dr. Anita Febriana: Rendahnya Vaksinasi Jadi Pemicu Wabah Campak di Sumenep

- Editorial Team

Senin, 1 September 2025 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Di tengah upaya pemulihan kesehatan masyarakat pasca-pandemi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kini menghadapi tantangan besar. Sebuah ledakan kasus campak telah mengguncang wilayah paling timur Pulau Madura ini.

Lonjakan signifikan jumlah pasien membuat pemerintah daerah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB), mengundang perhatian serius dari pemerintah pusat hingga Gubernur Jawa Timur.

Berdasarkan data resmi dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, hingga tanggal 28 Agustus 2025 tercatat sebanyak 2.370 kasus campak. Dari jumlah tersebut, 2.277 pasien telah dinyatakan sembuh, namun 20 anak dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, 73 pasien lainnya masih menjalani perawatan intensif di berbagai fasilitas kesehatan.

Sebagian besar pasien dirawat di RSUD dr. Moh. Anwar, rumah sakit rujukan terbesar di Sumenep. Rumah sakit ini kini menjadi benteng utama dalam menghadapi wabah campak yang menyebar dengan cepat.

Di tengah situasi yang menantang, tim medis terus berjibaku memberikan pelayanan maksimal kepada para pasien, terutama anak-anak yang rentan terhadap komplikasi serius akibat virus campak.

dr. Anita Febriana, Sp.A,M.Biomed., dokter spesialis anak RSUD dr. Moh. Anwar, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus disebabkan oleh masih rendahnya tingkat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan, terutama melalui vaksinasi.

“Campak disebabkan oleh virus. Jadi vaksinasi campak dasar dan booster sangat penting untuk mencegah penyebarannya,” tegas dr. Anita.

Ia juga memastikan bahwa seluruh tim medis bekerja tanpa kenal lelah untuk memberikan pengobatan terbaik dan memastikan proses pemulihan berlangsung optimal. Komitmen ini menjadi sangat penting mengingat tingginya angka rawat inap serta kebutuhan perawatan intensif di tengah keterbatasan fasilitas.

Baca Juga:  Kelompok 5 KKN Desa Resun, STISIPOL Raja Haji Sosialisasi PHBS ke Siswa SDN 001 Lingga Utara

Kondisi ini tidak luput dari perhatian pemerintah provinsi. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, belum lama ini melakukan kunjungan langsung ke ruang perawatan RSUD dr. Moh. Anwar. Dalam kunjungannya, Khofifah memberikan dukungan moril kepada tenaga kesehatan dan pasien, serta menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para tenaga medis yang terus mengedepankan profesionalisme di tengah tekanan situasi.

“Nakes di RSUD dr. Moh. Anwar sudah memberikan pelayanan luar biasa. Mereka terus mengedepankan yang terbaik bagi pasien,” ujar Khofifah.

Baca Juga:  Polsek Saronggi Singkirkan Pohon Tumbang yang Halangi Pengguna Jalan

Tak hanya memberikan pujian, Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi wabah campak. Menurutnya, penanganan tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan saja.

“Semua harus terlibat. Dalam penanganan campak ini tidak bisa ditumpukan hanya pada tenaga kesehatan maupun dokter. Harus ada sinergi lintas sektoral, termasuk peran para kepala desa di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Situasi ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya imunisasi dasar lengkap.
Pemerintah Kabupaten Sumenep sendiri kini tengah menggencarkan kampanye vaksinasi ulang dan edukasi kesehatan secara massif sebagai langkah preventif mencegah perluasan wabah.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru