Home / Tak Berkategori

Ketua Banggar Ungkap Enam Tantangan Hadapi Ekonomi ke Depan

- Editorial Team

Senin, 9 Agustus 2021 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H M Said Abdullah ketua Banggar DPR RI

H M Said Abdullah ketua Banggar DPR RI

Jakarta, DapurRakyatNews – Menyusul angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2021 yang tumbuh mencapai 7,07 persen dibanding kuartal II 2020 dan pandemi Covid-19 yang belum selesai, Indonesia akan menghadapi enam tantangan masa depan. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyebut keenam tantangan itu masih berkaitan dengan masa pandemi Covid-19.

Pertama, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan mulai 3 Juli hingga 9 Agustus.2021, membawa konsekuensi perlambatan ekonomi pada kuartal III 2021 dan bahkan memantik kontraksi 1,7-2 persen.

“Ini perlu menjadi perhatian pemerintah,” kata Said dalam siaran persnya kepada Parlementaria, Jumat (6/8/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 Baca juga : Progres 0% Pekerjaan Nano-nano Hingga Kini, Kembali Disoroti

Kedua, agar tingkat kontraksi ekonomi pada kuartal III 2021 tidak terlalu dalam, maka pemerintah harus disiplin mencapai target penurunan Covid-19 dengan kebijakan PPKM -nya.

Baca Juga:  Pagar Rumah Dinas Bupati Sumenep Dihantam Mobil

“Dengan keberhasilan pengendalian Covid-19 dan PPKM tidak diperpanjang, maka saya perkirakan pada kuartal IV 2021, pertumbuhan ekonomi bisa kembali ke zona positif pada kisaran 4,7-5,2 persen,” ulas politisi PDI Perjuangan itu.

Ketiga, lanjut Said, seiring makin besarnya tingkat kasus positif Covid-19 di desa-desa, ditambah data BPS yang menunjukkan sektor pertanian, khususnya tanaman pangan terkontraksi 8,16 persen, maka harus diantisipasi oleh pemerintah agar tidak berdampak serius terhadap ketahanan pangan nasional. Sebab bila kasus positif Covid-19 di desa meningkat, ditengah pertumbuhan tanaman pangan yang terkontraksi, maka akan berdampak ganda, yakni akses layanan kesehatan di desa tidak sebanyak di kota, yang berakibat tingkat fatalitas akibat Covid-19 lebih tinggi dan terganggunya suplai pangan nasional.

Keempat, sebagai akibat dampak PPKM, pemerintah harus mengefektifkan program bantuan sosial, khususnya untuk keluarga miskin.

Baca Juga:  Awali Safari Ramadhan, Bupati Sumenep Kunjungi Kecamatan Giligenting

“Langkah ini untuk mengantisipasi kemungkinan kontraksi kembali terhadap tingkat konsumsi rumah tangga. Untuk menopang rumah tangga menengah atas, pemerintah perlu mendorong kebijakan insentif perpajakan yang memungkinkan spending mereka lebih besar lagi, agar tingkat konsumsi rumah tangga terjaga dengan baik di zona positif pada kuartal berikutnya,” jelas Said.

Kasus Konfirmasi Terendah, Kabupaten Sumenep Masuk PPKM Level 4

Kelima, masih kata Said, seiring dengan meningkatnya laju ekspor dan impor, yang pada kuartal II 2021 ekspor tumbuh 31,78 persen dan impor tumbuh 31,22 persen, maka pemerintah perlu mengantisipasi berbagai kegiatan ekspor impor yang menopang PDB. Misalnya, kejadian kelangkaan peti kemas, layanan Customs Excise Information System and Automation (CEISA) pada Ditjen Bea Cukai tidak lagi bermasalah, termasuk berbagai kegiatan pungli yang sempat ditemukan oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Juga:  Tahapan Penghitungan Suara Pilkades Selesai, ini Hasil nya

Keenam, lanjut Anggota Komisi XI DPR RI itu, pemerintah perlu mengantisipasi kebijakan tapering off (pengetatan moneter) yang rencananya akan dilakukan oleh The Fed pada Oktober 2021 mendatang, bila ekonomi Amerika Serikat (AS) menunjukkan perbaikan. Pemulihan ekonomi AS ini juga mendorong kemungkinan capital outflow pada pasar keuangan nasional yang konsekuensinya akan menekan rupiah.

Namun peluangnya potensi ekspor nasional akan meningkat, sebab AS adalah pasar ekspor tradisional Indonesia. Total ekspor ke AS pada tahun 2021 sebesar 12 persen dari total ekspor.

“Sekali lagi, saya minta pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kita di sepanjang tahun 2021. agar mampu bertahan pada kisaran 3,3-3,8 persen dengan mempertimbangkan segala tantangan yang akan kita hadapi pada dua kuartal mendatang,” tutup legislator dapil Jawa Timur XI itu.

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keadilan Sosial untuk Anak Kepulauan, Jangan Biarkan Siswa Hanya Mendengar Kabar MBG
‎Polresta Sumenep Amankan Terduga Pelaku Penipuan Dana Umrah Rp400 Juta
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih di Sumenep, Sumur Bor Disiapkan untuk 2027
Khofifah Akhiri Kunjungan di Sumenep, Beberkan Program Bansos hingga Beasiswa Rp50 Miliar
Video Adu Argumen Keluarga Pasien dan Perawat Viral, RS BHC Sumenep Lakukan Investigasi
Kunjungi Sumenep, Khofifah Salurkan Beragam Bantuan dan Gelar Layanan Sosial di Pantai Slopeng
Syahbandar Bersholawat, KSOP Kalianget Tanamkan Edukasi Keselamatan Pelayaran kepada Santri
Ribuan Warga Sapudi Meriahkan QRIS Jalan Sehat VIRAL Sumenep 2026

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Keadilan Sosial untuk Anak Kepulauan, Jangan Biarkan Siswa Hanya Mendengar Kabar MBG

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:40 WIB

‎Polresta Sumenep Amankan Terduga Pelaku Penipuan Dana Umrah Rp400 Juta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih di Sumenep, Sumur Bor Disiapkan untuk 2027

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Khofifah Akhiri Kunjungan di Sumenep, Beberkan Program Bansos hingga Beasiswa Rp50 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Video Adu Argumen Keluarga Pasien dan Perawat Viral, RS BHC Sumenep Lakukan Investigasi

Berita Terbaru