Masyarakat Rahul Tapan Dihebohkan dengan Fenomena Hujan Es

- Editorial Team

Sabtu, 23 Maret 2024 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews, – Masyarakat Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan dihebohkan dengan fenomena aneh hujan es, Sabtu (23/3/2024) sore.

Peristiwa hujan es yang melanda wilayah Ranah Ampek Hulu Tapan, heboh dan viral di media sosial WhatsApp grup dan Facebook.

Dari video durasi pendek tersebut terlihat masyarakat merekam peristiwa aneh tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu video yang berdurasi satu menit ini, terlihat masyarakat menampung air hujan tersebut dengan tangannya.

Baca Juga:  Mas Bupati Gaet Media: Sinergi untuk Situbondo Maju

Disaat itulah air hujan yang bercampur dengan es kecil tersebut selama 10 menit.

Kemudian di salah satu postingan Facebook dengan akun Yha menulis dalam postingannya “Allahuakbar di Tapan dah turun hujan ess,.

Dari postingan tersebut, banyak yang komentar seakan tak percaya akan peristiwa aneh tersebut, karena tidak semua wilayah Mengalami fenomena hujan es tersebut.

Dari data yang dihimpun oleh dapurrakyatnews.com, diketahui terjadi di Nagari Binjai, Talang Balarik, dan Tebing Tinggi Tapan.

Baca Juga:  Dewan Pers Diminta Stop Pembodohan Publik Yang Mencederai Kemerdekaan Pers

Apa sebenarnya penyebab terjadinya fenomena hujan es tersebut?

Diketahui, hujan es batu merupakan cuaca alamiah yang sudah biasa terjadi. Bahkan, faktor penyebab hujan es adalah ketika suatu wilayah sedang mengalami peralihan musim, atau pancaroba dan ada awan Cumulonimbus.

Hal itu bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dalam penjelasan BMKG, Proses terjadinya hujan es tak jauh berbeda dengan hujan air biasa, yang membedakan adalah pada proses kondensasi atau penguapan.

Baca Juga:  Penemuan Diduga Sabu 35 Kg Gegerkan Perairan Masalembu, Terbesar dalam Sejarah Madura

Proses kondensasi adalah saat uap air berubah menjadi partikel-partikel es, yang dipengaruhi oleh suhu udara rendah di ketinggian.

Perlu diketahui, penyebab hujan es yang paling utama adalah pembekuan pada proses kondensasi ini.

Tepatnya, saat ada pengembunan mendadak akibat pergerakan massa udara naik dan turun sangat kuat, di dalam awan Cumulonimbus.

Hingga massa udara yang sangat kuat membentuk partikel es yang besar.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Berita Terbaru