Sumenep, DapurRakyatNews – Dalam rangka percepatan program vaksinasi di Kabupaten Sumenep, Pemerintah Kabupaten Sumenep, terus gencar melaksanakan program vaksinasi yang merupakan sebuah upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
Mohamad Iksan, S.Pd, MT, Plt kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Kabupaten Sumenep melakukan monitoring pelaksanaan vaksinasi yang bertempat di SMP Negeri I Sumenep. Senin (23 Agustus 2021).
Baca juga : Pemkab Sumenep akan melakukan Vaksinasi Serentak, Disediakan Doorprize dan Berbagai Macam Hadiah Menarik
“saya memantau pelaksanaan vaksinasi yang diselenggarakan di SMPN I Sumenep. Alhamdulillah, karena ini masih anak usia 12 tahun keatas, jadi saya minta agar sekolah meminta anak tersebut untuk ijin ke orang tua nya terlebih dahulu,” kata Iksan yang juga sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep.
Iksan menambahkan bahwa saat ini 430 orang anak didik diijinkan oleh orang tuanya, Otomatis nanti kita bagi beberapa hari dalam pelaksanaan vaksinasi di SMPN 1 Sumenep tersebut.

“Karena jadwal Vaksin berkaitan dengan petugas (Tenaga Kesehatan) jadi setelah selesai pelaksanaan vaksinasi di SMPN I Sumenep, tentunya nanti akan kita geser ke SMPN lain, termasuk SMPN 2, SMPN 3 dan lain lainnya,” ujarnya
Ini dalam rangka agar pelaksanaan Pertemuan tatap muka (PTM) terbatas ataupun nanti PTM Full, bisa dilaksanakan dengan baik dan tidak was was terhadap penyebaran covid 19. Dan tentunya, hasil koordinasi antara Kepala Sekolah Negeri dengan Kepala PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) setempat.
“Jadwal tersebut menyesuaikan, untuk sementara karena 430 anak didik SMPN I yang mengikuti vaksinasi, pelaksanaan di SMPN I akan berakhir pada hari kamis (26/8) dan selanjutnya akan bergeser ke Sekolah Menengah Pertama yang lain,” pungkasnya.
Baca juga : Monumen Tiga Matra TNI, Jadi Ikon Baru Untuk Foto Selfi
Dihimpun dari beberapa sumber, Jumeri, S.TP., M.Si. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD dan Dikdasmen) di Kemendikbudristek, memperbolehkan pembelajaran tatap muka diselenggarakan di sekolah-sekolah yang wilayahnya masuk dalam PPKM level 1 hingga 3.
Dasar pertimbangannya, karena transmisi penularan virus corona di daerah tersebut relatif rendah, begitu pula catatan kasus positif dan angka kematian.




