Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan

- Penulis

Senin, 27 Juli 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews  – Jurnalis Lingkungan Hidup Sumatera Barat melakukan langkah penyelamatan ekosistem pesisir dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 melalui aksi penanaman pohon bakau (mangrove) di Kawasan Konservasi Penyu dan Manggrove Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Minggu (26/7/2026).

‎Hal tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan pada Peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun 2026.

‎Kegiatan ini ditandai dengan pelepasan tukik dan penanaman mangrove secara simbolis, sekaligus menjadi ajang mengampanyekan pentingnya pelestarian ekosistem pesisir di tengah meningkatnya ancaman kerusakan lingkungan.

‎Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan. Kegiatan tersebut menjadi ajakan nyata kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga mangrove dan penyu, yang merupakan dua ekosistem penyangga bagi kehidupan masyarakat pesisir.

‎Ketua Panitia Pelaksana, Soni, SH, MH, M.Ling, mengatakan bahwa kegiatan penanaman mangrove dan pelepasan tukik sengaja dilaksanakan bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

‎Menurutnya, Pesisir Selatan merupakan daerah yang kerap menghadapi bencana alam, mulai dari banjir, longsor, abrasi hingga cuaca ekstrem. Karena itu, menjaga ekosistem pesisir menjadi tanggung jawab bersama.

‎”Selama ini kita akui banyak bencana yang terjadi di Pesisir Selatan. Semoga setelah kita lakukan aksi penanaman mangrove dan pelepasan penyu ini, tidak ada lagi bencana alam yang terjadi,” kata Soni dalam sambutannya.

‎Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya aksi simbolis, tetapi merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam merawat alam agar tetap memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

‎Soni juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, relawan, komunitas lingkungan hingga insan pers yang selama ini aktif mengampanyekan pelestarian lingkungan.

‎Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Haridman, S.Pt, Ketua Laskar Turtle Camp (LTC) Amping Parak sekaligus Ketua Pokdarwis dan Pokmaswas LPPL Nagari Amping Parak, yang dinilai konsisten mengabdikan diri menjaga kawasan konservasi penyu dan mangrove.

‎”Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan ikut dalam kegiatan ini, khususnya kepada Bapak Haridman yang sudah sejauh ini melakukan aksi nyata penyelamatan lingkungan,” ujarnya.

‎Soni berharap kepedulian yang tumbuh dari Amping Parak dapat menginspirasi masyarakat secara luas untuk semakin mencintai lingkungan.

‎”Mudah-mudahan alam melihat kita, dan ternyata hingga kini masih ada yang peduli terhadap lingkungan,” tuturnya.

‎Penanaman mangrove dan pelepasan tukik yang dilakukan di penghujung acara menjadi simbol harapan agar Pesisir Selatan tetap lestari, populasi penyu terus terjaga, dan generasi mendatang masih dapat menikmati kekayaan alam yang diwariskan hari ini.

‎Sebab, menjaga mangrove sejatinya bukan hanya menyelamatkan pohon, tetapi juga menyelamatkan kehidupan.

‎Sementara itu, Ketua Laskar Turtle Camp (LTC) Amping Parak sekaligus Ketua Pokdarwis dan Pokmaswas LPPL Nagari Amping Parak, Haridman, S.Pt, menyampaikan, kegiatan ini bukan hanya tentang seremoni. Tetapi ada pesan serius tentang kondisi lingkungan di Pesisir yang kian mengkhawatirkan.

‎Haridman mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan telah berada pada titik yang harus menjadi perhatian semua pihak.

‎”Kondisi lingkungan kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Berdasarkan laporan PBB, sekitar satu juta spesies tumbuhan dan hewan di dunia terancam punah. Laut kita pun kini dipenuhi sampah plastik,” ujar Haridman dalam sambutannya.

‎Ia menuturkan, kawasan Konservasi Penyu dan Mangrove Amping Parak yang selama ini dikelola masyarakat telah memperoleh pengakuan internasional sebagai bagian dari desa tangguh bencana yang mendapat perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pengakuan tersebut, menurutnya, menjadi motivasi untuk terus menjaga ekosistem pesisir.

‎Ia menyebut, ancaman terhadap lingkungan bukan sekadar isu global, tetapi telah dirasakan langsung di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pesisir Selatan.

‎Menurutnya, kerusakan hutan akibat alih fungsi lahan, pencemaran sampah plastik, serta perubahan iklim telah mempercepat degradasi ekosistem. Dampaknya tidak hanya mengancam kelangsungan hidup satwa liar, tetapi juga mengganggu kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada laut.

‎Ia menjelaskan, sampah plastik yang mencemari laut merusak terumbu karang, membunuh berbagai biota laut karena tertelan atau terjerat, serta mengurangi kemampuan laut menyerap karbon sehingga memperparah pemanasan global.

‎Haridman menuturkan, mangrove memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

‎Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Kehutanan, kata dia, terdapat sekitar 500 hektare kawasan mangrove di Kabupaten Pesisir Selatan yang harus dipertahankan keberadaannya.

‎Menurutnya, hampir separuh jenis ikan memanfaatkan kawasan mangrove sebagai tempat berkembang biak, mencari makan hingga berlindung dari predato

‎”Mangrove adalah tempat lahir dan tumbuhnya kehidupan laut. Kalau mangrove hilang, maka kehidupan ikan juga akan terancam,” ucapnya.

‎Haridman mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para jurnalis lingkungan, untuk tidak hanya menanam mangrove pada kegiatan seremonial, tetapi juga memastikan pohon-pohon tersebut tumbuh dan terpelihara dengan baik.

‎Ia mengungkapkan, sejak 2016 pihaknya telah berhasil memproduksi sekitar 500 ribu bibit mangrove. Saat ini kawasan mangrove seluas sekitar 29 hektare di Amping Parak tetap terjaga dan menjadi salah satu kawasan konservasi yang mendapat perhatian internasional.

‎Selain mangrove, Amping Parak juga dikenal sebagai kawasan konservasi penyu. Haridman mengungkapkan, setiap bulan sedikitnya 20 ekor penyu ditemukan terdampar di sepanjang pantai Pesisir Selatan, baik dalam kondisi hidup maupun mati.

‎Sebagian besar penyu tersebut, kata dia, menjadi korban aktivitas manusia, seperti tersangkut alat tangkap, menelan sampah plastik, hingga terdampak cuaca ekstrem dan penyakit.

‎Namun demikian, sebagai bentuk kepedulian, pihaknya mendirikan klinik penyu, yang disebut sebagai satu-satunya fasilitas rehabilitasi penyu di Sumatera Barat.

‎”Klinik ini kami bangun untuk merawat penyu yang sakit atau terluka sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Selain itu, juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian penyu,” tambahnya.

‎Di kawasan konservasi tersebut, masyarakat bersama para relawan secara rutin menyelamatkan sekitar 120 sarang telur penyu setiap tahun, menetaskan telur-telur tersebut, kemudian melepas tukik ke laut sebagai bagian dari upaya pelestarian spesies yang dilindungi.

‎Melalui momentum Hari Mangrove Sedunia, Haridman berharap semakin banyak pihak yang terlibat aktif menjaga kawasan pesisir.

‎”Menanam mangrove bukan sekadar menanam pohon. Kita sedang menanam harapan bagi masa depan pesisir, kehidupan nelayan, keberlangsungan penyu, dan generasi yang akan datang,” pungkasnya.

‎Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Amping Parak dihadiri Bupati Pesisir Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah Zainal Arifin, Kapolres Pesisir Selatan AKBP Derry Indra, Dandim 0311/Pessel Letkol Inf Yudi Eka Pratama, Asisten Teritorial Kasdam XX/Tuangku Imam Bonjol Letnan Kol Inf Mahfuzh, Anggota DPD RI Cerint Iralloza Tasya, anggota DPRD, kepala OPD, Kapolsek Sutera Iptu Manatap Manik, Camat Sutera Iwal, S.Pt, Forkopimca, pemerintah nagari, tokoh masyarakat serta jurnalis yang tergabung dalam Perkumpulan Jurnalis Lingkungan Pesisir Selatan.

Facebook Comments Box

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

74 Kepala SD Negeri di Sumenep Terima SK Periode Kedua, Kadisdik Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan
2 Ruko di Kudo-kudo Inderapura Hangus Terbakar, Kerugian di Taksir Mencapai Ratusan Juta
Perkuat Pengawasan Internal, Bupati Sumenep Lantik Kepala Inspektorat Baru
Peringati Hari Koperasi Nasional, Bupati Fauzi Ajak Koperasi Tingkatkan Daya Saing
Pisah Sambut Kapolresta Sumenep Berlangsung Hangat, Bupati: Sinergi Harus Semakin Kuat
Layanan Ramah dan Profesional, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Kembali Raih Apresiasi
Bupati Sumenep Lantik 25 Pejabat Administrator, Dorong Birokrasi Lebih Profesional
Peringati Hari Koperasi, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Tetap Jadi Sokoguru Ekonomi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:13 WIB

Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan

Senin, 27 Juli 2026 - 11:34 WIB

74 Kepala SD Negeri di Sumenep Terima SK Periode Kedua, Kadisdik Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:08 WIB

2 Ruko di Kudo-kudo Inderapura Hangus Terbakar, Kerugian di Taksir Mencapai Ratusan Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:14 WIB

Perkuat Pengawasan Internal, Bupati Sumenep Lantik Kepala Inspektorat Baru

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:53 WIB

Peringati Hari Koperasi Nasional, Bupati Fauzi Ajak Koperasi Tingkatkan Daya Saing

Berita Terbaru