Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus berupaya memperluas akses kesempatan kerja bagi masyarakat melalui pelaksanaan Job Fair 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara pencari kerja dengan perusahaan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan dan dunia usaha.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Syahputra, saat membacakan sambutan tertulis Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, Job Fair 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan kebutuhan pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada pencari kerja untuk mendapatkan informasi secara langsung mengenai peluang pekerjaan, persyaratan kompetensi hingga proses rekrutmen yang tersedia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Job Fair tahun 2026 ini menjadi ruang pertemuan yang memperpendek jarak antara pencari kerja dan pemberi kerja,” kata Agus saat membacakan sambutan Bupati Sumenep. Rabu (23/9/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan Job Fair juga memberikan manfaat bagi dunia usaha. Perusahaan dapat lebih mudah menemukan calon tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan organisasinya.
“Dengan demikian, Job Fair ini dapat menjadi salah satu instrumen untuk menciptakan proses penempatan tenaga kerja yang lebih efektif, terbuka dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Sumenep juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Agus menyampaikan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, lembaga pelatihan, organisasi profesi dan masyarakat.
“Pemerintah memiliki peran dalam menyiapkan kebijakan dan fasilitasi. Dunia pendidikan dan lembaga pelatihan berperan menyiapkan kompetensi, sedangkan dunia usaha membuka ruang kesempatan kerja dan pengembangan karier,” tuturnya.
Apabila seluruh unsur tersebut dapat berjalan secara sinergis, lanjut Agus, ekosistem ketenagakerjaan di Kabupaten Sumenep akan semakin kuat dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Sementara itu, Job Fair Sumenep 2026 diikuti sebanyak 35 perusahaan dengan jumlah lowongan kerja sekitar 2.956 posisi. Jumlah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat Sumenep, termasuk para lulusan baru yang sedang mencari pekerjaan.
“Kami berharap dengan adanya sekitar 2.956 lowongan ini, khususnya masyarakat Sumenep yang baru lulus sekolah dapat memanfaatkan kegiatan Job Fair ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Pemkab Sumenep juga memberikan apresiasi kepada seluruh perusahaan dan dunia usaha yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan Job Fair 2026.
Menurut Agus, keikutsertaan perusahaan menunjukkan adanya perhatian dan kepedulian dunia usaha terhadap pembangunan ketenagakerjaan di Kabupaten Sumenep.
“Kehadiran Bapak dan Ibu menunjukkan bahwa dunia usaha memiliki perhatian dan kepedulian terhadap pembangunan ketenagakerjaan di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkab Sumenep berharap perusahaan dapat memberikan kesempatan yang proporsional kepada tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan.
“Tenaga kerja lokal yang memperoleh kesempatan untuk berkembang tentu akan memberikan dampak positif bagi perekonomian di daerah,” jelasnya.
Pemkab Sumenep juga berharap pelaksanaan Job Fair 2026, tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat nyata dengan memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja.
Ke depan, berdasarkan sambutan yang dibacakan Sekda, pelaksanaan Job Fair juga diharapkan dapat dikembangkan melalui sistem daring dan luring agar jangkauannya semakin luas.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang nyata dan membuka semakin banyak kesempatan kerja bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kabupaten Sumenep, Drs. Mustangin, M.Si., menyampaikan sebanyak 2.956 lowongan kerja tersedia dalam pelaksanaan Job Fair di Kabupaten Sumenep. Seluruh lowongan tersebut diharapkan dapat terisi sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun perusahaan.
“Sebanyak 2.956 lowongan kerja ini mudah-mudahan bisa terpenuhi semuanya dan tentunya akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan perusahaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, tahun depan Job Fair akan digelar dua kali dalam setahun, yakni secara online dan secara konvensional seperti pelaksanaan saat ini.
“Untuk tahun depan ada dua agenda Job Fair dalam satu tahun. Pertama secara online dan kedua secara konvensional yang insyaallah dilaksanakan di gedung korpri ini, sedangkan untuk waktunya akan disesuaikan dan tidak bersamaan,” tutupnya.
Penulis : A. Junaidi
Editor : Redaksi







