Optimalkan Peran Tim Pendamping Keluarga Tingkat Desa, untuk Percepatan Penurunan Stunting

- Editorial Team

Kamis, 19 Januari 2023 - 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemberian makanan tambahan dan asupan gizi yang baik akan mempercepat resiko terjadi nya Stanting. Hal tersebut disampaikan Agus Mulyono Kadis Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Sumenep kepada awak media. Kamis (19/1/2023).

Pemberian makanan tambahan dan asupan gizi yang baik akan mempercepat resiko terjadi nya Stanting. Hal tersebut disampaikan Agus Mulyono Kadis Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Sumenep kepada awak media. Kamis (19/1/2023).

Dapurrakyatnews – Untuk meningkatkan efektifitas pelaksanaan kegiatan dan pelayanan kepada sasaran, yang diselenggarakan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), BKKBN membentuk Tim Pendamping Keluarga yang bergerak di level teknis di Desa dan Kelurahan.

Sedangkan untuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang ada di Kabupaten Sumenep berjumlah 866 tim, yang setiap tim terdiri atas Bidan atau Nakes, Tim penggerak PKK Desa dan KB.

“Dalam penyelenggaraan percepatan penurunan stunting membutuhkan pendekatan intervensi yang komprehensif, Intervensi ini mencakup aspek penyiapan kehidupan berkeluarga, pemenuhan asupan gizi, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan serta peningkatan akses air minum serta sanitasi,” kata Agus Mulyono Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB. Kamis (19/1/2023).

TPK jika dikelompokkan mempunyai 3 tugas yang salah satunya melaksanakan pendampingan kepada Calon Pengantin/Calon Pasangan Usia Subur, keluarga dan keluarga yang berisiko Stunting. Pertama, TPK melakukan screening identifikasi di setiap keluarga yang beresiko stunting,

Baca juga : Kemenkes RI Keluarkan Surat Edaran tentang Gangguan Ginjal Akut pada Anak, ini Kata Kadinkes Sumenep

“Resiko-resiko yang ada di masing-masing anggota keluarga, seperti ibu hamil, ibu menyusui, wanita masa subur atau pengantin dan balita,” tambahnya.

Contoh kalau ibu hamil, apakah kurang energi kronis, apakah hb nya rendah. kemudian setelah dilakukan screening di semua sasaran, apa resiko-resiko yang ada pada setiap sasaran. Kedua, melihat potensi potensi yang ada, karena salah satu pencegahan stunting kunci nya adalah protein atau zat pembangun. Maka dilihat potensi sekitar, apakah ada ternak ayam, Lele, sayur, beras dan jagung yang bisa dimanfaatkan.

Baca Juga:  DKPP Sumenep Gandeng PT Charoen Pokphand dan PT Bisi untuk Dukung Ketahanan Pangan

“Ketiga, memberikan prioritas terhadap hasil screening tersebut, contohnya ibu hamil hb nya dinaikkan, gizi nya harus ditingkatkan agar tidak terjadi kek maka diberikan makanan tambahan dari potensi sekitar tersebut,” terangnya.

Keempat, memberikan solusi melalui edukasi, pengetahuan tentang asupan makanan bergizi pada remaja dan ibu hamil. Karena gaya hidup dengan pola makan yang salah, masih menjadi faktor kendala.

Baca Juga:  Ratusan ASN Mendapatkan SLKS Satya Lancana Karya Satya dari Presiden RI

“Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selain disediakan oleh kami, ada juga PMT yang berasal dari dana desa yang paketnya disesuaikan dengan yang ada di kami,” imbuhnya.

Maka dengan 4 hal tadi, akan menjadi satu kesatuan dari rangkaian tugas TPK. Endingnya penyiapan kehidupan berkeluarga, pemenuhan asupan gizi, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan

“Semua itu menjadi bekal bagi ibu hamil dan keluarga dekat, untuk mencegah lahirnya stunting baru. Bagi yang sudah berisiko stunting, dilakukan pengejaran-pengejaran (Gizi) sehingga belum mencapai usia 2 tahun, anak resiko stunting sudah bisa diatasi dengan cara-cara tersebut,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh
Tren Positif Harga Tembakau di Sampang, Lihat Daftarnya

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:26 WIB

‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026

Berita Terbaru