DAPURRAKYAT, Sumenep – Industri e-sport atau olahraga elektronik kini bukan lagi sekadar hiburan pengisi waktu luang, melainkan telah bertransformasi menjadi panggung prestasi formal yang menjanjikan bagi generasi muda. Kesadaran akan pentingnya mewadahi potensi besar para gamers lokal ini tecermin dalam antusiasme tinggi yang melingkupi turnamen E-Sport Mobile Legends yang digelar di Sumenep pada Sabtu (20/06/2026).
Kompetisi yang dimulai sejak pagi hari ini berhasil menarik perhatian talenta-talenta muda dari berbagai sudut Kabupaten Sumenep. Sebanyak 28 tim tangguh berkumpul untuk menguji strategi, kerja sama tim, dan ketangkasan mikro-makro mereka di dalam arena Mobile Legends. Bukan sekadar turnamen lokal biasa, ajang ini merupakan babak kualifikasi penting menuju jenjang yang lebih tinggi, yakni Road to Kapolri Cup 2026. Para pemenang dari wilayah ini nantinya akan membawa nama daerah untuk bertanding di tingkat Polda Jawa Timur hingga bermuara di tingkat Mabes Polri.
Ajang pencarian bakat digital ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Agus Rusdiyanto, S.H., Ketua Harian ESI Kabupaten Sumenep Yusuf Ismail, Kanit Pidsus Satreskrim Polres Sumenep IPDA Okta Afriadiyanto, S.H., M.H., serta pengurus ESI setempat. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan dukungan penuh terhadap ekosistem e-sport yang sehat di Madura.
Dalam kesempatan tersebut, Kasat Reskrim AKP Agus Rusdiyanto, mewakili Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., menyampaikan pandangan mendalam mengenai pergeseran tren kepemudaan saat ini. Menurutnya, kompetisi seperti ini memegang peranan krusial sebagai jembatan pembinaan atlet daerah.
“Turnamen ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mengembangkan bakat generasi muda di bidang E-Sport. Para pemenang nantinya akan mewakili Kabupaten Sumenep untuk bertanding di tingkat Polda Jawa Timur hingga Mabes Polri dalam memperebutkan Kapolri Cup 2026,” urainya di hadapan para peserta yang didominasi oleh generasi muda. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, fair play, dan mentalitas kompetisi yang sehat.
Dari sisi teknis, jalannya pertandingan dipandu ketat oleh Pengurus Besar E-Sport Indonesia (ESI) Kabupaten Sumenep. Ketua Harian ESI Sumenep, Yusuf Ismail, turun langsung memberikan pengarahan komprehensif mengenai regulasi baku, sistem gugur atau liga yang diterapkan, serta kode etik yang harus dipatuhi oleh setiap player.
Setelah seremoni pembukaan selesai, atmosfer Aula Sanika Satyawada yang menjadi lokasi pertandingan langsung berubah menjadi arena pertempuran digital yang sengit namun tetap tertib. Melalui inisiasi kolaboratif antara Polres Sumenep dan ESI ini, diharapkan lahir bibit-bibit atlet e-sport profesional yang mampu mengharumkan nama daerah, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa aktivitas digital anak muda dapat diarahkan menjadi sesuatu yang sangat positif, kreatif, dan produktif.
