Wajibkan Siswa Menggunakan Baju Adat, Ajarkan Siswa untuk Mencintai Kearifan Lokal

- Redaksi

Selasa, 26 Oktober 2021 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Sumenep Didik Santoso, S.Pd, M.Pd

Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Sumenep Didik Santoso, S.Pd, M.Pd

Sumenep, DapurRakyatNews –Memperingati hari jadi kabupaten Sumenep yang ke 752, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Sumenep. Mewajibkan guru dan siswa menggunakan pakaian adat bangsawan. Kewajiban tersebut dalam upaya melestarikan nilai budaya lokal. Selasa (26/10/2021)

Penggunaan baju adat dalam proses belajar dan mengajar di MIN I Sumenep, diberlakukan sejak hari Kamis (28/10) sampai dengan hari Sabtu (30/10). Sejak hari Kamis, akan diberlakukan penilaian bagi siswa yang mempergunakan baju adat terbaik. Yang nantinya akan ada 3 siswa, yang akan mendapatkan door prize dari pihak sekolah. Selain kegiatan tersebut, juga akan digelar pemilihan, Duta Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Sumenep.

Baca Juga:  Milyaran Anggaran Dari Kementerian PUPR Mengucur Ke Kota Keris Untuk Siapa?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Sumenep Didik Santoso, S.Pd, M.Pd, Menjelaskan maksud dan tujuan dari mewajibkan guru dan siswa mempergunakan baju adat bangsawan lokal.

“Selain ikut memeriahkan hari jadi Sumenep yang ke 752, juga untuk menjaga kearifan budaya lokal,” Katanya

Baca Juga:  Bos Edy, Owner Eren Ojek Online Bagi - bagi Ratusan Takjil

Mengenalkan siswa tentang budaya daerah, termasuk di dalamnya tradisi dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi dan budaya tersebut berupa bahasa, kesusateraan, seni musik, lagu, tarian, mainan, rumah adat, permainan, olahraga, kuliner dan lain sebagainya.

“Seiring berkembangnya zaman dan pergantian generasi, ada kalanya tradisi yang telah dipertahankan dan dijaga dengan baik oleh para leluhur kita secara perlahan-lahan mulai luntur,” tambahnya

Baca Juga:  Asik Membuat Petasan untuk Dijual On Line, 4 Orang Warga Batang batang Diamankan

Karena pengaruh dari budaya modern, yang berkembang serta disukai mereka. Sedikit demi sedikit mulai melupakan, dan tidak meminati budaya asli tradisionalnya.

“Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka tidak mustahil warisan asli budaya tradisional akan punah dengan cepat,” pungkasnya.

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MPLS Ramah, SMPN 1 Nonggunong Sambut Murid Baru dengan Semangat Kebersamaan
Pasangan Suami Istri di Sampang Diamankan Polisi
Serang Pakai Sabit, Terduga Maling Nyaris Lukai Warga Sampang
‎DPO Kasus Narkoba di Kerinci Berhasil Diringkus Polisi
Polisi Ciduk 2 Pelaku Curanmor di Omben, Akui Beraksi di 23 TKP
Operasi Malam Satresnarkoba Sumenep: Dua Pengedar Sabu Ditangkap, 33 Poket Siap Edar Disita
Diduga Gelapkan 20 Ton Minyak CPO, Supir Truk Ditangkap Polisi
Cabuli Anak di Bawah Umur, Seorang Pria di Tangkap Polisi

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:32 WIB

MPLS Ramah, SMPN 1 Nonggunong Sambut Murid Baru dengan Semangat Kebersamaan

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:10 WIB

Pasangan Suami Istri di Sampang Diamankan Polisi

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:59 WIB

Serang Pakai Sabit, Terduga Maling Nyaris Lukai Warga Sampang

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:27 WIB

‎DPO Kasus Narkoba di Kerinci Berhasil Diringkus Polisi

Senin, 5 Januari 2026 - 21:16 WIB

Polisi Ciduk 2 Pelaku Curanmor di Omben, Akui Beraksi di 23 TKP

Berita Terbaru

Anggota Komisi III DPRD Sampang, Agus Husnul Yakin, Foto: istomewa

Pemerintahan

Pokir PJU Dalam Sorotan, Dewan Minta Dikaji Ulang

Selasa, 25 Agu 2026 - 18:21 WIB