Kopi Arabika Tembus Pasar Ekspor, Ini Harapan Bupati kepada Petani Kopi yang ada di Situbondo

- Editorial Team

Jumat, 21 Juni 2024 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Situbondo Karna Suswandi berharap kepada petani kopi yang ada di Kabupaten Situbondo untuk selalu menjaga kwalitas kopi miliknya.

Bupati Situbondo Karna Suswandi berharap kepada petani kopi yang ada di Kabupaten Situbondo untuk selalu menjaga kwalitas kopi miliknya.

Dapurrakyatnews – Bertajuk Molong Kopi Bersama Bupati, Karna Suswandi Bupati Situbondo, bersama pimpinan Forkopimda serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, serta puluhan petani kopi, memanen Kopi Arabika di Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jaw Timur. Kamis (20/6/2024).

Bupati Situbondo Karna Suswandi mengajak para petani kopi, untuk menjaga kualitas Kopi Arabika Kayumas. Sebab, kopi arabika Kayumas sendiri sudah menembus pasar ekspor, yaitu Amerika Serikat.

“Menjaga kualitas kopi arabika ini sangatlah penting. Salah satunya, dengan memanen biji kopi arabika yang sudah tua, itu ditandai dengan warna merah. Distributor kopi itu tahu kualitas kopi yang bagus dan tidak,” kata Bupati yang akrab dengan sapaan Bung Karna.

Bupati berharap, agar para petani kopi arabika di Desa Kayumas, harus menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat untuk menjaga kualitas kopi arabika. Sehingga kopi arabika Kayumas tetap menjadi komoditas ekspor.

“Agar kualitas tetap terjaga, hal pertama yang harus diperhatikan, jangan dipanen kalau masih hijau, usahakan yang merah saja, agar kualitas kopi arabika tetap terjaga. Kemudian rendam kopi arabika selama 36 jam,” terangnya.

Menurutnya, semakin lama kopi arabika direndam maka harum dan rasa kecutnya itu semakin terasa. Sebab, rasa kecut ini menjadi ciri khas kopi arabika.

Karna Suswandi saat memberikan keterangan pers nya kepada sejumlah awak media.

Ia juga menyampakan, kopi arabika sangat cocok ditanam di Desa Kayumas dan sekitarnya. Sebab, geografisnya yang merupakan wilayah pegunungan. Khusus untuk kopi arabika, jika lokasi penanamannya semakin tinggi daratannya, maka semakin bagus kualitasnya. Nah Desa Kayumas dan sekitarnya ini sangat cocok.

Baca Juga:  2 Nelayan Pessel yang Hilang Diterjang Ombak Ditemukan Meninggal Dunia

“Saya mengajak para petani untuk bertani dengan baik dan menjaga kualitas kopi, agar eksportir terus membeli kopi Kayumas sehingga kesejahteraan petani meningkat,” tutupnya.

Di lokasi yang sama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintoro menyampaikan, ada beberapa wilayah yang menjadi sentra kopi di Kabupaten Situbondo

Di antaranya di Desa Kayumas dan Dusun Taman Dadar, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Kecamatan Sumbermalang, Kecamatan Jatibanteng, dan Kecamatan Mlandingan.

“Di Kabupaten Situbondo, ada tujuh juta lebih pohon kopi baik itu jenis arabika maupun robusta. Jutaan pohon kopi ini tumbuh subur di lahan seluas 34.492 hektare dan total produksi 8.218 ton.” jelasnya.

Baca Juga:  APDESI Cabang Situbondo Hadiri Tasyakuran Penetapan UU Dana Desa di Jakarta. 

Hal tersebut disampaikan oleh Dadang, saat memberikan laporan dalam sambutannya, di acara Molong Kopi Sareng Bupati di lahan kopi arabika di Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo.

“Kopi Kayumas ini sudah menjadi kopi organik, petani di sini sudah tidak menggunakan pupuk kimia sama sekali. Sehingga produk kopi Kayumas kita ini banyak dicari pasar nasional maupun global,” tambahnya.

“Selain itu, petani kopi Kayumas juga sudah mampu mengolah kopi hasil panen menjadi kopi siap saji dengan kemasan yang menarik. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan mereka,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Berita Terbaru