Jumlah Kasus Diare di Pesisir Selatan Terus Bertambah, 5 orang Meninggal

- Redaksi

Senin, 6 Mei 2024 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. kadis Kesehatan Pesisir Selatan, Intan Novia Fatma.

Plt. kadis Kesehatan Pesisir Selatan, Intan Novia Fatma.

Dapurrakyatnews, – Jumlah kasus diare di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terus bertambah. Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Intan Novia Fatma Nanda. Ia mengatakan, tercatat pada Minggu (5/5/2024) terjadi lonjakan kasus dari 150 menjadi 190 orang.

“Dan ada penambah korban meninggal dunia menjadi 5 orang, keseluruhannya balita,” ucap Intan saat dihubungi via telepon, Senin (6/5) pagi.

Ia menjelaskan, saat ini ada 50 orang menjalani rawat inap. Sementara sebagian lainnya menjalani rawat jalan.

Intan menyebut, Peningkatan jumlah pasien terjadi di Puskesmas Surantih, Kecamatan Sutera. jumlah ini sudah melebihi kapasitas.

“Karena lonjakan pasien ini membuat tempat tidur penuh dan pasien yang di rawat harus menggunakan Velbet bantuan dari BPBD Pessel,” ujarnya.

Intan menuturkan, kemarin, Minggu (5/5) BPOM Sumbar telah turun ke lokasi untuk mengambil sampel penyebab diare massal tersebut.

Baca Juga:  11 Hari Berjalan, Seleksi Terbuka JPT Pratama di Sampang Sepi Pendaftar

“Saat ini kita masih menunggu hasil dari BPOM,” ungkapnya.

lanjut intan, dugaan sementara disebabkan kebiasaan meminum air tanpa dimasak.

Pihaknya telah melakukan beberapa upaya dari kasus diare massal yang terjadi, yaitu dengan melakukan penyelidikan penyebab diare yang bekerja sama dengan Labkesda provinsi dan juga di bantu dari penelitian dari labor Universitas Andalas.

Baca Juga:  Seorang Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas dalam Parit

Mensiagakan rumah sakit rujukan M. Zein untuk menampung pasien yang harus dirujuk termasuk penyediaan tempat tidur tambahan.

Secara intensif, melakukan penyuluhan memasak air minum dan makanan hingga matang melalui petugas puskesmas, wali nagari, dan pengumuman mesjid, dan mobil media kominfo.

“Peningkatan kasus karena kita jemput bola, banyak masyarakat yang sudah diare, namun tidak mau berobat,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba
Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf
Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan
AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang
Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan
2 Ruko di Kudo-kudo Inderapura Hangus Terbakar, Kerugian di Taksir Mencapai Ratusan Juta
Perkuat Pengawasan Internal, Bupati Sumenep Lantik Kepala Inspektorat Baru
Peringati Hari Koperasi Nasional, Bupati Fauzi Ajak Koperasi Tingkatkan Daya Saing

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:22 WIB

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:44 WIB

Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:23 WIB

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Senin, 27 Juli 2026 - 13:13 WIB

Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan

Berita Terbaru