KLB Belum Dicabut, Sumenep Perlu Dukungan Masyarakat Lawan Campak

- Redaksi

Jumat, 12 September 2025 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tenaga Kesehatan saat memberikan Imunisasi di salah satu sekolah TK/PAUD.

Tenaga Kesehatan saat memberikan Imunisasi di salah satu sekolah TK/PAUD.

Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, belum akan mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dalam waktu dekat.

Meski vaksinasi massal melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) telah digencarkan sejak 25 Agustus 2025, kasus baru campak masih terus bermunculan di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, drg. Ellya Fardasyah. M.Kes., menyampaikan bahwa pencabutan status KLB tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan waktu, tetapi harus dilihat dari tren kasus dan tingkat penularan yang terjadi di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Status KLB tidak bisa serta-merta dicabut. Harus ada bukti bahwa penularan sudah berhenti dan tidak ada lagi laporan kasus baru. Selama penyebaran masih terjadi, status KLB tetap berlaku,” kata drg Ellya kepada awak media, Jumat (12/9/2025).

Baca Juga:  Dianggap Terlalu Mahal, Ini Penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep

Menurutnya, hingga pertengahan September ini, cakupan vaksinasi campak rubella masih belum memenuhi target. Dari total sasaran 73.969 anak, baru sekitar 56.800 anak yang telah mendapat vaksin, atau setara 76,8 persen.

“Kalau kita lihat datanya, masih ada lebih dari 17 ribu anak yang belum tersentuh imunisasi. Ini jadi tantangan besar. Salah satu hambatannya adalah masih adanya penolakan vaksin di sejumlah wilayah,” imbuhnya.

Situasi ini dinilai memperlambat upaya pemutusan rantai penularan campak. Berdasarkan data terbaru per 11 September 2025, jumlah suspek campak di Sumenep mencapai 2.782 kasus. Dari angka tersebut, 2.688 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara 20 pasien meninggal dunia.

Baca Juga:  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Siapkan Penambahan CT Scan untuk Optimalkan Layanan Diagnostik 

Saat ini, masih ada 74 pasien yang menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan, mayoritas di antaranya adalah anak-anak. Rinciannya, 23 pasien dirawat di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, 10 pasien di RSI Kalianget, 10 pasien di RSU Sumekar, dan 31 pasien lainnya tersebar di beberapa puskesmas.

Sementara itu, tiga rumah sakit lainnya : RSIA Esto Ebhu, RSUD Abuya, dan RS BHC, dilaporkan tidak menangani pasien campak saat ini.

Baca Juga:  Dorong Budaya Kreatif dan Inovatif, Pemkab Sampang Gelar Sabernova Awards 2024

Melihat belum tercapainya target vaksinasi dan masih tingginya angka kasus, Dinkes P2KB Sumenep telah mengajukan perpanjangan masa pelaksanaan ORI kepada Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

“Kami sudah mengusulkan agar pelaksanaan ORI diperpanjang hingga 20 September 2025. Jika tidak diperpanjang, kami khawatir target cakupan tidak bisa tercapai, dan itu tentu akan menghambat proses pencabutan status KLB,” pungkasnya. 

Pemkab Sumenep saat ini terus mengupayakan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat, terutama di daerah dengan tingkat penolakan vaksin yang tinggi, guna mempercepat capaian imunisasi dan menekan laju penyebaran penyakit campak di wilayah tersebut.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba
Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf
Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan
AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang
Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan
2 Ruko di Kudo-kudo Inderapura Hangus Terbakar, Kerugian di Taksir Mencapai Ratusan Juta
Perkuat Pengawasan Internal, Bupati Sumenep Lantik Kepala Inspektorat Baru
Peringati Hari Koperasi Nasional, Bupati Fauzi Ajak Koperasi Tingkatkan Daya Saing

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:22 WIB

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:44 WIB

Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:23 WIB

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Senin, 27 Juli 2026 - 13:13 WIB

Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan

Berita Terbaru

AKBP Anang Hardiyanto saat memasuki Halaman Mapolres Sampang saat acara Sertijab Kapolres Sampang, pada Rabu (29/7/2026).

Daerah

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:23 WIB