Terlanjur Hancur, Pemerintah Desa Ketupat Abaikan PPKM Darurat?

- Editorial Team

Rabu, 21 Juli 2021 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara Resepsi Pernikahan Di Kediaman Ibu Ida, Dusun Banlendur, Desa Ketupat, Kecamatan Ra'as, Kabupaten Sumenep, Selasa (21/7) malam. [Gambar : Warga Setempat]

Acara Resepsi Pernikahan Di Kediaman Ibu Ida, Dusun Banlendur, Desa Ketupat, Kecamatan Ra'as, Kabupaten Sumenep, Selasa (21/7) malam. [Gambar : Warga Setempat]

SUMENEP, DapurRakyatNews – Disaat kondisi PPKM Darurat Jawa-Bali diterapkan, masih saja ada masyarakat yang tidak mengindahkan. Salah satunya seperti yang terjadi di Desa Ketupat, Kecamatan Ra’as, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Subscribe👉 Dapur Rakyat News TV

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Kepulauan Sumenep yang begitu tinggi belum juga menyadarkan masyarakat. Masih saja terdapat masyarakat menggelar acara yang sifatnya mengundang kerumunan, seperti acara hajatan misalnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=O3ql18v9_XY[/embedyt]

Padahal kegiatan yang melibatkan kerumunan masyarakat, untuk sementara ditiadakan pada masa PPKM Darurat. Termasuk juga acara resepsi pernikahan yang hanya bisa dihadiri maksimal 30 (tiga puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan ditempat resepsi, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

Sebagaimana yang tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 Tentang PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat di Jawa dan Bali. Hal tersebut masih diperkuat oleh Keputusan Bupati Sumenep Nomor 188/KEP/435.013/2021 Tentang PPKM Darurat di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga : Dewas RSUD dr. H. Moh. Anwar Mengundurkan Diri

Sebuah acara resepsi pernikahan yang dihadiri masyarakat banyak dan menyediakan sebuah hiburan, diketahui diadakan di Dusun Banlendur, Desa Ketupat, Kecamatan Ra’as, Selasa (20/07) malam, yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1442H/2021M.

Baca Juga:  Melalui Kita Jaga Usaha, BAZNAS Bangkitkan Pelaku UMKM di Paska Pandemi Covid-19

DapurRakyatNews kemudian mendapatkan rekaman audiovisual saat acara tersebut berlangsung. Salah satu masyarakat yang mengirimkan kepada redaksi kemudian memberikan keterangan.

Terlanjur Hancur, Pemerintah Desa Ketupat Abaikan PPKM Darurat?
Gambar Hasil Screenshot Video Amatir Yang Dikirim Oleh Salah Satu Warga Setempat, Selasa (20/7) malam.

“Ini di Dusun Banlendur kediaman Ibu Ida, resepsi itu digelar atas persetujuan kades. Sementara tidak ada tindakan dari Kasatgas Covid-19 Kecamatan, yaitu camat Ra’as.” Terangnya.

Baca Juga : Pemprov Jatim Sediakan Isi Ulang Oksigen Gratis, Ini Syaratnya

Masyarakat tersebut lalu menyampaikan agar awak media langsung klarifikasi kepada kades yang berwenang di desanya. Kades Ketupat M. Tamrin, saat dihubungi via sambungan seluler mengatakan.

Baca Juga:  Serangan Balik, Isu Oknum ASN Membawa Kabur Perempuan Bersuami

“Saya sudah tidak memberikan ijin acara tersebut dilaksanakan, tetapi sampeyan tahu sendiri bagaimana masyarakat. Alasannya mereka sudah ‘hancur’ (sudah mengeluarkan biaya untuk pelaksanaan hajatan_red), saya sampaikan bahwa ini kondisinya sedang PPKM Darurat.” Ujarnya, Rabu (21/7).

Tamrin juga menerangkan bahwa karena dirinya sudah tidak memberikan ijin tetapi masyarakat tetap bersikukuh mengadakan hajatan, maka dirinya membubarkan acara tersebut.

“Karena sudah tidak saya ijinkan masyarakat masih ngotot mengadakannya. Terpaksa saya bubarkan sekitar pukul 20:30 malam.” Katanya.

Baca Juga : Hadapi Covid-19 Itu Gampang Bila Paham Tiga Hal Ini

Sementara itu, Mashudi aktivis sosial yang kerap membantu permasalahan terkait pelayanan kesehatan di Sumenep, yang juga asli kelahiran Bumi Adhi Rasa, Ikut menanggapi terkait diselenggarakannya hajatan di Desa Ketupat, Ra’as, di tengah kondisi PPKM Darurat.

“PPKM Darurat ini salah satu upaya pemerintah untuk menekan laju penyebaran Covid-19 mulai dari tingkatan paling bawah. Desa harus jadi ujung tombaknya.” Tukas Mashudi, Aktivis yang tergabung di L.A.K (Lembaga Advokasi Kebijakan).

Baca Juga:  Nadia Arsita Bayi Penderita Gastroschisis Lebih Berarti Daripada Sebuah Proyek Pembangunan

Mashudi melanjutkan, “Kades kan tahu masyarakat mau mengadakan acara, semestinya ada upaya preventif dong. Masa Kades kalah dengan masyarakat, kemana juga Posko PPKM nya, kemana Satgas Covid-19 Kecamatan, baik itu Camat maupun Kapolsek?” Papar Didi Julak panggilan karibnya.

Ia berharap kepada pemerintahan yang paling bawah, agar dapat mengupayakan sosialisasi terus-menerus kepada masyarakat tentang bahayanya virus tersebut, “peran serta tokoh masyarakat juga tidak kalah penting membantu menjelaskan kepada masyarakat agar PPKM Darurat benar-benar dijalankan.” Tutup Didi Julak.

Baca Juga : Ra’as Foundation Lounching Perdana Jum’at Berkah

Camat Ra’as serta Kapolsek Ra’as yang dihubungi awak media guna meminta konfirmasinya terkait hajatan di Desa Ketupat Ra’as ini, belum menjawab hingga berita ini ditayangkan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru