Dapurrakyatnews – Jejak sejarah sebuah daerah tidak hanya tersimpan dalam bangunan bersejarah dan peninggalan leluhur, tetapi juga hidup melalui tradisi yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Salah satunya melalui haul, sebagai momentum mengenang jasa para pendahulu sekaligus memanjatkan doa untuk mereka yang telah berkontribusi dalam perjalanan sejarah daerah.
Semangat tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berencana menggelar Haul Akbar Raja-Raja Sumenep dengan skala lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga sarana memperkenalkan sejarah, tradisi, dan nilai-nilai keteladanan para raja kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Sumenep juga mengundang ulama dan perwakilan kesultanan dari berbagai wilayah di Madura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa penyelenggaraan haul tahun ini dirancang lebih besar sebagai upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan warisan budaya leluhur.
Menurutnya, mengenang para raja bukan sekadar mengingat perjalanan masa lalu, melainkan juga mengambil pelajaran dari nilai-nilai perjuangan dan pengabdian yang dapat diterapkan dalam kehidupan masa kini.
“Insya Allah, kegiatan haul tahun ini akan dilaksanakan lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kami ingin masyarakat semakin mengenal sejarah leluhur, sekaligus meneladani nilai-nilai kebaikan yang diwariskan para raja Sumenep,” kata Bupati.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah daerah sekaligus menjaga tradisi keagamaan dan kebudayaan yang telah berkembang selama berabad-abad.
Selain itu, kehadiran ulama dan kesultanan se-Madura diharapkan menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat hubungan antardaerah melalui penghormatan terhadap sejarah dan warisan leluhur.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Hendarti Anta Dewi, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Haul Akbar Raja-Raja Sumenep akan diawali dengan khataman Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, mulai pagi hingga pukul 19.00 WIB. Selanjutnya, pada malam hari, Haul Akbar dan doa bersama akan digelar di halaman Masjid Agung Sumenep.
Setelah rangkaian doa bersama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam para raja Sumenep di kawasan Asta Tinggi.
Hendarti menjelaskan, pelaksanaan haul tahun ini memiliki cakupan lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya. Selain melibatkan jajaran pemerintah daerah dan undangan lainnya, kegiatan tersebut juga direncanakan dihadiri para alim ulama dari empat kabupaten di Madura.
“Haul kali ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Selain melibatkan jajaran kepala daerah dan para undangan, kami juga mengundang alim ulama dari empat kabupaten di Madura,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para raja yang telah berperan dalam membangun dan meletakkan fondasi sejarah Sumenep, yang kini berkembang menjadi salah satu kabupaten di Pulau Madura.
Melalui doa bersama dan ziarah, masyarakat diajak mengenang jasa para pendahulu sekaligus merefleksikan nilai-nilai perjuangan, kepemimpinan, dan pengabdian yang dapat diwariskan kepada generasi penerus.
Pihaknya berharap seluruh rangkaian acara dapat berlangsung lancar dan khidmat, sekaligus menjadi bagian penting dalam menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep.
“Setelah haul dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam para raja di Asta Tinggi. Kami berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengenal serta menghargai sejarah leluhurnya,” pungkasnya.
Penulis : A. Junaidi
Editor : Redaksi







