Dapurrakyatnews – Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026 menjadi salah satu agenda budaya yang turut memeriahkan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai upaya melestarikan kesenian tradisional khas Madura.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan musik tong-tong merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Madura yang harus terus dijaga dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman.
Hal itu disampaikan saat membuka Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026, Sabtu malam (17/10/2026). Festival tersebut kembali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang didukung Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati menyampaikan apresiasi kepada para seniman dan pelaku budaya yang selama ini terus menjaga keberadaan kesenian tradisional tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak, khususnya para seniman dan pelaku budaya di Sumenep yang terus berkomitmen melestarikan kesenian daerah. Terima kasih juga kepada Kementerian Pariwisata RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sumenep,” katanya.
Menurutnya, Festival Musik Tong-Tong menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan budaya Madura kepada masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Selain melestarikan budaya, ia berharap penyelenggaraan festival tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Salah satunya melalui peningkatan kunjungan wisatawan, pengembangan ekonomi kreatif, serta terbukanya peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
Karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menyukseskan Festival Musik Tong-Tong sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus pengembangan pariwisata daerah.
“Mari kita bersama-sama menyaksikan dan menyukseskan Festival Musik Tong-Tong ini. Semoga kegiatan ini terus berkembang, menjadi kebanggaan masyarakat Madura, sekaligus membawa manfaat bagi kemajuan pariwisata dan perekonomian daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, S.ST.Par., M.Si., turut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), yang dinilai konsisten mengembangkan potensi pariwisata berbasis budaya.
Menurut Eni, festival tersebut menjadi ruang bagi para seniman untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga mampu melibatkan pelaku UMKM dan mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan.
“Festival seperti ini diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga mendorong keterlibatan UMKM dan mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Festival Musik Tong-Tong Sumenep kembali masuk dalam kalender KEN 2026 untuk kedua kalinya. Hal tersebut diharapkan semakin memperluas promosi budaya Madura sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Sumenep sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Jawa Timur.
Melalui kegiatan tersebut, pelestarian kesenian tradisional diharapkan berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata dan peningkatan perekonomian masyarakat.
Penulis : A. Junaidi
Editor : Redaksi







