Satpol PP Sumenep Andalkan Siroleg untuk Memperketat Pengawasan Rokok Ilegal

- Editorial Team

Rabu, 23 Oktober 2024 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Dalam upaya memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Sumenep, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bekerja sama dengan Bea Cukai Madura memperkenalkan Sistem Pelaporan Rokok Ilega (Siroleg).

Aplikasi ini diharapkan dapat mempercepat pengawasan dan penindakan, terhadap rokok tanpa pita cukai yang beredar di pasaran. Rabu (8/10/2024).

Rapat koordinasi serta bimbingan teknis (Bintek) digelar di Aula Kantor Satpol PP Sumenep, yang dihadiri oleh tim khusus yang telah dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Sumenep, untuk mengumpulkan informasi terkait rokok ilegal selama tahun 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andy Saputra dan Moh. Hendra Asmara, narasumber dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Madura, memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pengawasan barang kena cukai ilegal.

Baca Juga:  Camat Sapeken Apresiasi Program Mudik Gratis, Harap Masyarakat Ikuti Jadwal Kapal Agar tidak ada Penumpukan Penumpang 

Mereka menekankan bahwa pengendalian rokok ilegal tidak hanya mengurangi kerugian negara, tetapi juga melindungi kesehatan masyarakat.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Sumenep, Nurus Dahri, menjelaskan bahwa Siroleg merupakan inovasi yang memudahkan pelaporan dari masyarakat maupun petugas, terhadap peredaran rokok ilegal.

“Aplikasi ini memungkinkan kami untuk lebih cepat merespons laporan masyarakat, sehingga peredaran rokok ilegal bisa segera ditindak,” jelas Nurus.

Kasatpol PP Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, juga menegaskan komitmen Satpol PP dalam menjalankan pengawasan barang kena cukai, khususnya rokok.

“Rokok ilegal tidak hanya berdampak pada pendapatan negara, tapi juga pada kesehatan masyarakat. Dengan Siroleg, kami harap pengawasan bisa lebih optimal dan terarah,” ujar Wahyu.

Baca Juga:  Begini Pelaksanaan Integritas Layanan Primer di Puskesmas Pangarengan

Menurutnya, upaya memberantas rokok ilegal adalah bagian dari tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan pusat. Dalam hal ini, peran Satpol PP adalah mengumpulkan informasi dan melaporkannya melalui Siroleg, sementara otoritas penindakan ada di tangan Bea Cukai.

Wahyu juga menyinggung tentang pentingnya dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT), yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 215/PMK.07/2021. Dana ini, selain menjadi sumber pendapatan negara, juga digunakan untuk mendukung pembangunan di daerah penghasil cukai seperti Sumenep.

“Kami ingin personel Satpol PP semakin profesional dalam menjalankan tugas mereka di lapangan, terutama terkait pengumpulan informasi dan pelaporan rokok ilegal. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap peredaran rokok ilegal di Sumenep bisa ditekan secara signifikan,” imbuhnya.

Baca Juga:  PT Dharma Lautan Utama Siap Melayani Angkutan Lebaran 2023 Antar Pulau. 

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, turut mengajak masyarakat untuk mendukung upaya pemberantasan rokok ilegal dengan hanya membeli produk yang dilengkapi pita cukai resmi.

“Cukai yang dibayarkan tidak hanya berkontribusi pada kas negara, tetapi juga kembali ke daerah dalam bentuk dana DBHCHT untuk pembangunan,” kata Dadang.

Melalui kolaborasi ini, Satpol PP Sumenep berharap Siroleg bisa menjadi solusi konkret dalam mengatasi peredaran rokok ilegal, yang selama ini kerap merugikan negara dan masyarakat.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru