Jepang akan Tanamkan Investasi Ratusan Miliar untuk Selesaikan Masalah Sampah di Sumenep

- Editorial Team

Senin, 26 Februari 2024 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menerima cinderamata dari perwakilan Japan Asian Economic Collaboration Association, di ruang VVIP rumah dinas Bupati Sumenep.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menerima cinderamata dari perwakilan Japan Asian Economic Collaboration Association, di ruang VVIP rumah dinas Bupati Sumenep.

Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Lingkungan Hidup, menggelar audensi dengan Japan Asian Economic Collaboration Association, yang mempunyai MOU dengan ASEAN dalam rangka untuk memberikan pinjaman lunak kepada pemerintah Indonesia.

Arif Susanto, AP, M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep menyampaikan bahwa, tahun ini, Kabupaten Sumenep terpilih dari sekian kabupaten, untuk menjadi salah satu daerah percontohan MOU dan penandatanganan, di bidang pengelolaan sampah dan pengelolaan air laut menjadi air mineral.

“Anggaran atau investasi yang nantinya akan dikucurkan sekitar 900 Milyar, yang menjadi bantuan dari Jepang ke Indonesia, dalam bentuk bantuan lunak dan pinjaman lunak jangka panjang antara 25 sampai 40 tahun,” kata Arif Susanto. Senin (26/2/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini, nantinya akan fokus dalam hal menangani sampah plastik atau sampah yang tidak dapat di daur ulang, dan pengelolaan air laut menjadi air tawar atau air mineral.

Baca Juga:  Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat XVII dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-48 Jawa Timur

“Sampah yang akan kita kerjakan adalah sampah yang tidak bisa di daur ulang, seperti sampah plastik dan ban bekas (karet),” ujarnya.

Menurutnya, hasil dari pengelolaan dari limbah plastik tersebut, yang nantinya akan dirubah menjadi Carbon aktif, yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan wallpaper, penyaring filter AC dan Battery mobil listrik.

“Carbon aktif ini, nantinya akan menjadi penyuplai produksi dalam negeri dan luar negeri,” tambahnya.

Ia juga menambahkan, Investasi yang ditanamkan oleh pihak Jepang, merupakan investasi jangka panjang, yang diawali dengan pembangunan infrastruktur yang memerlukan waktu sekitar 5 tahun.

“Selama pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang akan meraka kerjaan (Jepang), pemerintah daerah tidak akan terbebani, karena pemerintah daerah dapat menggandeng pihak ke 3, yang nantinya akan bertugas sebagai penjual, kepada pihak luar negeri ataupun dalam negeri,” terangnya.

Baca Juga:  Melalui Surat Keputusan Bupati, Bapenda Sumenep Salurkan Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep Arif Susanto saat bersama perwakilan Japan Asian Economic Collaboration Association.

Sementara untuk lokasi penyulingan air laut menjadi air mineral atau air tawar, pemerintah daerah ataupun dari pihak investor belum ditentukan.

“Lahan yang harus disediakan hampir 12 ha, untuk itu, kami bersama dengan pihak investor akan melihat 3 potensi seperti Talango, Bluto dan Saronggi. Alasannya, selain ketersediaan lahan, kita juga harus memikirkan segi efisiensi transportasinya,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan bahwa pihaknya mencoba berkomunikasi dengan Jepang, untuk menyelesaikan persoalan sampah.

Baca Juga:  Dinas Sosial Kabupaten Sumenep akan Menyalurkan BLT DBHCHT Kesejahteraan Masyarakat

“Namun, persoalan sampah ini bukan hanya menjadi persoalan Kabupaten Sumenep dengan Kepulauannya, namun juga persoalan Madura,” ucap Bupati.

Untuk itu kita berusaha melakukan berbagai macam inovasi, bagaimana merubah persoalan sampah yang rumit, menjadi sesuatu yang bermanfaat salah satunya dengan mengelola sampah menjadi Carbon aktif.

“Jadi harapan kita, dengan adanya investasi yang masuk ini, menjadi harapan jangka panjang mengatasi sampah di Sumenep dan sekitarnya, menjadi sesuatu yang bermanfaat,” imbuhnya.

Selain itu, carbon aktif hasil limbah sampah, saat ini menjadi sesuatu yang dilirik oleh pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, kita mendukung dan menyiapkan apa yang menjadi harapan dari pemerintah pusat.

“Bagaimana merubah dari sesuatu yang selama ini kita anggap sebagai masalah, namun akan menjadi sesuatu yang menghasilkan. Selain untuk menjaga lingkungan hijau, dan penyerapan tenaga kerja,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru