Dapurrakyatnews – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dengan menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat. Beragam program bantuan disalurkan dalam kegiatan yang dipusatkan di kawasan Pantai Slopeng tersebut.
Kegiatan itu mencakup khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan kesehatan gigi dan mulut, bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penyaluran bantuan untuk nelayan dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Khofifah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di kawasan Slopeng ini cukup banyak kegiatan yang kita lakukan. Salah satunya khitanan massal yang awalnya terdaftar 176 anak. Kami menyiapkan kuota hingga 200 anak agar lebih banyak masyarakat yang bisa mendapatkan manfaat,” kata Khofifah. Rabu (14/10/2026).
Selain khitanan massal, Pemprov Jatim juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Pelayanan tersebut melibatkan tenaga kesehatan dari sejumlah daerah, termasuk Surabaya, Sidoarjo, dan Sumenep, serta dukungan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair).
Khofifah berharap pelayanan kesehatan yang diberikan dapat membantu masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara lebih mudah, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan dalam menjangkau fasilitas kesehatan.
“Harapan kami, kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, berbagai bantuan sosial juga disalurkan kepada masyarakat. Di antaranya bantuan alat tangkap bagi nelayan, bantuan untuk penyandang disabilitas berat, serta program PKH Plus bagi warga lanjut usia berusia 70 tahun ke atas.
Pemprov Jatim juga memberikan perhatian kepada pelaku UMKM melalui program zakat produktif. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan usaha sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat setempat.
Tak hanya itu, rangkaian program sosial lainnya meliputi bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu), distribusi air bersih, pasar murah, serta beasiswa afirmasi bagi pelajar.
“Kita menggunakan pendekatan pembangunan manusia. Karena itu, perhatian kita tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan dan ekonomi. Ketiganya harus berjalan bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelas Khofifah.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Jatim menyiapkan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk program beasiswa afirmasi bagi 50 ribu pelajar tingkat SMA, SMK, dan SLB. Program tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak di Jawa Timur.
Pelaksanaan kegiatan di kawasan Pantai Slopeng juga melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI Angkatan Laut dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Khofifah menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan sosial tersebut.
Ia secara khusus mengapresiasi dukungan KRI Makassar-590, jajaran Armada II, serta unsur TNI AL lainnya yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Ini merupakan bentuk sinergi yang luar biasa antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan jajaran TNI Angkatan Laut. Kolaborasi seperti ini penting agar program pelayanan dan bantuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, kawasan pesisir dan kepulauan memiliki potensi kemaritiman yang besar sehingga perlu diperkenalkan kepada generasi muda sejak dini. Selain menyalurkan bantuan bagi nelayan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap laut dan kekayaan alam Indonesia.
“Kita ingin mengenalkan kepada anak-anak betapa indahnya Indonesia, Pantai Slopeng, dan Sumenep. Kita juga ingin mereka memahami bahwa Indonesia adalah negara maritim yang memiliki potensi besar,” terangnya.
Selain kegiatan sosial, Khofifah turut menyinggung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menangani kekeringan dan krisis air bersih yang melanda sejumlah daerah.
Menurutnya, Pemprov Jatim telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 6 September 2026 sebagai salah satu langkah untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan. Pelaksanaan operasi tersebut menyesuaikan informasi dan pemantauan kondisi awan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kami terus berupaya melakukan berbagai langkah, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca dan distribusi air bersih. Kami juga berharap melalui ikhtiar bersama, termasuk doa, hujan segera turun dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga berupaya mengidentifikasi sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pemetaan titik sumber air potensial, pembangunan akses distribusi, serta penyaluran air bersih ke wilayah yang mengalami kekurangan air.
Khofifah menyebutkan, terdapat 25 kabupaten/kota di Jawa Timur yang masuk kategori mengalami krisis air dan telah menetapkan status tanggap darurat sesuai kondisi masing-masing daerah.
”Pemerintah Provinsi Jawa Timur, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan penanganan kekeringan berjalan efektif dan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
Penulis : A. Junaidi
Editor : Redaksi







