Festival Tan Pangantanan untuk Mengenalkan Budaya Tradisional Daerah Sejak Dini kepada Anak

- Editorial Team

Sabtu, 25 Mei 2024 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu peserta saat mengikuti festival Tan Pangantanan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Salah satu peserta saat mengikuti festival Tan Pangantanan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan Sumenep, menggelar festival Tan Pangantanan yang diikuti oleh perwakilan SD dan TK dari 20 Kecamatan, yang ada di daratan dan Kepulauan Kabupaten Sumenep.

Kegiatan yang masuk dalam Calender Of Event tahun 2024, dengan peserta 25 kontingen jenjang TK dan 18 Kontingen jenjang SD, dilepas langsung oleh Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah, dengan mengambil start di depan rumah Dinas Bupati dan finish di Labeng Mesem Keraton Sumenep, Jawa Timur.

Dalam sambutannya Wakil Bupati menyampaikan, Tan Pangantanan merupakan tradisi budaya Kabupaten Sumenep yang perlu dilestarikan, kebudayaan tak benda ini merupakan peninggalan para leluhur kita karena ada sejak 1574 M yang dulu kita mengenalnya dengan Dek Nondek Neknong.

“Dek Nondek Neknong mempunyai arti menundukkan, yang mengajarkan kepada anak anak kita agar selalu menjadi anak yang tawaddu’ dan menghormat kepada orang yang lebih tua,” katanya. Sabtu (25/5/2024).

Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah bersama Agus Dwi Saputra dan pimpinan OPD saat membuka dan melepas peserta festival Tan Pangantanan.

Bahkan menurutnya, di dalam lagu Dek Nondek Neknong tersebut ada kalimat Mon Tak Nondek Jege Jeggur, yang artinya kalau tidak menunduk atau rendah diri maka ia akan disisihkan oleh masyarakat.

Baca Juga:  Diduga menjadi Sarang Oknum Mafia Tanah, Kepala BPN Sumenep Ancam Pecat Pegawainya

“Maka dalam acara pagi hari ini, kita mengajarkan unsur pendidikan kepada anak-anak kita, kemudian kerukunan dan Ketauladanan,” ujarnya.

Selain itu ia menyampaikan, tujuan diadakannya Tan Pangantanan selain untuk melestarikan budaya daerah, juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Sumenep.

“Dengan digelarnya acara ini, diharapkan dapat mengangkat perekonomian masyarakat, karena festival ini juga menggerakkan para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, menyampaikan bahwa Tan Pangantanan merupakan kegiatan yang masuk dalam Calender Sumenep Of Event 2024.

Baca Juga:  Korban Meninggal Akibat Sambaran Petir di Sumenep Bertambah Menjadi 2 Orang

Kegiatan ini, menurutnya, merupakan program Pemerintah Kabupaten Sumenep yang bertujuan, untuk meningkatkan perekonomian dan pariwisata, serta dalam rangka melestarikan dan meningkatkan kecintaan terhadap budaya daerah.

“Maka Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, menggelar festival Tan Pangantanan dengan tema Ngopeni Nen Maenan Kona,” ungkapnya.

Selain itu, tujuan dari dilaksanakannya festival Tan Pangantanan jenjang TK dan SD tahun 2024 ini, untuk meningkatkan program pariwisata yang nantinya diharapkan dapat berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat kabupaten Sumenep.

“Selain memperkenalkan budaya daerah sejak dini kepada anak didik, kegiatan ini untuk mengangkat perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Hari Jadi ke-757 Sumenep, Haul Raja-Raja Madura Jadi Momentum Merawat Sejarah dan Budaya
‎Haul Akbar Raja-Raja Sumenep Digelar Lebih Besar, Ulama dan Kesultanan se-Madura Diundang ‎
Bupati: Ritual Tatorbangan Desa Torbang, Upaya Merawat Warisan Leluhur Ditengah Perubahan Zaman
Semarak MCF 2026, Ribuan Warga Sumenep Saksikan Pentas Seni Budaya Antar Kabupaten
Bupati Situbondo Hadiri Festival Budaya Adat KK 26, Dorong Pengembangan Wisata Lokal
Pemdes Prambanan Gelar Kirab Budaya Petik Laut 2025 Sebagai Momentum Syukur dan Penggerak Ekonomi Lokal
Wakil Bupati Menerima Kunjungan Duta Budaya Indonesia di Pendopo Keraton Sumenep
Sekda Edy Rasyadi Membuka Pelaksanaan Pameran dan Lelang Lukisan di Pendopo Agung

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:13 WIB

‎Hari Jadi ke-757 Sumenep, Haul Raja-Raja Madura Jadi Momentum Merawat Sejarah dan Budaya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:25 WIB

‎Haul Akbar Raja-Raja Sumenep Digelar Lebih Besar, Ulama dan Kesultanan se-Madura Diundang ‎

Kamis, 17 September 2026 - 19:36 WIB

Bupati: Ritual Tatorbangan Desa Torbang, Upaya Merawat Warisan Leluhur Ditengah Perubahan Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Semarak MCF 2026, Ribuan Warga Sumenep Saksikan Pentas Seni Budaya Antar Kabupaten

Kamis, 26 Juni 2025 - 22:02 WIB

Bupati Situbondo Hadiri Festival Budaya Adat KK 26, Dorong Pengembangan Wisata Lokal

Berita Terbaru