Home / Tak Berkategori

Butuh Tangan Ajaib Pemkab Sumenep, Agar Masyarakat Menikmati Air Bersih

- Editorial Team

Kamis, 2 September 2021 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendistribusian air bersih oleh Relawan Masyarakat Kangean di Dusun Pajentoa Desa Kolo-Kolo Kecamatan Arjasa.

Pendistribusian air bersih oleh Relawan Masyarakat Kangean di Dusun Pajentoa Desa Kolo-Kolo Kecamatan Arjasa.

Sumenep, DapurRakyatNews – Saat ini di Kecamatan Arjasa dan Kecamatan Kangayan Pulau Kangean terdapat beberapa Desa yang masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Ada beberapa Desa yang saat ini masih kesulitan air bersih, Sudah beberapa cara dilakukan untuk mendapatkan sumber air, namun selalu gagal. Kamis (3/9/2021)

Pengeboran untuk mencari sumber air menurut Ainurrahman, Ketua RMK, Relawan Masyarakat Kangean bukan hanya dilakukan oleh masyarakat setempat namun pihak Desa juga melakukan pengeboran untuk bisa mendapatkan sumber mata air.

Sebagian Desa tersebut menurut catatan Ainurrahman adalah :

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1.Dusun Pabitta Desa Batuputih, 2. Dusun Songlor, Dusun Batotale Desa Geleman, 3 Dusun Tanamolbul Desa Buddi, 4 Dusun Pajentoa Desa Kolo kolo

“Keempat Desa tersebut walaupun dilakukan pengeboran untuk mencari mata air tidak pernah berhasil,” kata Ainurrahman

Baca Juga:  Khofifah Akhiri Kunjungan di Sumenep, Beberkan Program Bansos hingga Beasiswa Rp50 Miliar
Pendistribusian air bersih oleh RMK Relawan Masyarakat Kangean di Dusun Pajentoa Desa Batu Putih Kecamatan Kangayan

Saat ini masyarakat yang terdampak kekeringan untuk mendapatkan air bersih seperti di Dusun Pabbita Desa Batuputih memanfaatkan air sumur yang dalam waktu semalam hanya bisa mendapatkan 4 jerigen air dengan menempuh jarak 1 Kilometer.

“Kalau untuk Dusun Songlor Desa Geleman warga Dusunnya, harus pergi ke Desa pajenangger dengan menggunakan sepeda motor begitu juga mereka yang dari Dusun Tanamolbul mengambil air nya ke Desa Arjasa,” tambah Ainur yang juga Ketua RMK Relawan Masyarakat Kangean.

Cek video kegiatan RMK disini :

https://youtu.be/kGoBfMMRITI

Sedangkan dari RMK sendiri mempunyai keterbatasan untuk selalu melakukan pendistribusian, karena selama ini apa yang kami lakukan untuk pendistribusian air bersih sumber dananya dari masyarakat yang kami kumpulkan.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah, Jadikan Lensa Kamera sebagai Jendela Dunia Melihat Keindahan Jawa Timur

Ketika ditanya apakah tidak ada kontribusi dari pemerintah setempat untuk pendanaan air bersih yang disalurkan oleh RMK.

Pihak kecamatan juga membantu, seingat saya waktu itu Pak Camat membantu uang 100.000, walau dirasa buat kami dengan dana yang diberikan jauh dari cukup, tetap kami terima.

“Untuk pihak desa yang kami distribusikan air bersih, walaupun hanya ucapan terima kasih yang kami dapatkan, buat kami sudah lebih dari cukup,” pungkasnya.

Baca juga : Ancam Somasi Anggota, Petinggi Peradi Madura Raya Bereaksi

BPBD, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sumenep, saat diminta tanggapannya oleh Dapurrakyatnews melalui sambungan telepon, Dr. R. Abd Rahman Riadi, SE, MM mengatakan bahwa, untuk kepulauan belum bisa kami cover dan hal tersebut sudah pernah kami sampaikan saat rapat koordinasi.

Baca Juga:  Mengunjungi Sumenep, Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Bagi Anak Yatim dan Pelaku Usaha Ultra Mikro

“Kendalanya yang pertama adalah sarana dan prasarana, jadi kita hanya bisa mengcover daratan saja dan yang paling jauh saja hanya Kecamatan Talango yang bisa kita cover,” katanya

Kepala BPBD Sumenep menerangkan bahwa biasanya untuk kepulauan seperti tahun kemarin di cover Pemprov Jatim, dan kami sudah lakukan komunikasi dengan Pemprov Jatim.

“Namun saat ini Pemprov sedang fokus untuk penanganan Covid dan untuk penanganan kekeringan saat ini tidak dialokasikan anggaran di tahun 2021,” pungkasnya.

Kekeringan bisa dikategorikan bencana alam, sesuai Permendes harusnya Dana Desa bisa masuk untuk bisa dialokasikan untuk mendistribusikan air bersih.

Kekeringan atau minimnya air bersih untuk masyarakat kepulauan bukan hanya terjadi tahun ini, namun sudah terjadi bertahun-tahun. dan sampai saat ini sepertinya Pemerintah Kabupaten Sumenep belum bisa memberikan solusi terbaik untuk warganya.

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Tingkatkan Disiplin Penumpang, KSOP Kalianget Pasang Stiker Larangan di Pelabuhan dan Kapal ‎
Cegah Risiko Kebakaran, SDN Pamolokan 2 Gandeng Damkar Sumenep Beri Edukasi
Terdengar Tangisan dari Pinggir Jalan, Warga Prenduan Temukan Bayi Laki-Laki
‎Kebakaran di KM Sabuk Nusantara 91 Berhasil Dipadamkan, Pelayaran ke Kangean Dilanjutkan
Festival Tong-Tong Sumenep Kembali Masuk KEN 2026, Bupati Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi UMKM
Pemkab Sumenep Mulai Siapkan Pembiayaan Pilkada 2029 Lewat Dana Cadangan
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Peringati HSN 2026, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Berpakaian Santri

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:42 WIB

‎Tingkatkan Disiplin Penumpang, KSOP Kalianget Pasang Stiker Larangan di Pelabuhan dan Kapal ‎

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Cegah Risiko Kebakaran, SDN Pamolokan 2 Gandeng Damkar Sumenep Beri Edukasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Terdengar Tangisan dari Pinggir Jalan, Warga Prenduan Temukan Bayi Laki-Laki

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:14 WIB

‎Kebakaran di KM Sabuk Nusantara 91 Berhasil Dipadamkan, Pelayaran ke Kangean Dilanjutkan

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Festival Tong-Tong Sumenep Kembali Masuk KEN 2026, Bupati Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi UMKM

Berita Terbaru