Karhutla di Tapan Sulit Padam karena Kendala Sumber Air

- Redaksi

Selasa, 3 Oktober 2023 - 22:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim TRC BPBD Pessel bersama masyarakat saat memadamkan api di lahan sawit yang terbakar di Nagari, Tapan, Pesisir Selatan, Sumbar.

Tim TRC BPBD Pessel bersama masyarakat saat memadamkan api di lahan sawit yang terbakar di Nagari, Tapan, Pesisir Selatan, Sumbar.

Dapurrakyatnews, – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di wilayah Pesisir Selatan, khususnya di Wilayah Tapan dan sekitar Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera barat.

Karhutla kali ini terjadi di Nagari Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, Selasa (3/10) sore sekira pukul 15.00 WIB.

“Iya lahan sawit siap tanam sekitar 1 Hektar dan lahan kosong 3 hektar yang terbakar,” ucap Aldasman petugas Lapangan BPBD Pesisir Selatan, Pos Tapan, Selasa (3/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menuturkan, kronologi kebakaran terjadi akibat pembakaran buka lahan baru yang menjalar dan membakar 3 hektar lahan kosong 1 lahan sawit siap tanam.

Menurut Laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan mengatakan bahwa musim kemarau membuat petugas susah untuk memadamkan api karena sumber air yang terbatas dan sulit didapatkan saat terjadi karhutla.

Baca Juga:  Urun Rembuk Diaspora Situbondo: Mewujudkan Visi ‘Situbondo Naik Kelas’ Melalui Kolaborasi Ide dan Aksi Nyata

“Kemarau kering saat ini membuat tim di lapangan cukup kesulitan mendapatkan akses air untuk pemadaman karhutla,” kata Aldasman Petugas BPBD Pos Tapan, Selasa (3/10/2023).

Petugas BPBD Pesisir Selatan Pos Tapan saat memadam api di lahan gambut, Nagari Tapan, Pesisir Selatan, Sumbar, Selasa (3/10).

Aldasman menjelaskan petugas harus mencari sumber-sumber air yang masih ada di sekitar lokasi kebakaran. Menurutnya, tim pemadam tak jarang harus mencari sumber air cukup jauh dari titik kebakaran.

Baca Juga:  Warga Kambang Keluhkan Bau Tak Sedap dari Aktivitas Peternakan Ayam Potong

Parit-parit di sekitar kawasan lahan gambut yang biasanya banyak menampung air, kini mulai surut bahkan mengering di sejumlah lokasi.

“Selain itu juga akses jalan menuju lokasi tidak bisa ditempuh mengunakan mobil. jadi tik harus menggunakan motor dengan bantuan mesin pulti PDAM,” ujarnya.

Ia melanjutkan, karena kesulitan air, tim sangat terkendala saat memadamkan api sehingga memakan waktu yang lama.

“Sekitar 5 jam lebih api baru bisa dipadamkan dengan alat seadanya. sampai sore tik dibantu dengan masyarakat saat memadamkan api,” ungkapnya.

Aldasman melanjutkan, lahan gambut yang terbakar biasanya juga menyisakan bara api di bawah tanah, sehingga yang muncul dan terpantau dari atas tanah hanya asap. Para petugas terkadang hanya bisa memperkirakan titik api yang berada di bawah tanah.

Baca Juga:  Polsek BAB Tapan Bagikan Takjil untuk Pengendara Jalan 

Ia menuturkan kontur lahan gambut yang berongga bisa saja menjadi jalan asap kebakaran keluar dari dalam tanah. Karena itu, titik api bisa dekat dari sumber keluarnya asap atau bisa juga sangat jauh.

Dengan kondisi tersebut, petugas pemadam hanya bisa berupaya melakukan pemadaman dengan terus melakukan pembasahan dan penyiraman di area lahan terbakar.

Dengan kondisi tersebut, petugas pemadam hanya bisa berupaya melakukan pemadaman, dengan terus melakukan pembasahan dan penyiraman di area lahan terbakar.

“Hingga sampai sore, api sudah mulai padam cuman asap masih tebal karna yang terbakar lahan gambut,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tren Positif Harga Tembakau di Sampang, Lihat Daftarnya
Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba
Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf
Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan
AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang
Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan
2 Ruko di Kudo-kudo Inderapura Hangus Terbakar, Kerugian di Taksir Mencapai Ratusan Juta
Perkuat Pengawasan Internal, Bupati Sumenep Lantik Kepala Inspektorat Baru

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:33 WIB

Tren Positif Harga Tembakau di Sampang, Lihat Daftarnya

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:22 WIB

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:44 WIB

Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:23 WIB

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Berita Terbaru

Daerah

Tren Positif Harga Tembakau di Sampang, Lihat Daftarnya

Rabu, 26 Agu 2026 - 22:33 WIB

Anggota Komisi III DPRD Sampang, Agus Husnul Yakin, Foto: istomewa

Pemerintahan

Pokir PJU Dalam Sorotan, Dewan Minta Dikaji Ulang

Selasa, 25 Agu 2026 - 18:21 WIB