Nadia Arsita Bayi Penderita Gastroschisis Lebih Berarti Daripada Sebuah Proyek Pembangunan

- Editorial Team

Sabtu, 31 Juli 2021 - 04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nadia Arsita, Bayi Penderita Gastroschisis Putri Dari Pasangan Marsadi dan Marlina, Asal Kepulauan Sapeken, Sumenep, Madura [foto/aditya]

Nadia Arsita, Bayi Penderita Gastroschisis Putri Dari Pasangan Marsadi dan Marlina, Asal Kepulauan Sapeken, Sumenep, Madura [foto/aditya]

SUMENEP, DapurRakyatNews – Seorang bayi terlahir dengan Gastroschisis asal Desa Sadulang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Membutuhkan kepedulian serta bantuan.

Kelahiran seorang anak bagi orangtua adalah sebuah anugerah terindah yang merupakan sumber kebahagiaan, begitu juga yang dirasakan oleh Marsadi dan Marlina saat menyambut kehadiran Nadia Arsita. Akan tetapi kebahagiaan yang dirasakan sepasang suami-istri itu bercampur dengan kesedihan, karena buah cinta mereka terlahir dengan Gastroschisis.

Baca Juga : Dirut PT Garam ; PHK Karyawan Kokargam Karena Kondisi Negara Tidak Normal

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gastroschisis adalah kelainan yang membuat bayi lahir dengan usus atau organ pencernaan lain berada di luar tubuh. Kondisi ini dapat dideteksi sejak masa kehamilan, tetapi bisa juga baru diketahui ketika bayi dilahirkan, seperti yang dialami oleh Nadia Arsita.

Baca Juga:  Stop Peredaran Obat Sirup, Dinkes Situbondo Surati Seluruh Apotek

Dengan kondisi kelainan Gastroschisis yang diderita Nadia Arsita, pihak Puskesmas Sapeken bergerak cepat dengan merujuknya ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Seperti yang disampaikan oleh H. Salim, Kepala Ruangan IGD Puskesmas Sapeken kepada DapurRakyatNews.

“Pagi tadi (Jum’at, 30/07_red) seorang bayi dengan Gastroschisis atas nama Nadia Arsita, putri dari Pak Marsadi telah kami rujuk ke RSUD dr. H. Moh Anwar. Mohon do’a dan bantuannya dari semua pihak. Karena sepertinya harus dirujuk kembali ke Surabaya.” Tuturnya.

Bayi Penderita Gastroschisis Lebih Berarti Daripada Sebuah Proyek Pembangunan

Lebih lanjut H. Salim yang juga membuka praktek bagi masyarakat membutuhkan dirumahnya menyampaikan. “Orangtuanya Nadia Arsita masyarakat kecil pak, mohon sekiranya dibantu untuk pengurusan administrasi yang diperlukan selama berada di Sumenep. Saya khawatir mereka kurang paham.” Pintanya.

Baca Juga:  56 TPS di Kabupaten Sampang Masuk Kategori Sangat Rawan

Awak media kemudian menghubungi Marsadi via sambungan seluler guna mengetahui pasti kondisi Nadia Arsita. Saat tersambung, Risfandi, yang merupakan paman dari Nadia Arsita mengatakan bahwa Marsadi sedang berada di ruangan MICU RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, mendampingi putrinya.

Subscribe👉 Dapur Rakyat News TV
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=xp3M4BFBbps[/embedyt]

Dalam komunikasi dengan Risfandi, dirinya mengungkapkan bahwa Nadia Arsita beserta orangtuanya tiba di RSUD dr. H. Moh. Anwar sekitar pukul 6 petang. “Menggunakan kapal Ekspres Bahari dari Kangean, setelah sebelumnya menggunakan perahu dari Sapeken” ungkapnya.

Saat ditanyakan apakah dijemput oleh Ambulance sesampainya di Pelabuhan Kalianget, Risfandi menjawab tidak. “Dari Kalianget menggunakan taxi-an (angkutan umum_red) pak.”

Baca Juga:  Kowil LSM Penjara Indonesia Jatim Soroti Pengusaha Jahe di Desa Landangan Situbondo 

Menurut Risfandi, esok hari pihak keluarga Nadia Arsita akan mengurus Surat Keterangan Rawat Inap guna keperluan pengurusan SPM (Surat Pernyataan Miskin) dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, yang diperlukan untuk rujukan ke Surabaya.

Baca Juga : Pejabat Sumenep Sindir Administrasi Birokrasi Berbelit RSUD Kebanggaan Sumenep

Ditengah keterbatasan ekonomi Marsadi-Marlina, dan juga pemahaman yang awam tentang administrasi birokrasi pelayanan kesehatan. Tentunya menuntut kepedulian sesama agar dapat membantu segala keperluan Nadia Arsita. Besar kecilnya uluran tangan segenap masyarakat Sumenep, sangat berarti untuk kesembuhan putri kecil asal kepulauan tersebut.

“Satu nyawa masyarakat Sumenep, lebih berarti daripada sebuah proyek pembangunan” Ujar Achmad Fauzi Bupati Sumenep.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru