Dinkes P2KB Sumenep: Imunisasi Massal Terus Dilakukan, Kasus Campak Tembus 2.741

- Editorial Team

Rabu, 10 September 2025 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Imunisasi Campak yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan P2KB Sumenep

Pelaksanaan Imunisasi Campak yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan P2KB Sumenep

Dapurrakyatnews – Dinkes Sumenep Gencarkan Imunisasi Massal untuk Kendalikan Wabah Campak. Sejak ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran wabah campak, terutama di kalangan anak-anak dan balita. 

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi campak massal di seluruh wilayah.

Menurut data terbaru Dinkes P2KB Sumenep per Rabu, 10 September 2025, angka penyebaran campak memang masih tergolong tinggi. Meski begitu, tren penurunan mulai terlihat. 

Sebelumnya, jumlah pasien anak yang dirawat mencapai 100 orang. Kini, tercatat tersisa 86 pasien anak yang masih menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, H. Achmad Syamsuri, yang akrab disapa H. Mamad. 

Ia menegaskan bahwa penurunan jumlah pasien bukan berarti wabah sudah terkendali sepenuhnya. Masyarakat tetap diminta untuk waspada dan aktif mengikuti imunisasi.

“Saat ini tersisa 86 anak yang masih dirawat, baik di rumah sakit maupun di puskesmas. Walaupun ada penurunan, kita tidak boleh lengah. Vaksinasi harus terus dilakukan, terutama bagi anak-anak yang belum diimunisasi,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).

Baca Juga:  Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba

Berikut rincian distribusi pasien yang masih dirawat:

1. RSUD dr. H. Moh. Anwar: 20 pasien

2. RSI Garam Kalianget: 10 pasien

3. RSU Sumekar: 10 pasien

4. RS BHC: 0 pasien

5. RSIA Esto Ebu: 0 pasien

6. RSUD Abuya: 0 pasien

7. 15 Puskesmas se-Kabupaten Sumenep: 48 pasien

Syamsuri menjelaskan bahwa upaya utama saat ini adalah memutus mata rantai penularan virus melalui kegiatan imunisasi massal yang terus digencarkan.

“Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi sebagai perlindungan utama terhadap campak. Kami berharap semua pihak aktif mendukung program ORI ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Sejak Bupati Achmad Fauzi, Angka Kemiskinan Menurun, Ini Buktinya

Hingga saat ini, total kasus suspek campak di Kabupaten Sumenep telah mencapai 2.741 kasus. Dari jumlah tersebut:

1. 2.603 pasien telah dinyatakan sembuh

2. 20 pasien meninggal dunia

Syamsuri juga mengakui bahwa meskipun sebagian besar pasien telah sembuh, kasus baru masih terus bermunculan karena transmisi penularan di masyarakat masih berlangsung aktif.

“Karena penularannya masih terjadi, jumlah suspek terus bertambah. Oleh sebab itu, kewaspadaan dan kolaborasi semua pihak sangat diperlukan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru