Pelaku Tindak Pidana Pencabulan Anak Dibawah Umur Diamankan di Malang

- Editorial Team

Rabu, 26 Februari 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Pada Senin, 24 Februari 2025, sekitar pukul 22.30 WIB, Tim Gabungan Unit Resmob Polres Sumenep dan Unit VI Siber Polres Malang berhasil mengungkap kasus tindak pidana persetubuhan dan pencabulan.

Kasus ini dilaporkan langsung oleh ibu korban, A (47), warga Desa Banbaru, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep. Korban, WS (12), menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh ayah tirinya, S (43), warga Desa Lombang, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep.

Menurut keterangan yang diperoleh, peristiwa ini pertama kali terjadi pada tahun 2023, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, korban berada di rumah bersama pelaku, sementara ibu korban sedang berjualan di warung. Pelaku kemudian melakukan tindakan bejatnya terhadap korban.

“Kejadian ini berlangsung berulang kali sejak tahun 2023. Setiap kali melakukan aksinya, pelaku menjanjikan uang sebesar Rp50.000 kepada korban dan mengancam akan membunuhnya, jika berani melaporkan perbuatannya kepada sang ibu,” ungkap Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S., S.H. Rabu (26/2/2025).

Pada Senin malam, 24 Februari 2025, Tim Gabungan Unit Resmob Polres Sumenep dan Unit VI Siber memperoleh informasi bahwa pelaku berada di wilayah hukum Polres Malang.

Baca Juga:  Hari ini 3 Kasus Tindak Pidana mendapatkan Restorative Justice dari Kejaksaan Negeri Sumenep

Setelah melakukan penyelidikan, tim akhirnya berhasil menangkap pelaku di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Dalam penangkapan tersebut, petugas juga menyita barang bukti berupa satu unit ponsel merek Infinix berwarna hitam milik pelaku.

Saat diinterogasi, pelaku mengakui seluruh perbuatannya. Barang bukti tambahan berupa hasil visum serta pakaian korban, juga telah diamankan sebagai bukti pendukung.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Ayat (3), (2), dan (1) serta Pasal 82 Ayat (2) dan (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Pastikan Pembangunan Rumah Warga Relokasi Gempa Cianjur Dimulai

“Pelaku terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun serta denda hingga Rp5 miliar,” ucapnya.

“Selain itu, karena pelaku merupakan orang tua tiri korban, hukuman yang dijatuhkan akan ditambah sepertiga dari ancaman pidana yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng
‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru