Home / Tak Berkategori

Mengapa Harus Busana Adat Kebangsawanan?

- Editorial Team

Kamis, 28 Oktober 2021 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Achmad Bahrur Rozi, S.H.I, Wakil Ketua DPD PSI Kabupaten Sumenep

Dr. Achmad Bahrur Rozi, S.H.I, Wakil Ketua DPD PSI Kabupaten Sumenep

Sumenep, Dapurrakyatnews – Instruksi untuk menggunakan baju adat sebenarnya hal yang positif, jika tujuannya untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten Sumenep ke 752, pemerintah Kabupaten Sumenep mengeluarkan surat edaran yang isinya berupa instruksi kepada Forkopimda, para Kabag, Camat, Kasi, pimpinan BUMN/BUMD, Kemendikbud/Kemenag, bahkan pimpinan PT Swasta.

Sayangnya, surat edaran menggunakan baju adat yang ditanda tangani Sekretaris Daerah, Ir. Edy Rasiyadi, M.Si tersebut memuat termenologi “bangsawan”. Istilah yang sangat tidak populis di tengah upaya bangsa ini memperjuangkan kesetaraan dan egaliterianisme, utamanya lepas dari gurita oligarkhi dalam segala aspek kehidupan berbangsa, termasuk oligarkhi politik.

Baca Juga:  Dipicu Tabung Gas Elpiji yang Bocor KLM Poster Meledak

Dalam KBBI bangsawan berarti keturunan orang mulia (terutama raja dan kerabatnya); ningrat keluarga raja. Secara sosial diartikan strata dalam masyarakat yang memiliki hak paling banyak dalam lapangan kehidupan ekonomi, sosial, dan politik berdasarkan hukum waris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertanyaannya, perlukah kultur kebangsawanan sebagai nilai ini dirayakan? Bangsawan selalu merupakan kelompok minoritas yang beruntung karena memiliki akses mayoritas dalam lapangan kehidupan. Dampaknya pasti, adalah pengurangan atau malah perampasan hak dan kesempatan hidup rakyat jelata.

Baca Juga:  RSUD dr H Moh Anwar Lounching Pelayanan Informasi BPJS Kesehatan dan Instalasi Peduli Pelanggan

Jika betul pakaian adalah cerminan kepribadian, maka instruksi tentang pemakaian baju adat bangsawan melalui surat edaran bernomor 556/1826/435.108.3/2021 itu cukup menjadi cermin bahwa mental birokrasi kita saat ini masih cenderung feodal (minta dilayani) daripada melayani.

Menyajikan simbol-simbol feodalisme tidak lain merupakan upaya tidak sadar menghadirkan nostalgia masa lalu tentang kejayaan kaum bangsawan di satu sisi, dan jangan lupa di situlah rakyat menderita pada sisi yang lain. Kaulo-Gusti, rakyat dipersepsi pantas menjadi pelayan penguasa. Atau jangan-jangan realitas politik kita di Sumenep sesungguhnya dalam kendali feodalisme, meski dengan aksesoris dan kamuflase demokrasi.

Baca Juga:  Jelang Lebaran, Satreskrim Polres Sumenep Sidak Tiga SPBU Antisipasi Kecurangan Isi BBM 

Bukti ke arah itu sangat nyata sekali dipertontonkan pada khalayak. Politisi dan penguasa berlomba-lomba mendapatkan posisi puncak hirarki oligarkhi dengan menguasa lahan-lahan strategis dan sumber utama ekonomi.

Berduyun-duyun disusul birokrasi-birokrasi di bawahnya, para penyembah status dan jabatan. Semua bersedia menjilat dalam satu gerakan, menguasai rakyat dan menjinakkannya, bukan melayani.

Semoga tidak….!

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Inspektorat Sumenep Tegaskan Terbuka terhadap Kritik dan Masukan dari Masyarakat
Aturan Klaim Pasien Pulang Paksa Masih Simpang Siur, BPJS Sampang Terapkan Readmisi
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
‎Sumur Bor di Sumenep Semburkan Air Disertai Bau Gas, Sempat Terbakar Saat Disulut Api
Polresta Sumenep Siapkan Tiga Posko untuk Dukung Pencarian KM Virgo Transport 8
Kasus Sabu, Dua Pria di Kecamatan Kota Sumenep Diamankan Polisi
Tragis! Nelayan Camplong Sampang Tewas Bersimbah Darah, Diduga Diserang OTK
Bapenda Sumenep: Manfaatkan Peluang Keringanan PBB-P2, Ingat Jatuh Temponya ‎

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:26 WIB

Inspektorat Sumenep Tegaskan Terbuka terhadap Kritik dan Masukan dari Masyarakat

Rabu, 16 September 2026 - 16:48 WIB

Aturan Klaim Pasien Pulang Paksa Masih Simpang Siur, BPJS Sampang Terapkan Readmisi

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Selasa, 15 September 2026 - 06:58 WIB

‎Sumur Bor di Sumenep Semburkan Air Disertai Bau Gas, Sempat Terbakar Saat Disulut Api

Minggu, 13 September 2026 - 20:11 WIB

Polresta Sumenep Siapkan Tiga Posko untuk Dukung Pencarian KM Virgo Transport 8

Berita Terbaru