Masyarakat Kesulitan Akses Pupuk Subsidi, Harapkan Solusi dari Pemerintah

- Editorial Team

Rabu, 4 Desember 2024 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

Dapurrakyatnews – Sekitar 250 Kepala Keluarga (KK) di Desa Kalowang, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, saat ini menghadapi kesulitan besar dalam memperoleh pupuk subsidi yang sangat dibutuhkan untuk masa tanam.

Hal ini disebabkan oleh aturan yang mewajibkan setiap penerima pupuk subsidi, harus terdaftar dalam Kelompok Tani (Poktan). Akibatnya, keluarga yang tidak masuk dalam kelompok tani, terpaksa kesulitan mendapatkan akses terhadap pupuk bersubsidi yang tersedia.

“Data yang kami himpun ada sekitar 250 KK di Desa Kalowang yang masih belum mendapatkan pupuk subsidi,” ujar Salam, tokoh pemuda Kepulauan Sapudi. Rabu (4/12/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan bahwa banyak keluarga yang kesulitan, karena aturan yang mengharuskan setiap penerima pupuk terdaftar dalam kelompok tani.

Baca Juga:  Satu dari 2 motor yang dicuri di Inderapura Ditemukan di Pinggir Jalan 

Di saat musim tanam sudah tiba, masyarakat yang tidak terdaftar merasa semakin terpuruk, karena tidak ada alternatif pupuk yang tersedia untuk dibeli.

“Tidak ada pupuk yang dapat dibeli, karena rata-rata yang turun ke Sapudi itu adalah pupuk subsidi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Salam berharap agar pemerintah segera mencarikan solusi, untuk keluarga yang tidak tercatat dalam kelompok tani.

“Kami berharap ada kebijakan yang lebih fleksibel, agar petani yang tidak terdaftar bisa tetap mendapatkan pupuk subsidi. Semoga ada solusi cepat dari pemerintah karena saat ini sudah musim tanam,” tambahnya.

Fenomena ini, menurut Salam, tidak hanya terjadi di Desa Kalowang saja, tetapi juga di desa-desa lain di Kecamatan Gayam dan Pulau Sapudi.

Ia menegaskan, bahwa kebijakan yang memerlukan keanggotaan dalam kelompok tani memang baik, untuk mencegah penyalahgunaan distribusi pupuk subsidi, tetapi harus ada perhatian lebih untuk petani yang tidak terdaftar.

Baca Juga:  Kepemimpinan Baru Perkimhub Sumenep, Harapan Terobosan untuk Pelayanan Publik

“Kebijakan ini memang baik, tapi bagaimana nasib petani yang tidak tercakup dalam kelompok tani?” tanyanya dengan penuh harap.

Sementara itu, Chainur Rasyid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, memberikan tanggapan terkait permasalahan ini.

Menurut Chainur Rasyid, untuk petani yang belum terdaftar dalam kelompok tani, mereka diharapkan untuk bergabung dengan kelompok tani terdekat.

“Jika memang layak, mereka dapat membentuk kelompok tani baru dan melakukan koordinasi dengan petugas di masing-masing kecamatan,” jelas Chainur.

Namun, Chainur juga mengakui bahwa untuk saat ini, mekanisme distribusi pupuk subsidi melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan), dan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) baru saja selesai disusun.

Baca Juga:  Musik Tongtong Pangeran Girpapas Berikan Dukungan untuk Fauzi-KH Imam Hasyim

Oleh karena itu, untuk jangka pendek, solusi langsung bagi petani yang belum terdaftar mungkin belum tersedia.

“Mekanismenya memang harus melalui proses administrasi yang ketat. Tetapi, petani yang belum terdaftar dapat bergabung dengan kelompok tani yang sudah ada, dan diharapkan kelompok tersebut bisa berbagi dengan mereka,” ungkapnya.

Meskipun pemerintah telah menyediakan jalur untuk mengatasi masalah ini, kenyataan bahwa musim tanam sudah dimulai membuat petani semakin khawatir jika solusi tidak segera terealisasi.

Masyarakat berharap agar ada perhatian lebih dari pihak berwenang, agar kebutuhan pupuk mereka bisa segera terpenuhi.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru