Berita  

Hidupkan Kembali Seni Budaya Lokal, Pemdes Pangarengan Gelar Rokat Sumur Agung

Kepala Desa Pangarengan, Kecamatan/Kabupaten Sampang Mohammad Aksan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pangarengan Dini Ambarwati mengawal Kirab Budaya pada acara Rokat Sumur Agung, di halaman Balai Desa Pangarengan, pada Jumat (21/11/2025) Foto: Moh. Mansur

Dapurrakyatnews – Pemerintah Desa Pangarengan, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menggelar acara Rokat Sumur Agung 2025.

Acara dilangsungkan selama 2 hari. Di hari pertama, digelar acara pembacaan sholawat bersama di area Sumur Agung, tepatnya di Kampung Pangarengan Daya, pada Kamis (20/11/2025) pukul 19.00 hingga 23.00 WIB.

Dilanjutkan lagi di hari kedua, pada Jumat (21/11/2025) dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, dengan gelaran acara pembacaan Mamacah atau Macapat.

dilanjutkan dengan gelaran Kirab Budaya dengan iringan gunungan atau tumpeng besar dan semua elemen desa.

Para pejabat desa, mulai dari Kepala Desa Mohammad Aksan, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pangarengan Dini Ambarwati, Badan Permusyawaratan Desa, Pengurus LPMD, Bumdes, KDMP, Kader Posyandu, dan Perangkat desa setempat, berada didepan barisan mengawal kirab mengelilingi desa dengan rute pemberangkatan dari balai desa menuju area Sumur Agung.

Tarian Samman juga ikut memeriahkan gelaran acara Rokat Sumur Agung 2025

Saat kirab, ditampilkan atraksi pencak silat, barongan dan tarian Saman yang sudah di kemas ulang dengan mengkolaborasikan tarian lokal.

Menariknya, masyarakat berbondong-bondong dan berusaha berebut untuk mendapat gunungan atau tumpeng besar yang berhias dari hasil bumi masyarakat setempat.

Dijelaskan Kepala Desa Pangarengan Mohammad Aksan, Sumur Agung merupakan sumur paling tua di Kecamatan Pangarengan.

“Kita menyebutnya sumur tantoh,” jelasnya, Sabtu (22/11/2025).

Aksan juga mengungkap, kegiatan Rokat Sumur Agung, Desa Pangarengan sudah berlangsung mulai jaman sebelum kemerdekaan Republik Indonesia atau sekitar pertengahan tahun1800 – 1900.

“Dan baru pada tahun 2023 lalu, oleh Pemdes Pangarengan di kemas dalam bentuk acara seni budaya Rokat Sumur Agung, biar lebih menarik. Dengan harapan, kedepannya bisa jadi kegiatan yang bisa menarik Kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” ungkapnya.

Meski sempat mengalami penundaan pelaksanaan beberapa tahun lalu, pihaknya tetap berupaya agar acara ini menjadi kalender event tahunan.

“Akhirnya kegiatan ini dapat terlaksana kembali dengan mengalokasikan dana untuk seni budaya supaya tetap hidup di tengah jaman digitalisasi,” ujarnya.

Aksan berharap, kegiatan ini bisa menggugah hati masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan seni dan budaya lokal yang ada yang hampir terkikis oleh kemajuan jaman.

“Mari kita rawat budaya yang ada. Jika kita terus eksis melestarikan, maka orang akan tertarik dan melirik untuk hadir dan datang berbondong-bondong ke desa kita, Jangan pernah malu mempromosikan desa kita,” pungkasnya. 

 

Tinggalkan Balasan

2