‎Sumenep Calendar of Event: Jangan Sekadar Ramai, Evaluasi Dampaknya bagi Masyarakat ‎

- Editorial Team

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Kabupaten Sumenep memiliki kekayaan budaya, tradisi, sejarah, serta potensi wisata yang menjadi modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Berbagai potensi tersebut dikemas melalui beragam pagelaran yang terangkum dalam Sumenep Calendar of Event, sebuah agenda kegiatan yang diharapkan mampu memperkenalkan kebudayaan lokal sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

‎Program yang diinisiasi pada masa kepemimpinan Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., tersebut tidak hanya diarahkan untuk melestarikan kebudayaan daerah, tetapi juga menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

‎Melalui berbagai kegiatan seni, budaya, festival, dan pertunjukan tradisional, Sumenep berupaya membangun daya tarik pariwisata yang dapat memberikan dampak berantai terhadap sektor ekonomi lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kaki lima, penyedia jasa transportasi, pengelola penginapan, rumah makan, hingga sektor ekonomi kreatif, semuanya diharapkan memperoleh manfaat dari setiap penyelenggaraan acara.

Namun, di balik semaraknya berbagai pagelaran tersebut, muncul pertanyaan mendasar yang patut dijawab secara terbuka oleh pemerintah daerah: sejauh mana Sumenep Calendar of Event benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan pendapatan masyarakat?

Pertanyaan ini bukan untuk menafikan manfaat penyelenggaraan kegiatan kebudayaan. Sebaliknya, hal tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa setiap program pemerintah tidak berhenti pada kemeriahan acara, tetapi menghasilkan manfaat nyata yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan.

‎Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep memiliki peran penting dalam mengukur keberhasilan program pariwisata, termasuk dampak penyelenggaraan Sumenep Calendar of Event.

‎Evaluasi seharusnya tidak hanya berkutat pada jumlah kegiatan yang terlaksana, banyaknya penonton yang hadir, atau dokumentasi kemeriahan acara. Lebih dari itu, perlu ada data yang menjelaskan apakah penyelenggaraan event benar-benar mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep.

‎Pemerintah daerah perlu menyampaikan data kunjungan wisatawan sebelum, selama, dan setelah penyelenggaraan event. Data tersebut juga perlu dibandingkan dengan periode sebelumnya untuk melihat kecenderungan peningkatan atau penurunan kunjungan.

‎Apakah wisatawan yang datang hanya berasal dari wilayah sekitar Sumenep, atau terdapat peningkatan kunjungan dari kabupaten lain, provinsi lain, bahkan wisatawan mancanegara?

‎Berapa banyak wisatawan yang datang khusus untuk menghadiri suatu pagelaran? Berapa lama mereka tinggal di Sumenep? Apakah mereka turut mengunjungi destinasi wisata lain, menginap di hotel, atau membelanjakan uangnya untuk membeli produk lokal?

Baca Juga:  Ferdiansyah Tetrajaya, Sosok Berpengalaman yang Layak Dipertimbangkan Sebagai Sekda Sumenep

‎Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab agar keberhasilan program tidak hanya dinilai berdasarkan suasana ramai di lokasi acara.

‎Sebab, keramaian penonton belum tentu identik dengan peningkatan kunjungan wisatawan secara keseluruhan. Begitu pula meningkatnya jumlah pengunjung pada satu lokasi belum otomatis menunjukkan bahwa sektor pariwisata daerah mengalami pertumbuhan yang signifikan.

‎Jika Calendar of Event memang dirancang sebagai instrumen promosi pariwisata, Disbudporapar perlu menunjukkan indikator keberhasilannya melalui data yang terukur, bukan sekadar klaim bahwa kegiatan telah berjalan sukses.

‎‎Jangan sampai pemerintah daerah berulang kali menggelar acara, tetapi tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai seberapa besar kontribusinya terhadap perkembangan pariwisata Sumenep.

‎Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu tujuan penting dari penyelenggaraan Sumenep Calendar of Event.

‎‎Kehadiran pelaku usaha lokal dalam setiap pagelaran seharusnya menjadi peluang untuk memperluas pasar, memperkenalkan produk unggulan daerah, meningkatkan transaksi penjualan, serta memperkuat daya saing usaha masyarakat.

‎Namun, pertanyaan berikutnya adalah apakah manfaat tersebut benar-benar dirasakan oleh para pelaku UMKM?

‎Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sumenep perlu melakukan evaluasi terhadap dampak ekonomi setiap kegiatan. Evaluasi tersebut semestinya tidak berhenti pada jumlah stan yang disediakan atau banyaknya pelaku usaha yang dilibatkan.

‎Hal yang jauh lebih penting adalah mengetahui perkembangan pendapatan mereka.

‎Berapa rata-rata omzet pelaku UMKM sebelum mengikuti event? Berapa pendapatan yang diperoleh selama kegiatan berlangsung? Apakah penjualan mereka meningkat secara signifikan, atau justru tidak jauh berbeda dibandingkan hari-hari biasa?

‎Apakah seluruh pelaku usaha mendapatkan kesempatan yang sama untuk berjualan, atau hanya kelompok tertentu yang memperoleh lokasi strategis dan keuntungan lebih besar?

‎Data semacam ini penting untuk memastikan bahwa keterlibatan UMKM bukan sekadar pelengkap dalam sebuah acara yang terlihat meriah.

‎‎Jika pemerintah mengklaim bahwa Calendar of Event mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, klaim tersebut semestinya didukung hasil evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

‎Misalnya, melalui survei sederhana terhadap pelaku UMKM sebelum dan sesudah kegiatan, pencatatan omzet secara sukarela, serta evaluasi mengenai jumlah transaksi dan jenis produk yang paling diminati pengunjung.

Baca Juga:  GP Ansor Nonggunong Sambut Maulid Nabi dengan Bersih-Bersih Masjid dan Konferensi PC Ansor Sumenep

‎Hasilnya dapat digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki penyelenggaraan event berikutnya.

‎‎Dengan demikian, pemerintah tidak hanya mengetahui berapa banyak UMKM yang dilibatkan, tetapi juga memahami apakah keterlibatan tersebut benar-benar memberikan keuntungan ekonomi bagi mereka.

‎Penyelenggaraan event tentu membutuhkan anggaran, tenaga, perencanaan, serta koordinasi lintas organisasi perangkat daerah. Karena itu, sudah sewajarnya setiap kegiatan disertai target yang jelas dan evaluasi setelah pelaksanaannya.

‎Jangan sampai keberhasilan suatu event hanya diukur dari terlaksananya acara, banyaknya pejabat yang hadir, meriahnya panggung, atau ramainya dokumentasi di media sosial.

‎Jika ukuran keberhasilannya hanya sebatas itu, pemerintah berisiko terjebak dalam rutinitas penyelenggaraan kegiatan tanpa mengetahui apakah program tersebut benar-benar efektif.

‎Padahal, setiap program pemerintah seharusnya memiliki tujuan yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta hasil yang bisa dijelaskan kepada masyarakat.

‎Dalam konteks Sumenep Calendar of Event, evaluasi harus mampu menjawab setidaknya tiga hal mendasar.

‎Pertama, apakah kegiatan tersebut efektif meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Sumenep?

‎Kedua, apakah penyelenggaraannya memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi UMKM dan masyarakat sekitar?

‎Ketiga, apakah biaya yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang dihasilkan?

‎Pertanyaan ketiga sangat penting, terutama ketika penyelenggaraan event melibatkan anggaran daerah. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana program tersebut direncanakan, apa target yang ingin dicapai, dan sejauh mana hasilnya sesuai dengan tujuan awal.

‎Evaluasi bukan berarti menolak kegiatan kebudayaan. Justru sebaliknya, evaluasi diperlukan agar kegiatan yang terbukti memberikan manfaat dapat dipertahankan dan dikembangkan, sementara kegiatan yang belum efektif dapat diperbaiki.

‎Tanpa evaluasi yang serius, pemerintah akan kesulitan menentukan event mana yang layak diperbesar, mana yang perlu diubah konsepnya, dan mana yang sebaiknya dihentikan karena tidak memberikan hasil sesuai harapan.

‎Pemerintah Kabupaten Sumenep perlu menempatkan Sumenep Calendar of Event sebagai program pembangunan yang memiliki ukuran keberhasilan yang jelas, bukan sekadar kalender pertunjukan tahunan.

‎Setiap event idealnya memiliki target jumlah pengunjung, sasaran promosi wisata, target keterlibatan UMKM, serta indikator dampak ekonomi yang realistis.

‎Setelah kegiatan selesai, hasil evaluasi tersebut perlu dirangkum dan dipublikasikan agar masyarakat mengetahui manfaat yang telah dicapai.

Baca Juga:  PT PLN mempunyai Komitmen Besar untuk Menerangi Kepulauan Sumenep

‎Transparansi semacam ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam menentukan alokasi anggaran pada tahun berikutnya.

‎Jika sebuah kegiatan terbukti mampu mendatangkan wisatawan, meningkatkan transaksi UMKM, dan memperkuat promosi budaya lokal, kegiatan tersebut layak mendapatkan pengembangan lebih lanjut.

‎Sebaliknya, apabila suatu event berulang kali diselenggarakan tanpa menunjukkan hasil yang jelas, pemerintah perlu berani melakukan pembenahan.

‎Sebab, penggunaan anggaran daerah bukan hanya soal apakah kegiatan dapat dilaksanakan, melainkan juga apakah kegiatan tersebut memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

‎Jangan sampai pemerintah terlalu sibuk menghitung berapa banyak event yang telah digelar, tetapi lupa menghitung berapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan oleh warga.

‎Sumenep memiliki potensi budaya dan pariwisata yang besar. Kekayaan tersebut layak dipromosikan melalui berbagai kegiatan yang kreatif, inovatif, dan mampu menarik perhatian publik.

‎Namun, potensi besar tidak akan memberikan hasil maksimal apabila pengelolaannya hanya berorientasi pada penyelenggaraan acara.

‎Diperlukan perencanaan yang matang, promosi yang tepat sasaran, pelibatan masyarakat, serta evaluasi yang dilakukan secara konsisten dan terbuka.

‎Disbudporapar perlu menjelaskan perkembangan kunjungan wisatawan, sedangkan dinas yang membidangi koperasi, UKM, perindustrian, dan perdagangan perlu menunjukkan dampak kegiatan terhadap pendapatan pelaku usaha.

‎Kedua aspek tersebut penting karena keberhasilan pariwisata seharusnya tidak hanya terlihat dari ramainya sebuah pertunjukan, tetapi juga dari bergeraknya roda perekonomian masyarakat.

‎Pada akhirnya, Sumenep Calendar of Event harus mampu menjawab kebutuhan yang lebih besar daripada sekadar menghadirkan hiburan. Program ini perlu menjadi sarana untuk memperkuat identitas budaya, memperluas promosi destinasi wisata, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎‎Pemerintah daerah jangan puas hanya karena sebuah event sukses digelar. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika setelah panggung dibongkar, lampu dipadamkan, dan pengunjung pulang, masyarakat tetap merasakan manfaat ekonominya.

‎Jika tidak ada evaluasi yang terukur, maka penyelenggaraan event berisiko menjadi rutinitas tahunan yang hanya menyisakan kemeriahan sesaat.

‎‎Jangan sampai Calendar of Event sekadar menjadi agenda yang ramai dalam pemberitaan, tetapi minim pembuktian mengenai dampaknya bagi masyarakat.

‎Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan bukan terletak pada seberapa meriah acara diselenggarakan, melainkan pada seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan oleh rakyat.

Facebook Comments Box

Penulis : A. Junaidi

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keadilan Sosial untuk Anak Kepulauan, Jangan Biarkan Siswa Hanya Mendengar Kabar MBG
Sekda Sumenep Bukan Sekadar Pembantu, Ia Chef Utama Penentu Rasa Pemerintahan
Faruk Hanafi, Kuda Putih dari Bapenda yang Siap Menyongsong Kursi Sekda Sumenep
Prestasi Tidak Akan Datang dari Ruang-Ruang Kosong yang Gelap dan Tidak Terurus
Pendidik dalam Tekanan: Ketika Ruang Kelas Menjadi Sumber Stres yang Tak Terlihat
Anwar Syahroni Yusuf, Loyalis Visi Bupati yang Siap Kawal Birokrasi Sumenep dari Kursi Sekda
Figur Kuat Calon Sekda: Kapasitas Tak Diragukan, Namun Komunikasi Masih Jadi PR bagi Eri Susanto
Figur Lengkap dari Putra Daerah : Siapa Didik Wahyudi, yang Dianggap Pantas menjadi Suksesor Edy Rasyadi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:41 WIB

‎Sumenep Calendar of Event: Jangan Sekadar Ramai, Evaluasi Dampaknya bagi Masyarakat ‎

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Keadilan Sosial untuk Anak Kepulauan, Jangan Biarkan Siswa Hanya Mendengar Kabar MBG

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:06 WIB

Sekda Sumenep Bukan Sekadar Pembantu, Ia Chef Utama Penentu Rasa Pemerintahan

Kamis, 7 Agustus 2025 - 09:08 WIB

Faruk Hanafi, Kuda Putih dari Bapenda yang Siap Menyongsong Kursi Sekda Sumenep

Rabu, 23 Juli 2025 - 21:34 WIB

Prestasi Tidak Akan Datang dari Ruang-Ruang Kosong yang Gelap dan Tidak Terurus

Berita Terbaru