Kebocoran PAD dari Sektor Parkir Disorot, Dishub Sampang Akui Sudah Beri Teguran

- Editorial Team

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, tengah gencar mencari sumber-sumber baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berbagai upaya inovasi dan terobosan telah dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mendongkrak pendapatan.

Namun, di tengah upaya tersebut, pengelolaan sektor parkir yang menjadi salah satu sumber potensial PAD justru mendapat sorotan. Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang selaku leading sector pengelolaan parkir, dinilai belum mampu menutup celah kebocoran pendapatan di sejumlah titik parkir.

Ketua Umum Gabungan Aktifis Sosial Indonesia (GASI), Rifa’i Lasbandra, mengungkap sejumlah indikator yang menurutnya menunjukkan adanya dugaan kebocoran pendapatan dari sektor parkir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa di antaranya yakni dugaan penggelapan setoran hasil pungutan parkir, setoran yang tidak sesuai dengan target capaian dan tidak tepat bayar, alih fungsi tempat parkir untuk pedagang, hingga dugaan pungutan liar menggunakan karcis foto kopi tanpa perforasi yang dilengkapi numerator.

Baca Juga:  Kecelakaan Lalu Lintas di Sampang: Pelajar Tewas Setelah Tabrak Dump Truck

Persoalan lainnya juga menyangkut alih fungsi lahan parkir menjadi lahan bongkar muat di Jalan Sikatan, sebelah selatan Pasar Srimangunan.

Menurut Rifa’i, persoalan tersebut sebelumnya telah dibicarakan dan disepakati terkait fungsi lahan tersebut. Namun, kondisi di lapangan dinilai belum sesuai dengan kesepakatan.

“Kenyataannya, kini lahan tersebut masih tetap digunakan untuk lahan parkir, dan dibiarkan adanya kebocoran PAD. ini inkonsistensi, bentuk ingkar dari apa yang telah disepakati,” tegas Rifa’i, pada Jumat (28/8/2026).

Ia menilai, berbagai persoalan tersebut hingga kini belum mendapatkan penyelesaian yang konkret.

“Percuma bikin inovasi dan terobosan untuk menambah PAD, sementara yang bocor dibiarkan. tidak di berikan sanksi tegas, apa karena mereka orang dekat bupati Sampang,” ucap Rifa’i.

Baca Juga:  Bapenda Sumenep: Manfaatkan Peluang Keringanan PBB-P2, Ingat Jatuh Temponya ‎

Sementara itu, Kasi Lalu Lintas Jalan Dishub Sampang, Edy Sutrisno, mengatakan pihaknya telah melakukan teguran dan peringatan terhadap oknum pengelola maupun juru parkir yang dinilai melakukan pelanggaran.

“Kami sudah tegur dan memberi peringatan,” ujar Sutrisno.

Menurut Sutrisno, Dishub juga telah menarik karcis fotokopi yang digunakan oleh oknum juru parkir saat melakukan pungutan uang parkir di kawasan Pasar Srimangunan sektor tengah.

Selain itu, Dishub Sampang diduga melakukan penagihan terhadap pengelola parkir sektor tengah kawasan Pasar Srimangunan berinisial M. Pengelola tersebut tercatat menunggak pembayaran terhitung Januari hingga Juni 2025 dengan total tunggakan sebesar Rp25.200.000.

Dari jumlah tersebut, M telah melakukan pembayaran secara mencicil. Pada April 2025, pembayaran dilakukan sebesar Rp5 juta, kemudian pada Agustus 2026 kembali membayar Rp4 juta.

Dengan demikian, hingga saat ini masih terdapat sisa tunggakan sebesar Rp16.200.000.

Baca Juga:  Polemik Tanah Eks Percaton Gulirkan Bola Panas, GASI Minta Polisi Turun Tangan

Terkait dugaan penarikan uang kepada sejumlah pedagang yang menempati lahan parkir dengan nominal Rp10 ribu hingga Rp100 ribu, Sutrisno enggan memberikan komentar. Ia mengarahkan persoalan tersebut kepada pejabat yang memiliki kewenangan lebih tinggi.

Begitu pula ketika ditanya mengenai punishment atau sanksi tegas yang akan diberikan terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran, Sutrisno belum dapat memberikan penjelasan secara gamblang.

“Mohon maaf, itu bukan kewenangan kami untuk menjawab. Harus satu pintu. Silahkan ke pak Kabid atau ke pak Kadis aja,” terangnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Dishub Sampang, Chalilurrahman, masih terus dilakukan. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh jawaban maupun keterangan dari yang bersangkutan terkait persoalan dugaan kebocoran PAD dari sektor parkir tersebut.

Facebook Comments Box

Penulis : Moh Mansur

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Sumenep: Manfaatkan Peluang Keringanan PBB-P2, Ingat Jatuh Temponya ‎
Pemkab Sumenep Peringati HUT ke-65 Gerakan Pramuka, Dorong Pramuka Aktif Dukun Ketahanan Pangan dan Lingkungan
Bapenda Sumenep: Penghapusan Denda PBB-P2 Bentuk Kepedulian Pemerintah Daerah kepada Masyarakat
Raih Penghargaan MNV 2026, Kepala Bappeda Sumenep: Jangan Cepat Puas, Jadikan Energi Baru
Bappeda Sumenep Ajak Pramuka Perkuat Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
Raih Prestasi, Arif Firmanto Jadikan Capaian Bappeda Sumenep sebagai Energi Baru untuk Berinovasi
Usung Filosofi Keraton dan Mandapa, Stan Bappeda Sumenep Jadi Terbaik di MNV 2026
Pemkab Sumenep Beri Keringanan Tunggakan PBB-P2, Pokok Pajak Dipotong hingga 95 Persen

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 10:37 WIB

Bapenda Sumenep: Manfaatkan Peluang Keringanan PBB-P2, Ingat Jatuh Temponya ‎

Kamis, 10 September 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Sumenep Peringati HUT ke-65 Gerakan Pramuka, Dorong Pramuka Aktif Dukun Ketahanan Pangan dan Lingkungan

Rabu, 9 September 2026 - 16:49 WIB

Bapenda Sumenep: Penghapusan Denda PBB-P2 Bentuk Kepedulian Pemerintah Daerah kepada Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 13:14 WIB

Bappeda Sumenep Ajak Pramuka Perkuat Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 9 September 2026 - 11:03 WIB

Raih Prestasi, Arif Firmanto Jadikan Capaian Bappeda Sumenep sebagai Energi Baru untuk Berinovasi

Berita Terbaru