Sumenep Tetapkan KLB Campak, Pemerintah Lakukan Imunisasi Massal

- Editorial Team

Minggu, 7 September 2025 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri

Dapurrakyatnews – Wabah campak yang terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sejak awal Agustus tahun 2025, menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan masyarakat.

Penyakit ini sangat menular dan berisiko tinggi, terutama bagi anak-anak. Ratusan pasien dengan gejala campak (suspek) harus dirawat secara intensif.

Namun, upaya cepat dan terkoordinasi dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep membuahkan hasil positif. Hingga akhir Agustus 2025, sebagian besar pasien telah dinyatakan sembuh, menunjukkan bahwa penanganan yang dilakukan cukup efektif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menjelaskan bahwa meskipun jumlah kasus meningkat cukup tajam, tingkat kesembuhan yang tinggi menjadi indikator keberhasilan.

Baca Juga:  Festival Drumband Pelajar 2024 di Sumenep, Bangkitkan Kreativitas dan Disiplin Pelajar

“Sejak Januari hingga 28 Agustus 2025, kami mencatat ada 2.370 kasus suspek campak. Dari jumlah itu, 2.277 pasien sudah sembuh. Masih ada 73 pasien yang saat ini dalam perawatan, dan 20 pasien meninggal dunia,” ujarnya dengan nada prihatin.

“Kami tentu terus berupaya agar pasien yang masih dirawat bisa segera pulih. Kami juga menyampaikan belasungkawa atas pasien yang meninggal, ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pencegahan.” ungkapnya. 

Syamsuri juga memaparkan kondisi terkini pasien yang masih dirawat.
“Dari 73 pasien yang masih ditangani, 48 dirawat di rumah sakit karena kondisi mereka memerlukan perawatan lanjutan. Sementara 25 lainnya dirawat di puskesmas. Kami terus memantau mereka dengan ketat, termasuk memastikan kebutuhan obat dan layanan medis tetap terpenuhi,” jelasnya.

Baca Juga:  Dinilai Kurang Transparan dalam Pengelolaan Dana Desa, Masyarakat Pagerungan Kecil Kembali akan Datangi Balai Desa

Sebagai respons cepat, Pemerintah Kabupaten Sumenep menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada pertengahan Agustus 2025. Untuk menekan penyebaran, Dinkes P2KB meluncurkan program Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi darurat campak secara massal.

“Kami langsung gerak cepat. ORI kami lakukan serentak di 26 puskesmas dengan melibatkan seluruh tenaga kesehatan yang ada,” kata Syamsuri.

Program ORI dimulai pada 25 Agustus 2025 dan menargetkan 73.969 anak di seluruh wilayah Sumenep. Imunisasi dijadwalkan berlangsung selama dua minggu.

Baca Juga:  KPU Sukses Gelar Debat Publik Pertama Cabup dan Cawabup Pilkada Sampang 2024

Menurut Syamsuri, imunisasi massal merupakan langkah paling strategis dalam mengatasi wabah.

“ORI ini sangat penting karena bertujuan memutus rantai penularan campak. Kami mengajak semua orang tua agar tidak ragu membawa anak-anaknya ke puskesmas atau pos imunisasi. Layanan ini gratis, dan ini cara paling efektif melindungi anak-anak kita,” tegasnya.

“Kami juga memastikan semua fasilitas kesehatan siap—mulai dari ketersediaan vaksin, alat pelindung diri, hingga tenaga medis. Tujuan kami adalah memastikan pelaksanaan ORI berjalan lancar, aman, dan menjangkau seluruh anak yang menjadi sasaran,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru