Diberitakan Menerima Sejumlah Uang, Kepala UPP Kelas III Sapeken : Ini Fitnah Keji Buat Saya

- Editorial Team

Kamis, 10 Agustus 2023 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Kepala kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Sapeken Mochamad Djumari, mengaku menjadi korban fitnah. Di mana dalam salah satu pemberitaan media online pada hari selasa (8/8) dikatakan, jika pihaknya menerima uang dari PT. MGA Energi Utama.

PT. MGA Energi Utama dengan mempergunakan jasa Kapal Cahaya Maulida membawa barang material, yang akan dipergunakan untuk uji coba pengeboran minyak di Desa Sepanjang. Sedangkan dari pemberitaan disebutkan bahwa bongkar muat BBM, padahal sesuai manifest yang dibawa alat alat proyek.

“Ini fitnah keji kepada saya, jelas jelas merugikan saya. Karena faktanya bukan BBM, namun PT MGA membawa barang material untuk rencana pengeboran minyak, bukan BBM. Jika memang tidak suka dengan kehadiran saya, jangan memfitnah macam macam seperti ini,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apalagi dalam pemberitaan tersebut, dikatakan, saya menerima uang untuk biaya pengawasan bongkar muat BBM Kapal Cahaya Maulida, di Pulau Sepanjang, dan yang diberikan oleh pihak PT MGA sebesar 17.000.000 rupiah.

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten Sumenep Menggelar Sosialisasi Pengawasan Perizinan Berbasis Risiko

“Nyatanya, untuk sementara pembayaran dipending terlebih dahulu, mengingat di Sapeken belum ada PBM yang terdaftar di Pusat. Untuk itu, kami dari UPP Sapeken masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait, tentang pembayaran PNBP Pendapatan Negara Bukan Pajak tersebut,” tutupnya.

Sementara itu Hendri Kurnia perwakilan agen pelayaran PT. Traders Pacific Lines, menjelaskan, kegiatan bongkar muatan di pulau sepanjang dimulai sejak tanggal 23-25/7/2023. Selain itu, kita juga sudah meminta ijin kepada kepala Desa Sepanjang, bahwa akan ada bongkar material milik PT MGA.

“Sesuai manifest, barang yang dimuat Kapal Cahaya Maulida adalah barang material milik PT MGA. Material atau alat yang akan digunakan dalam rangka uji coba pengeboran minyak,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tunaikan Janji Politik, Kepala Desa Sapeken Umrohkan Warga Desa nya

Ia menambahkan bahwa, di Pulau sepanjang akan ada uji coba pengeboran minyak, yang dulunya sumur tersebut dipegang oleh PT KEI, namun setelah 10 tahun, stop operasi dan akan dilanjutkan lagi oleh PT MGA.

“Jadi bisa saya pastikan yang dibongkar oleh kapal bukan BBM, tapi material pengeboran dan belum ada pembayaran, karena orang PT MGA sendiri menyatakan belum membayar, dan setahu saya pak Jumari juga belum melakukan penagihan,” tutupnya.

Andi Sutopo dari PT MGA membantah telah menyerahkan sejumlah uang kepada Kepala KUPP Sapeken, yang menurut pemberitaan salah satu media online, sebagai biaya pengawasan bongkar muat.

“Terkait pemberitaan bahwa saya menyerahkan sejumlah ke kepala UPP itu juga tidak benar, saya tidak akan mungkin kasih uang ke pak jumari kalau tidak ada tagihan,’ tegasnya.

Baca Juga:  Bupati Melepas Kirab Bendera Merah Putih yang Diikuti oleh Ribuan Masyarakat

Ia menjelaskan, karena kalau penagihan harus melalui PBM atau perusahaan bongkar muat yang harus nagih ke kantor. Sampai detik ini tidak ada pembayaran ke Pak Jumari, jadi apa yang disampaikan oleh pemberitaan tersebut tidak benar sama sekali.

“Makanya saat saya membaca beritanya, kaget kalau ada pembayaran yang telah diberikan ke pak Jumari. Soalnya dari bapak (jumari) yang ditagihkan belum ada, dan kemarin statusnya masih uji coba,” tambahnya.

Intinya saya tidak memberikan uang sepeserpun kepada pak jumari. Saat itu saya minta ijin untuk bongkar muat, karena perusahaan dalam kegiatan nanti masih uji coba, dan belum ada kegiatan apa apa dari sapeken.

“Beliau (Jumari) statusnya hanya sebagai pengawas kegiatan bongkar dan muat, dan juga keselamatan pelayaran,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru