua figur perempuan enerjik yang saat ini memimpin dua institusi besar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Keduanya bukan hanya dikenal karena kepiawaiannya dalam memimpin, namun juga memiliki latar belakang pendidikan yang sama (kesehatan), yang menjadi fondasi kuat dalam menjalankan roda organisasi yang mereka nahkodai.
dr. Erliyati saat ini menjabat sebagai Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Di bawah kepemimpinannya, rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut mengalami berbagai pembenahan signifikan, mulai dari peningkatan layanan, kebersihan, hingga penguatan sumber daya manusia.
Tak heran jika sejumlah kalangan, menyebutnya sebagai motor penggerak reformasi pelayanan kesehatan, di rumah sakit kebanggaan masyarakat Sumenep.
Sementara itu, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep.
Jabatan ini tak bisa dianggap remeh. Ia mengomandoi ribuan tenaga kesehatan di berbagai penjuru wilayah, mulai dari puskesmas, posyandu, hingga program-program kesehatan strategis lintas sektor.
Namun kini, isu segar mulai berembus. dr. Erliyati dikabarkan tengah bersiap mundur dari jabatannya sebagai Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar. Kabar ini memantik spekulasi publik, terutama terkait siapa sosok yang akan menggantikannya.
Di sinilah narasi kompetisi sehat mencuat. Nama drg. Ellya Fardasah mencuat sebagai salah satu figur potensial yang dinilai layak menduduki kursi Direktur RSUD. Apalagi, ia pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur RSUD saat dr. Erliyati menunaikan ibadah haji. Pengalaman tersebut menjadikan Ellya tidak asing dengan dinamika internal rumah sakit tersebut.
Publik pun mulai berspekulasi: akankah keduanya bertukar posisi? Apakah dr. Erliyati akan menempati posisi Kepala Dinas Kesehatan setelah lengser dari RSUD?
Meski keduanya dikenal dekat dan memiliki hubungan profesional yang baik, tak bisa dipungkiri bahwa publik melihat ini sebagai bentuk persaingan sehat antara dua tokoh perempuan inspiratif Sumenep, dalam menunjukkan kontribusi terbaiknya untuk daerah.
Kini, bola panas ada di tangan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Siapa yang akan dipilih untuk menduduki dua posisi strategis tersebut apakah mereka tetap bertahan di jabatan masing-masing?
Publik masih menunggu, sambil menyaksikan bagaimana dua srikandi ini terus memberikan yang terbaik, untuk pelayanan kesehatan masyarakat Sumenep.




