Mudik Lebaran Diperbolehkan, Tapi Ini Syarat Yang Harus Kita Ketahui

- Editorial Team

Senin, 3 Mei 2021 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, DapurRakyatNews – Mudik adalah tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh para perantau menjelang akhir lebaran, pulang ke tanah kelahiran untuk bertemu kembali dengan keluarga setelah mengadu nasib di kota lain. Tradisi ini unik, karena hanya terjadi di Indonesia.

Namun semenjak pandemi covid-19, pada musim mudik lebaran tahun ini, Pemerintah Indonesia kembali melarang warganya mudik mulai 6-17 Mei 2021.

Namun ternyata bagi warga yang ingin “mudik” ke kampung halamannya masih diperbolehkan dengan catatan masih dalam rayon yang sama, yakni mudik lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mudik ini bersifat lokal artinya warga masih diperbolehkan berpergian. Dilansir dari media new.detik.com, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, mengatakan, pengertian mudik lokal adalah mudik yang diizinkan selama berada di wilayah aglomerasi.

Baca Juga:  Penguatan Ideologi Pancasila kepada Jejaring Panca Mandala di Provinsi Jawa Timur

Istilah mudik lokal ini mungkin masih asing bagi beberapa masyarakat di Indonesia. Menurut Budi, aglomerasi memiliki makna sebagai pengumpulan atau pemusatan dalam lokasi atau kawasan tertentu.

Dalam satu wilayah aglomerasi, warga diizinkan melakukan mudik lokal atau perjalanan antar kota atau kabupaten yang saling terhubung. Meski diizinkan, warga yang melakukan pergerakan di wilayah-wilayah tersebut tetap wajib mematuhi protokol kesehatan.

Di Jawa timur terdapat 38 Kabupaten dan kota yang dikelompokkan ke dalam 7 rayon serta satu rayon khusus yaitu Banyuwangi. Dengan adanya pengelompokan rayon ini maka semua perjalanan masyarakat di dalam rayon tersebut diperbolehkan.

Baca Juga:  Ketika Surat Edaran Pemerintah Ditafsirkan Sepihak Oleh Dinas PU Bina Marga Sumenep

“Iya boleh kalau masih dalam satu rayon. Tetapi, antar rayon tidak boleh, dan pasti diperiksa di pos penyekatan,” ujar Nyono selaku Kadishub Jatim saat dikonfirmasi media, Minggu (2/5/2021).

Meski perjalanan mudik lokal di dalam rayon diperbolehkan. Namun, warga tetap diharapkan untuk membawa surat izin, karena sewaktu-waktu untuk keperluan bila ada pemeriksaan.

Sedangkan untuk perjalanan antar rayon, kata Nyono, tidak diperbolehkan. Karena itu di setiap rayon sendiri, ada pos penyekatan dengan rayon yang lain.

Berikut perjalanan di 7 rayon Jatim yang diperbolehkan dan rayon khusus untuk Banyuwangi :

Baca Juga:  Warga Tolak Jenazah Turun di Pelra Kangayan, Ternyata Ini Sebabnya

1. Rayon I meliputi: Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto

2. Rayon II meliputi: Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo

3. Rayon III meliputi: Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo

4. Rayon IV meliputi: Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Nganjuk, Jombang, Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Trenggalek

5. Rayon V meliputi: Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan

6. Rayon VI meliputi: Bojonegoro, Tuban, Lamongan

7. Rayon VII meliputi: Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep.

Baca Juga : Geger, Pernyataan Kadinkes Tentang Kondisi Andi Sebenarnya

Penulis : Ferry Saputra
Editor   : Faldi Aditya

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng
‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 14:31 WIB

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru