Kadinkes P2KB: Waspada DBD di Musim Hujan, Lakukan 3M Plus untuk Mencegah Penyebaran

- Editorial Team

Senin, 9 Desember 2024 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes P2KB) Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes P2KB) Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes.

Dapurrakyatnews – Musim hujan yang mulai mengguyur wilayah Jawa Timur berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan upaya pencegahan yang efektif agar kasus DBD tidak semakin meluas.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes P2KB) Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., menegaskan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara berkelanjutan. Menurutnya, PSN harus dilakukan secara benar, bersama-sama, dan terus-menerus agar dapat memutus rantai penyebaran penyakit DBD.

“Pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan secara kontinyu, sesuai dengan prinsip 3M Plus yang sudah terbukti efektif,” kata Kadinkes P2KB Sumenep yang akrab dengan sapaan Bu Ellya, dalam wawancara kepada Dapurrakyatnews. Senin (9/12/2024).

Prinsip 3M Plus terdiri dari tiga langkah utama: menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan memanfaatkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk. Namun, ada tambahan langkah “Plus” yang tak kalah penting untuk mendukung pencegahan DBD.

“Selain 3M, masyarakat juga dianjurkan untuk menaburkan larvasida di tempat-tempat yang sulit dijangkau, menggunakan lotion atau obat anti-nyamuk, serta mengenakan pakaian panjang untuk menghindari gigitan nyamuk,” tambahnya.

Baca Juga:  Mengoptimalkan Pencapaian Target PAD 2024, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi Pembayaran Pajak Non Tunai

DBD masih menjadi ancaman serius di Jawa Timur, dengan total 26.127 kasus DBD terlaporkan hingga November 2024. Dari jumlah tersebut, 218 orang meninggal dunia akibat komplikasi penyakit ini, dengan tingkat kematian (CFR) mencapai 0,83%. Angka ini menunjukkan pentingnya tindakan pencegahan yang lebih masif.

Pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan mengelola sampah dengan baik, agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Melakukan PSN secara rutin, minimal satu minggu sekali, sangat penting. Fogging hanya efektif untuk membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik nyamuk bisa tumbuh di tempat penampungan air yang terabaikan,” pesan drg. Ellya.

Baca Juga:  Sahabat Sandy Meninggal Dunia, Semoga Husnul Khatimah

Selain itu, Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik yang digalakkan oleh pemerintah setempat, juga menjadi salah satu upaya penting dalam mencegah penyebaran DBD. Masyarakat diharapkan untuk segera membawa anggota keluarga atau tetangga, yang mengalami gejala demam tinggi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan segera.

Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan kasus DBD di musim hujan ini dapat dikendalikan.

“Mari cegah DBD mulai dari lingkungan sekitar kita, agar keluarga dan orang terdekat tetap sehat dan terhindar dari penyakit,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB