Sejak Bupati Achmad Fauzi, Angka Kemiskinan Menurun, Ini Buktinya

- Editorial Team

Jumat, 31 Mei 2024 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam salah satu acara yang digelar pemerintahan Kabupaten Sumenep

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam salah satu acara yang digelar pemerintahan Kabupaten Sumenep

Dapurrakyatnews – Sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif, sangatlah penting dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Pemerintah daerah melakukan identifikasi dan pemetaan data kemiskinan yang akurat dan komprehensif, termasuk karakteristik dan penyebab kemiskinan di wilayahnya.

Sementara Legislatif, memberikan masukan dan saran dalam penyusunan kebijakan pengentasan kemiskinan, yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti halnya yang disampaikan oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, tentang bagaimana pihaknya bersama-sama dengan legislatif, bekerja untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumenep, yang disampaikan eksklusif kepada dapurrakyatnews, di Pendopo Keraton Sumenep, Jawa Timur. Jum’at (31/5/2024).

“Pengentasan kemiskinan ini kita pikirkan bersama sama, jadi seluruh kebijakan pemerintah daerah selaras dengan DPRD Sumenep, karena DPRD Sumenep bagian dari fungsi pengawasan, dan mereka sudah mengawasi dengan benar,” kata Bupati

Baca Juga:  Gelar Pelaksanaan Sub Pin Polio, Ini Harapan Kepala Desa Karangnangka

Menurutnya, Kabupaten Sumenep secara angka kemiskinan sudah turun. Saat dirinya dilantik di bulan Februari 2021, angka kemiskinan di angka 20,55%, di tahun 2022 turun di angka 18,76% dan turun lagi ke angka 18,7% di tahun 2023.

“Jadi memang ada progres bertahap,  kecuali angka kemiskinan tidak turun, baru menjadi problem, yang artinya pemerintah daerah dan DPRD tidak bekerja,” ungkapnya.

Selain itu, semua kebijakan yang dilakukan, menurut Bupati berhasil, karena mampu menurunkan angka kemiskinan, dan Kabupaten Sumenep, merupakan satu satunya Kabupaten yang penurunan tingkat kemiskinannya baik.

“Kenapa saya sampaikan pemerintah daerah dan DPRD, selama saya menjabat selaras, karena seluruh kebijakan yang kita berikan berpengaruh kepada beberapa hal, seperti UHC, BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, bantuan pupuk gratis dan lainnya,” ujarnya.

Salah satu kebijakan yang dibuat antara pemerintah daerah dan DPRD tersebut, mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga:  Lagi-Lagi...! RSUD Moh Anwar Sumenep Mengecewakan

Tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Sumenep 2,6%, di tahun 2022 naik 3,11%, dan tahun 2023 naik ke 5,35%.

“Apakah capaian tersebut dianggap tidak berhasil dalam pengentasan kemiskinan, karena untuk mencapai angka tersebut bukan pekerjaan yang mudah,” terangnya

“Artinya kalau DPRD tidak mensupport pemerintah daerah, pasti capaian di atas tidak akan terjadi,” imbuhnya, sambil menikmati Singkong Rebus dan Segelas Teh hangatnya

Setelah menikmati Singkong Rebusnya, dapurrakyatnews menanyakan tentang pengangguran terbuka di Kabupaten Sumenep.

“Jika kita bicara tentang pengguran terbuka, pengguran terbuka Kabupaten Sumenep saat ini paling rendah yaitu 1,78%,” jawabnya.

Jadi bisa dikatakan, segala sesuatu yang kita lakukan bersama-sama akan berhasil, dengan tempo 3 tahun. Misalnya investasi, Kunjungan Wisata, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) semua bergerak positif.

“Maka jangan melihat kemiskinan saja, kemiskinan kita turun, walaupun tidak bisa langsung signifikan,” ucapnya dengan mimik serius.

Baca Juga:  23 Orang Anggota Pramuka SMAN I Gayam Gelar Uji Nyali

Dulu kita ada di nomor 2 tingkat kemiskinannya dan kita mampu naik ke peringkat 3. Kenapa penurunan angka kemiskinan kita tidak nampak, karena rank kita dengan peringkat nomor 4 dan 5 sudah jauh di atas kita.

Saat itu kita diangka 20,55% di tahun 2021, sedangkan Probolinggo lalu Kabupaten Tuban yang ada di atas kita sudah di angka 15% tingkat kemiskinannya.

“Saya tidak akan menoleh ke kanan dan ke kiri, dan tidak akan menyalahkan pemerintahan terdahulu, saya akan melihat ke depan. Apa yang diwariskan oleh pemerintahan terdahulu yang baik saya lanjutkan, yang kurang baik akan saya perbaiki,” pungkasnya, sambil berucap, Makan dulu Singkong rebusnya.

 

Bersambung : Apa itu Gini Rasio

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru