Diduga Tersambar Petir dan Jatuh Kelaut, Nelayan Sapeken Hilang

Nelayan
Nelayan setempat mencari keberadaan korban Supriadi yang diduga tersambar petir dan jauh kelaut.

Sumenep, Dapurakyatnews – Seorang warga sapeken yang berprofesi sebagai nelayan, supriyadi alamat kmp. Kota, Desa Sapeken Kecamatan Sapeken diduga tersambar petir dan terjatuh kelaut. Kejadian tersebut disaat korban dalam perjalan pulang setelah selesai mancing. Nasib naas yang menimpa Supriadi diperkirakan terjadi sekitar pukul 12 siang. Minggu (14/11/2021).

Proses pencarian langsung dilakukan oleh petugas, bersama sama dengan warga setempat. Namun sampai berita ini release, pencarian masih belum membuahkan hasil.

Nelayan

Menurut keterangan Syarif anggota DPC J.P.K.P Kecamatan Sapeken, yang dihubungi Dapurakyatnews melalui sambungan telepon. Mengatakan bahwa Kejadian bermula saat supriyadi, dalam perjalanan pulang dari menangkap ikan.

“Kira kira tinggal 20 menit korban akan sampai kedaratan, Supriyadi terjatuh dengan posisi mesin perahu masih hidup dan itu terlihat oleh teman sesama pemancing,” kata Syarif

Ia menambahkan, Kejadian jatuhnya Supriadi kedalam laut tersebut disaksikan langsung oleh Apri sesama nelayan yang posisi perahunya tidak jauh dari perahu korban.

“Namun, Apri yang melihat kejadian tersebut tidak bisa berbuat banyak karena mesin sampannya mengalami kerusakan mesin sehingga dia tidak bisa langsung memberikan pertolongan,” ujarnya.

Kapolsek Sapeken Iptu Datun Subagio menyampaikan bahwa kejadian yang menimpa Supriadi yang jatuh kelaut diakibatkan korban terkena sambaran petir.

“Informasi yang kami dapat orang tersebut tersambar petir dan jatuh kelaut. Proses pencarian sudah kami lakukan dengan aparat yang ada, dengan dibantu oleh masyarakat setempat,” ujarnya.

Iptu Datun Subagio yang belum genap 3 bulan menjabat Kapolsek Sapeken, menambahkan bahwa untuk sementara proses pencarian dihentikan, karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Untuk sementara pencarian terhadap korban kami hentikan, karena kondisi cuaca yang ektrem,” Pungkasnya.

 

Respon (1)

Tinggalkan Balasan