Mahasiswa Farmasi Muhammadiyah Temukan Permen Anti Corona

- Editorial Team

Kamis, 5 Agustus 2021 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Risti Ainun Nisa [foto/antara]

Ketua Tim Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Risti Ainun Nisa [foto/antara]

PURWOKERTO, DapurRakyatNews – Sekelompok mahasiswa dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), membuat inovasi dengan menciptakan permen pereda batuk bernama permen Anticorona.

Baca Juga : Pemberhentian Dan Pengangkatan Perangkat Baru, Pemerintah Desa Gayam Lakukan Musdes

”Meski bukan obat untuk penyakit Covid-19, namun permen ini diharapkan bisa meredakan salah satu gejalanya, yakni batuk,” jelas Ketua Tim Mahasiswa Farmasi UMP Risti Ainun Nisa, Rabu (4/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, ide membuat permen yang berkhasiat untuk meredakan gejala Covid-19, berawal dari dari salah satu anggota tim yang mengaku memakan bawang merah pada saat terpapar Covid-19.

”Dia mengaku sulit sekali memakan bawang merah dalam bentuk utuh karena rasanya yang tidak enak. Namun dia tetap memaksakan diri memakan bawang merah, dan ternyata dia menjadi cepat sembuh,” jelasnya.

Baca Juga : Pengelola Parkir RSUD dr. H. Moh. Anwar Keterlaluan?

Dari penuturan ini, tim tersebut kemudian saling berdiskusi untuk membahas khasiat bawang merah untuk meredakan gejala batuk yang kerap menyertai penderita Covid-19. Dari berbagai studi literatur, diketahui bawang merah memang berkhasiat sebagai pereda batuk.

Baca Juga:  Plt Bupati Sumenep Resmikan Pelayaran Kapal Cepat Express Bahari 8B untuk Kepulauan. 

Dalam diskusi lanjutan mengenai manfaat bawang merah sebagai pereda gejala batuk pada Covid-19, akhirnya muncul ide untuk membuat permen berbahan dasar bawang merah. ”Ide ini muncul, agar penderita Covid-19 tidak kesulitan mengkonsumsi bawang merah dengan rasa dan baunya yang tidak enak,” ungkapnya.

Bersama dengan tim mahasiswa lainnya yang terdiri dari Ryan Wody Prawidasary, Aldy Tri Renaldy, Angelia Yuliana Safitri, dan Uzma Eliyanti, mereka kemudian merumuskan bahan apa saja yang bisa digunakan untuk membuat permen bawang. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diterapkan UMP, mereka kemudian bereksperimen membuat permen bawang.

Baca Juga : “Partai Jurnalis Indonesia” Wadah Berpolitik Insan Pers

Bahan pokok yang digunakan, antara lain madu, daun mint, gula dan juga bawang merah. ”Saat ini ada beberapa permen yang sudah kami buat. Ada yang memiliki rasa mint, lemon, dan yang murni rasa bawang. Ke depan, kami akan terus berinovasi agar permen anti corona yang kami buat bisa memiliki beberapa varian,” terangnya.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Dorong Pembangunan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Dosen Pembimbing Tim Mahasiswa Farmasi UMP Dr Indri Hapsari MSi Apt, mengatakan permen Anticorona tersebut terbuat dari bawang merah yang diekstraksi, kemudian dicampur dengan madu serta diberi perisa lemon atau Peppermint.

”Permen Anticorona ini sebenarnya singkatan dari anti cough from onion. Artinya, pereda batuk atau pelega tenggorokan yang terbuat dari bawang merah,” katanya.

Baca Juga : Dirut PT Garam ; PHK Karyawan Kokargam Karena Kondisi Negara Tidak Normal

Mengenai manfaat bawang merah untuk pereda batuk, Indri menyebutkan, bawang merah diketahui mengandung allicin yang bisa digunakan sebagai antibakteri. Untuk itu, dalam bentuk kearifan lokal, sudah cukup banyak masyarakat yang tahu bahwa bawang merah bisa digunakan untuk meredakan batuk atau gatal pada tenggorokan.

Baca Juga:  STPI Lakukan Diseminasi Hasil Program Kerja Penanggulangan TBC

“Mereka mengkonsumsi bawang merah pada saat batuk dengan ditumbuk, kemudian dimakan langsung atau diambil airnya untuk diminum. Tapi karena rasa dan baunya yang tidak enak, banyak orang enggan memanfaatkan obat herbal ini,” tukasnya.

Untuk itu, dia mengapresiasi mahasiswanya yang berinisiatif membuat permen berbahan baku bawang merah. ”Adanya bahan tambahan seperti madu, juga akan menambah manfaat permen bawang merah bagi yang yang mengonsumsinya. Kami menjamin, permen bawang merah yang dibuat mahasiswa UMP ini tidak menggunakan bahan pengawet,” ujarnya.

Baca Juga : Pejabat Sumenep Sindir Administrasi Birokrasi Berbelit RSUD Kebanggaan Sumenep

Menurut dia, permen Anticorona yang dibuat mahasiswa UMP ini sudah mendapat banyak pesanan dari masyarakat. Termasuk apotik-apotik di Banyumas, juga sudah banyak yang memesan permen anti korona.

Indri menyatakan, permen anti corona hasil inovasi tim Mahasiswa Farmasi UMP telah lolos dalam ajang PKM, sehingga kegiatannya didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru