Pilih Sekolah Swasta, SDN Batoporo Timur 1 Berpotensi Ditutup

- Editorial Team

Senin, 26 Januari 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pertemuan antara Komisi IV DPRD Kabupaten Sampang dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama setempat di ruang sidang, Senin (26/1/2026)

Suasana pertemuan antara Komisi IV DPRD Kabupaten Sampang dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama setempat di ruang sidang, Senin (26/1/2026)

Dapurrakyatnews – Paska melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Batoporo Timur 1 pada Jumat (23/1/2026) lalu, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kementerian Agama (Kemenag) setempat untuk memberikan klarifikasi dan menemukan solusi serta formulasi penyelesaian terbaik.

Saat sidak lalu, tidak ditemukan adanya proses kegiatan belajar mengajar, tak ada siswa, dan kondisi bangunan yang tidak terawat.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud mendorong agar SDN Batoporo Timur 1 ditutup. Mengingat, kondisi proses pembelajaran sudah tidak efektif lagi.

Pemanggilan ini, untuk meminta klarifikasi kondisi sekolah dan menindaklanjuti adanya dugaan data siswa ganda antara Disdik dan Kemenag.

“Dari hasil pemanggilan ini, akan dilakukan verifikasi data secara bersama antara Disdik dan Kemenag agar tidak menimbulkan residu kedepannya,” terang Mahfud, pada Senin (26/1/2026).

Tahapan teknis verifikasi, lanjut Mahfud, akan diatur oleh kedua belah pihak. Dengan catatan, adanya percepatan penyelesaian masalah tersebut.

Mengingat, pada bulan Maret hingga April mendatang siswa akan menghadapi ujian. Diharapkan, sebelum ujian berlangsung, status dan data siswa sudah ada kejelasan.

“Kalau sudah selesai, siswa bisa menentukan sekolah yang dituju dengan pasti,” ujarnya.

Baca Juga:  Dua Pasangan Calon Bupati Sampang Lolos Tes Kesehatan, Siap Bertarung di Pilkada 2024

Sementara, Kepala Kemenag Sampang, Fandi mengatakan, dalam pertemuan tersebut disepakati beberapa formulasi sebagai tindak lanjut dari Master of Understanding (MoU) antara Disdik dan Kemenag.

“Kami akan duduk bersama untuk melakukan pembaruan data. Jika nantinya ditemukan data ganda, maka akan dikembalikan sesuai proses dan regulasi yang berlaku,” bebernya.

Dalam persoalan ini, pihaknya tidak mencari siapa yang benar dan salah. Tapi, akan dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran bersama demi peningkatan kualitas pendidikan.

Ditempat yang sama, Kepala Disdik Sampang, Nor Alam mengungkap, salah satu faktor munculnya persoalan tersebut disebabkan adanya kekosongan pengawas SDN di Kecamatan Kedungdung.

Baca Juga:  Gempar, Warga Desa Tebanah Sampang Temukan Mayat di Lokasi Lahan Kosong

“Pengawas SD di Kecamatan Kedungdung kosong sejak pengawas sebelumnya pensiun dan sampai sekarang belum ada penggantinya,” jelasnya.

Menurutnya keberadaan SDN Batoporo Timur 1 berpotensi akan ditutup. Menyusul hasil pertemuannya dengan wali murid beberapa waktu lalu dengan hasil kesepakatan, siswa lebih memilih sekolah swasta.

“Kami telah melakukan pertemuan dengan wali murid. Mereka, sepakat memilih sekolah MI (Madrasah Ibtidaiyah-red). Kami pastikan, ketika sekolah ditutup tidak ada anak yang putus sekolah,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru