Dapurrakyatnews – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melantik empat orang pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kinerja birokrasi melalui penempatan pejabat sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Dalam menentukan pejabat yang dilantik, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa proses pemilihan dilakukan berdasarkan hasil asesmen. Dari tiga nama yang direkomendasikan untuk satu jabatan, Bupati memilih satu orang dengan mempertimbangkan sejumlah aspek.
“Jadi yang pertama sesuai dengan hasil asesmen, maka Bupati memilih tiga di antara satu. Jadi dari antara tiga itu harus dipilih satu. Itu yang saya pilih. Pasti memperhatikan yang pertama adalah dari sisi kemampuan. Yang kedua integritasnya, ketiga ya harus klin orang ini,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo kepada sejumlah awak media. Jum’at (4/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, penempatan pejabat tidak semata-mata didasarkan pada hasil asesmen, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan, integritas, serta rekam jejak masing-masing calon.
Salah satu pejabat yang mendapat perhatian dalam pelantikan tersebut adalah Dadang Dedy Iskandar, yang ditempatkan untuk memimpin Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Perkimhub) Sumenep. Bupati menilai Dadang memiliki pengalaman dan kemampuan yang relevan dengan tugas yang akan diembannya.
“Menurut saya, Pak Dadang ini kan pernah diperhubungkan, waktu saya wakil bupati, menurut analisa saya pasti Pak Dadang ini punya kemampuan,” katanya.

Menurut Bupati, Dinas Perkimhub memiliki sejumlah tugas strategis, termasuk pengembangan konektivitas transportasi dan dukungan terhadap aksesibilitas wilayah kepulauan. Salah satu perhatian pemerintah adalah pengembangan airstrip di Masalembu agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung penerbangan perintis.
“Ditempatkan di Dinas Perhubungan, apakah ada? Ada beberapa tugas khususnya untuk berkaitan dengan airstrip Masalembu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah menargetkan agar penerbangan perintis ke Masalembu dapat direalisasikan pada tahun depan. Keberadaan layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat kesehatan.
“Agar ada penerbangan perintis ke Masalembu. Kita menargetkan tahun depan agar masyarakat Masalembu, khususnya kalau ada orang yang sakit, itu bisa diterbangkan menggunakan pesawat terbang,” jelasnya.
Selain penerbangan perintis, Pemkab Sumenep juga merencanakan pengembangan feeder base untuk mendukung sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat. Rencana tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antardaerah dan meningkatkan akses transportasi.
“Terus yang kedua ada rencana kita berkaitan dengan feeder base, feeder base untuk pariwisata dan masyarakat. Jadi akan kita lakukan setelah juga tahun 2027,” ujarnya.
Sementara itu, terkait penempatan pejabat muda dalam jajaran pimpinan OPD, Bupati menyatakan bahwa usia bukan menjadi satu-satunya pertimbangan. Ia menilai rekam jejak, kemampuan, dan energi kerja menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan.
“Ya track record saya rasa indik juga. Saya meyakini dengan keberadaan beliau yang masih muda, enerjik, akan memberikan sesuatu yang berbeda nanti,” ungkapnya.
Bupati juga menjelaskan bahwa pelantikan yang dilaksanakan pada hari Jumat merupakan bagian dari kebiasaan yang selama ini dijalankannya.
“Karena memang biasa saya melantik hari Jumat, jadi pertanyakan lagi,” ujarnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sumenep, Sekretaris Daerah, Asisten Bupati, kepala organisasi perangkat daerah, serta seluruh kepala bagian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep.
Penulis : A. Junaidi
Editor : Redaksi







