Dapurrakyatnews – Sebanyak 66 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang lolos seleksi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun anggaran 2024, menggelar acara tasyakuran dan silaturahmi bersama Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. Senin (14/7/2025).
Acara yang berlangsung penuh kehangatan tersebut dilaksanakan di lingkungan rumah dinas Bupati Sumenep, dan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Edy Rasiyadi, para Asisten Sekda, Plt Kepala BKPSDM, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.
Dalam sambutannya, Bupati Sumenep, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada para guru PJOK yang telah berhasil melewati proses seleksi ASN PPPK tahun anggaran 2024 dengan baik.
Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk memperjuangkan formasi PJOK bukan proses yang mudah, melainkan hasil dari aspirasi yang diperjuangkan bersama.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa bertatap muka dalam keadaan sehat. Perjuangan ini berawal dari aspirasi para guru PJOK yang kami teruskan kepada Sekda dan OPD terkait. Alhamdulillah formasi PJOK akhirnya dapat ditambah sesuai kebutuhan,” kata Bupati mengawali sambutannya.
Ia juga mengingatkan bahwa guru adalah elemen penting dalam pembangunan sumber daya manusia, dan pengabdian guru tidak boleh dipandang sebelah mata.
“Saya sering katakan, menjadi guru itu lebih mulia dari pada menjadi Bupati. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang membentuk masa depan generasi kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo berharap, agar para guru PJOK yang kini telah lolos seleksi untuk menjadi ASN PPPK dapat bekerja dengan penuh semangat, ikhlas, dan profesional. Ia juga menitipkan harapan besar agar mereka mampu mencetak atlet-atlet berprestasi dari Kabupaten Sumenep.
“Kita ingin ada peningkatan prestasi jangka panjang di bidang olahraga. Guru PJOK harus mampu memetakan potensi siswa, siapa tahu 10 atau 20 tahun lagi akan lahir atlet kebanggaan dari Sumenep,” tambahnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa dinamika kebijakan pusat bisa berubah sewaktu-waktu. Namun, ia menekankan pentingnya semangat pengabdian dalam profesi apapun.
“Kebijakan itu sifatnya dinamis. Bisa jadi hari ini pintunya tertutup, besok terbuka. Tapi yang penting, kita tetap berikhtiar dan mengabdi untuk kemajuan daerah kita,” tutupnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ansory Fadli selaku Koordinator Guru PJOK yang lolos seleksi ASN Tahun Anggaran 2024 menyampaikan bahwa kegiatan tasyakuran dan silaturahmi bersama Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, merupakan bentuk penghormatan dan rasa terima kasih mendalam dari para guru PJOK atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep.
“Hal ini wajar kami lakukan karena baru di tahun ini kami dari guru PJOK mendapatkan kuota sebanyak 66 formasi, dan ini merupakan jumlah terbesar se-Jawa Timur. Ini bukan hanya pencapaian luar biasa bagi kami secara pribadi, tetapi juga sebuah tonggak sejarah bagi dunia pendidikan jasmani di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya dengan penuh rasa haru.
Ansory menambahkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari kebijakan dan komitmen kuat Bupati Achmad Fauzi dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan, khususnya dalam hal peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme guru PJOK. Ia pun menekankan bahwa keberhasilan lolos seleksi ASN ini merupakan anugerah yang patut disyukuri.
“Syukur alhamdulillah, ini adalah karunia dari Allah SWT yang harus kami syukuri bersama. Terima kasih kami sampaikan kepada Bupati, Dinas Pendidikan, serta semua pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada kami. Insya Allah, ke depan kami akan berkomitmen penuh untuk mengabdikan diri dan meningkatkan kualitas pendidikan jasmani di Sumenep,” pungkasnya.
Suasana tasyakuran berlangsung hangat dan penuh semangat, ditandai dengan doa bersama serta penyampaian harapan agar para guru PJOK yang telah lolos seleksi ASN, dapat menjadi teladan dan agen perubahan positif di lingkungan sekolah Masing-masing.




