Perluas Peluang Kerja untuk Lulusannya, SMKN 1 Rahul Tapan Gandeng BP3MI Sumbar

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews, – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan melakukan penandatanganan Nota kesepahaman (MoU) dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat, Rabu,(15/4/2026).

‎MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala SMKN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan, Aprison, S.Pd.,M.M.,Gr, bersama Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi.

‎Kepala Sekolah SMKN 1 Rahul Tapan, Aprison, S.Pd.,M.M.,Gr mengatakan, penandatanganan MoU tersebut merupakan salah satu bentuk keseriusan SMK dalam mewujudkan lulusan yang kompeten, mandiri, siap kerja dan berdaya saing global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎”Kerja sama strategis ini menjadi langkah konkret SMKN 1 Rahul Tapan dalam membuka akses lebih luas bagi lulusan untuk memasuki dunia kerja, termasuk peluang bekerja di luar negeri sebagai pekerja migran yang profesional dan terlindungi,” ucap Aprison saat di hubungi via WhatsApp Rabu (15/4) malam.

‎Penandatanganan ini sekaligus menandai dimulainya sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan lembaga pemerintah yang berfokus pada perlindungan serta penempatan pekerja migran Indonesia.

Baca Juga:  Dinas Pendidikan Sumenep Gelar Rakor PPDB 2024 di Hotel Asmi

‎Ia menuturkan, pihak sekolah menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada penyaluran tenaga kerja, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia.

‎Melalui kerja sama ini, para siswa akan mendapatkan pembekalan yang lebih komprehensif, mulai dari informasi peluang kerja, kesiapan mental, hingga pemahaman terkait prosedur dan perlindungan pekerja migran.

‎“Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam memastikan lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki daya saing tinggi serta akses informasi yang luas terhadap peluang kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Aprison.

‎Lebih Lanjut, Aprison menjelaskan, ruang lingkup Perjanjian Kerjasama ini yaitu, Sosialisasi informasi peluang kerja luar negeri dan prosedur migrasi yang aman, Pemetaan data profil siswa dan lulusan yang berminat bekerja ke luar negeri, Penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi (seperti bahasa asing atau teknis sektor tertentu).

Baca Juga:  Bupati A Busyro Karim Apresiasi Terobosan Pendidikan Paket Di Rutan Untuk Para Napi

‎”Selain itu dari BP3MI bisa menjadi Fasilitator pemberian sertifikasi bagi lulusan pelatihan, dan juga memberikan pendampingan dalam proses seleksi dan rekrutmen program penempatan kerja luar negeri (seperti G to G atau skema lainnya),” jelasnya.

‎Melalui MoU ini, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan pertukaran informasi, pelaksanaan sosialisasi, serta pembekalan teknis bagi siswa. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan mampu menekan angka pengangguran lulusan SMK sekaligus mendorong terciptanya tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di pasar global.

‎Perjanjian Kerjasama ini sebagai dasar untuk bersinergi dalam rangka peningkatan kompetensi siswa/ lulusan dari sekolah serta penyediaan informasi peluang kerja luar negeri yang aman serta tata cara penempatan sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

Baca Juga:  SMKN 1 Rahul Tapan Terima Bantuan Tefa dan Kerjasama dengan PT Capella Medan

‎Perjanjian Kerjasama ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatkan kualitas lulusan SMK agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional serta memberikan edukasi mengenai prosedur penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang legal dan aman guna mencegah praktik bekerja luar negeri non prosedural.

‎”Langkah SMKN 1 Rahul Tapan ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan vokasi dapat berperan aktif dalam menjawab tantangan dunia kerja, sekaligus membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih peluang karier yang lebih luas hingga ke kancah internasional,” tuturnya.

‎Sementara itu, BP3MI Sumatera Barat menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya memperkuat ekosistem penempatan pekerja migran yang aman, terarah, dan sesuai dengan kompetensi. Dengan keterlibatan langsung pihak sekolah, diharapkan calon pekerja migran dapat dipersiapkan sejak dini melalui jalur pendidikan formal.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rizky Righo Rulyadi Wakili Jatim Ajang OSN Nasional 2026
74 Kepala SD Negeri di Sumenep Terima SK Periode Kedua, Kadisdik Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan
Seleksi Calon Kepala Sekolah 2026 Dibuka, Disdik Sumenep Undang Guru ASN Penuhi Syarat
Khofifah Fokus Infrastruktur Daratan, 5 Kepulauan Sumenep Terlantar. Ketua PWRI: Kita Bukan Anak Tiri
Dana BOS SDN Batoporo Timur 1 Diaudit, Inspektorat: SPJ nya Kita Periksa
Sebanyak 30 Lembaga PAUD di Sampang Ditutup, Simak Alasannya
Angin Kencang Terjang Camplong Sampang, 60 Rumah dan SMPN 1 Rusak, Satu Warga Luka
Distribusi MBG Dibeberapa SD di Sampang Mandek, Ada Apa ?

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Rizky Righo Rulyadi Wakili Jatim Ajang OSN Nasional 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 11:34 WIB

74 Kepala SD Negeri di Sumenep Terima SK Periode Kedua, Kadisdik Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:53 WIB

Seleksi Calon Kepala Sekolah 2026 Dibuka, Disdik Sumenep Undang Guru ASN Penuhi Syarat

Rabu, 15 April 2026 - 22:04 WIB

Perluas Peluang Kerja untuk Lulusannya, SMKN 1 Rahul Tapan Gandeng BP3MI Sumbar

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:19 WIB

Khofifah Fokus Infrastruktur Daratan, 5 Kepulauan Sumenep Terlantar. Ketua PWRI: Kita Bukan Anak Tiri

Berita Terbaru

Rizky Righo Rulyadi, Siswa SDN Banyuates 1 Kabupaten Sampang,  peraih 5 besar ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Provinsi Jawa Timur Jenjang SD Mapel IPA 2026.

Pendidikan

Rizky Righo Rulyadi Wakili Jatim Ajang OSN Nasional 2026

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:08 WIB