Selancar dan Arka Laris Manis Dipasaran, Gaki Jatim Pertanyakan Fungsi Pengawasan Bea Cukai Madura

- Editorial Team

Selasa, 1 April 2025 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Dua merek rokok yang diduga diedarkan tanpa pita cukai, Selancar dan Arka, diketahui banyak beredar dan laris manis di pasaran, baik di Madura maupun luar kota.

Ketua Gugus Anti Korupsi Indonesia (GAKI) Jawa Timur, Ach Farid Azziyadi, menegaskan bahwa produksi rokok tanpa pita cukai jelas melanggar Undang-Undang (UU) No. 39 Tahun 2007 tentang Bea dan Cukai.

“Rokok-rokok ini tidak hanya diproduksi tanpa pita cukai, tetapi juga beredar bebas tanpa pengawasan dari pihak berwenang, termasuk Bea Cukai. Padahal, sesuai dengan aturan yang ada, ini sudah jelas melanggar hukum,” ujar Farid, Selasa (1/4/2025).

Farid menjelaskan bahwa meskipun produksi rokok tersebut diduga dilakukan dalam jumlah besar dengan mesin yang cukup memadai, mesin-mesin yang digunakan seharusnya terdaftar di Bea Cukai.

“Jika mesin tersebut tidak terdaftar, itu ilegal. Jika terdaftar, tetapi digunakan untuk memproduksi rokok ilegal, itu juga pelanggaran berat. Hal ini melanggar pasal-pasal yang diatur dalam UU No. 39 Tahun 2007, khususnya pasal 54 hingga 58,” tegasnya.

Baca Juga:  Bea Cukai Bersama Muspida dan Satpol PP Situbondo Musnahkan Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal

Menurut Farid, produksi rokok ilegal ini berjalan tanpa pengawasan yang memadai, bahkan berpotensi merugikan negara dalam jumlah besar. Produk rokok ilegal ini juga menciptakan ketidakadilan di pasar, karena dapat dijual dengan harga lebih murah dibandingkan rokok resmi yang sudah dikenakan pajak.

Baca Juga:  Bupati Kunjungi Korban Kebakaran dan Tegaskan Pentingnya Pencegahan Kebakaran serta Bahaya Rokok Ilegal

Farid menambahkan bahwa jika Bea Cukai Madura membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai lokasi produksi atau gudang yang terlibat, pihaknya siap memberikan data yang lebih rinci.

“Kami siap memberikan informasi lebih lengkap, karena produksi rokok ilegal seperti ini dapat merugikan negara hingga miliaran rupiah setiap bulannya, bahkan mencapai ratusan miliar,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru