Puskesmas Kalianget Sigap Lakukan Sosialisasi Gagal Ginjal Akut pada Anak

- Editorial Team

Senin, 24 Oktober 2022 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Puskesmas Kalianget, Drg. Yenny Tri Suci, M.Kes

Kepala Puskesmas Kalianget, Drg. Yenny Tri Suci, M.Kes

Dapurrakyatnews – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melarang dua zat dalam produk sirup, untuk anak maupun dewasa, imbas temuan penyakit gagal ginjal akut misterius tersebut. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K. Lukito mengatakan, larangan itu dimaksudkan untuk memberikan perlindungan, terhadap masyarakat di Indonesia.

Sebelumnya Kemenkes RI mengeluarkan Surat Edaran SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022, tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada anak, yang ditujukan kepada seluruh dinas kesehatan, fasyankes, dan organisasi profesi. Dua zat yang dilarang BPOM tersebut di antaranya, dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG).

Baca Juga:  Memperingati HUT RI ke 78, Pemkab Sumenep Menggelar Lomba Nyanyi Lagu Dangdut
Tenaga Kesehatan Puskesmas Kalianget saat memberikan pelayanan kesehatan kepada anak

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Sumenep Agus Mulyono, MCH, mengatakan jika instruksi Kemenkes RI telah disampaikan kepada jajarannya untuk dipatuhi dan dilaksanakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga : Kemenkes RI Keluarkan Surat Edaran tentang Gangguan Ginjal Akut pada Anak, ini Kata Kadinkes Sumenep

“Sesaat setelah menerima, hari itu juga langsung di informasikan ke semua apotek, Rumah Sakit, Puskesmas dan pelayanan kesehatan untuk ditaati dan dilaksanakan,” kata Kadinkes Minggu (23/10/2022).

Baca Juga:  Kembali Berulah, Residivis di Tabalong Kasus Penipuan Diciduk Polisi

Seluruh Puskesmas di Kabupaten Sumenep menindaklanjuti arahan Kepala Dinas Kesehatan, pengendalian Penduduk dan KB. Begitu juga oleh Puskesmas Kalianget, seperti yang disampaikan oleh Kepala Puskesmas Kalianget, Drg. Yenny Tri Suci, M.Kes kepada Dapurrakyatnews.

“Kami menindaklanjuti berdasarkan surat dari kementerian kesehatan, yang menjelaskan tentang peningkatan kasus gangguan ginjal akut pada anak 0-18 tahun,” katanya. Senin (24/10/2022)

Walaupun sampai saat ini, kami tidak mendapatkan laporan adanya gagal ginjal akut, kami tetap melakukan sosialisasi kepada semua nakes, tentang informasi di atas pada hari rabu (19/10), saat lokakarya mini di puskesmas Kalianget.

Baca Juga:  FGD For-PAM dan Paguyuban Pengusaha Rokok: Dorong Sinergi untuk Tekan Pengangguran dan Tingkatkan IPM Sumenep

“Kami menghimbau, untuk melakukan pelaporan kasus gangguan ginjal akut yang ada di fasyankes masing- masing,” tambahnya.

Namun hanya rumah sakit tertentu yang menangani kasus tersebut, untuk itu apabila menerima kasus tersebut, segera dirujuk ke Rumah Sakit yang sudah ditetapkan.

Saya juga meminta kapada nakes pada fasyankes, untuk tidak memberikan obat-obatan dalam sediaan cair/sirup. Obat-obatan yang diberikan kepada bayi dan anak – anak, menggunakan puyer sampai ada pengumuman dari pemerintah.

“Namun kendala nya jika anak diberikan puyer, karena puyer terasa pahit, biasanya anak kesulitan untuk menelannya, bahkan tak jarang  dimuntahkan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru