Disperkimhub Sumenep Dorong Kolaborasi Warga dalam Penataan Kawasan Kumuh

- Editorial Team

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat upaya penataan kawasan permukiman agar lebih bersih, sehat dan layak huni. Penanganan kawasan kumuh kini diarahkan melalui pendekatan terpadu dengan melibatkan berbagai sektor serta partisipasi aktif masyarakat.

Melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub), Pemkab Sumenep menyiapkan langkah penanganan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyasar persoalan dasar yang berpengaruh terhadap kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Kepala Disperkimhub Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, S.H., M.H., mengatakan, persoalan kawasan kumuh membutuhkan penanganan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pembangunan fisik harus dibarengi dengan pembenahan sistem persampahan, sanitasi serta drainase agar kawasan yang telah ditata tidak kembali menjadi kumuh.

“Penanganan kawasan kumuh tidak hanya pembangunan fisik. Ada sejumlah aspek dasar permukiman yang harus kita benahi secara menyeluruh, yakni pengelolaan persampahan, sanitasi yang layak, dan sistem drainase yang berfungsi baik. Tiga hal ini adalah fondasinya,” kata pria yang belum genap 3 bulan menjabat sebagai Kadisperkimhub Sumenep.

Baca Juga:  Lima Arahan Presiden Jokowi kepada Jajaran Polri

Ia menjelaskan, persoalan sampah, sanitasi dan drainase yang tidak tertangani dapat menyebabkan kawasan kembali kumuh meskipun sebelumnya telah mendapatkan pembangunan maupun peningkatan infrastruktur.

“Kalau pengelolaan sampah tidak tertangani, sanitasi buruk dan drainase tidak berfungsi, maka kawasan tersebut akan terus kembali kumuh meski sudah dibangun infrastruktur baru. Karena itu, pendekatannya harus komprehensif,” jelasnya.

Saat ini, wilayah Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, dan Kalianget Timur menjadi kawasan yang mendapat perhatian dalam penanganan tersebut. Kedua wilayah pesisir itu dinilai memiliki dinamika permukiman yang cukup padat sehingga membutuhkan intervensi penataan secara terpadu.

Baca Juga:  Jejak Penjualan Aset Pemkab Sampang Terungkap, Ada Surat Permohonan Sejak 2025 dan Persetujuan DPRD

Untuk memastikan program berjalan efektif, Disperkimhub akan memperkuat koordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa setempat.

“Kami akan lakukan koordinasi dan komunikasi bersama dengan OPD terkait. Tujuannya agar penanganan ini tidak tumpang tindih dan bisa berjalan efektif, efisien dan tepat sasaran. Kami menargetkan kawasan yang dipilih ini sebagai percontohan edukasi,” ungkapnya.

Kawasan percontohan tersebut diharapkan menjadi model sekaligus laboratorium lapangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan menata lingkungan secara mandiri.

“Targetnya adalah perubahan nyata yang bisa dilihat dan dirasakan. Dari yang tadinya kumuh, kita ingin tunjukkan bisa menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat. Jika berhasil, ini akan menjadi contoh dan direplikasi bagi kawasan lain di Sumenep,” tegasnya.

Baca Juga:  KSOP Kalianget Edukasi Pelajar SMPN 2 tentang Keselamatan Pelayaran

Dadang menambahkan, keberhasilan penataan kawasan kumuh tidak cukup hanya mengandalkan program dan intervensi pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar hasil penataan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

“Harapannya, ini semua tidak dapat hanya mengandalkan intervensi pemerintah. Butuh masyarakat turut berkolaborasi dan memiliki rasa memiliki. Keterlibatan masyarakat sangat penting dan menjadi bagian dari keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan. Tanpa partisipasi warga, penataan tidak akan bertahan lama,” pungkasnya.

Melalui langkah tersebut, Disperkimhub Sumenep berharap penataan kawasan kumuh dapat menghasilkan lingkungan permukiman yang lebih sehat, bersih, tertata dan layak huni, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Penulis : A. Junaidi

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Ajak Pesantren Perkuat Pembangunan Daerah
‎Tingkatkan Disiplin Penumpang, KSOP Kalianget Pasang Stiker Larangan di Pelabuhan dan Kapal ‎
Festival Tong-Tong Sumenep Kembali Masuk KEN 2026, Bupati Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi UMKM
Pemkab Sumenep Mulai Siapkan Pembiayaan Pilkada 2029 Lewat Dana Cadangan
Peringati HSN 2026, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Berpakaian Santri
Bupati Achmad Fauzi Dorong Festival Budaya Sumenep Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 450 Pelajar SMA, SMK dan SLB di Madura Raya
‎Khofifah Kembali Bicara Sumur Bor, Pemuda Sapudi Mengingatkan Janji 2019 Saat di Sapudi ‎

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:01 WIB

‎Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Ajak Pesantren Perkuat Pembangunan Daerah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:42 WIB

‎Tingkatkan Disiplin Penumpang, KSOP Kalianget Pasang Stiker Larangan di Pelabuhan dan Kapal ‎

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Pemkab Sumenep Mulai Siapkan Pembiayaan Pilkada 2029 Lewat Dana Cadangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Peringati HSN 2026, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Berpakaian Santri

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Bupati Achmad Fauzi Dorong Festival Budaya Sumenep Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Berita Terbaru