Pemanfaatan DBHCHT 2024, Situbondo Fokus pada Kesejahteraan, Kesehatan, dan Penegakan Hukum

- Editorial Team

Jumat, 4 Oktober 2024 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Situbondo Saat dikonfirmasi Awak Media DapurRakyatNews

Kepala Bappeda Situbondo Saat dikonfirmasi Awak Media DapurRakyatNews

Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten Situbondo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di tahun 2024.

Melalui alokasi DBHCHT Tahun 2024 Kabupaten Situbondo menerima alokasi DBHCHT sebesar Rp 77,1 miliar, yang akan disalurkan untuk berbagai program di bidang kesejahteraan, kesehatan, dan penegakan hukum.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Situbondo, Sugiono, penggunaan DBHCHT ini sangat krusial dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alokasi dana DBHCHT ini menjadi salah satu sumber pendanaan penting bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di bidang kesehatan, sosial, dan penegakan hukum,” kata Sugiono. Jum’at (4/10/2024).

Baca Juga:  Komisi V DPR RI, Hadiri Sosialisasi Program P3-TGAI dan BSPS di Desa Kedungdowo.

Sebanyak 50% dari total alokasi dana, yaitu sekitar Rp 38,5 miliar, akan digunakan untuk program kesejahteraan masyarakat. Beberapa program unggulan yang akan dijalankan antara lain pelatihan penguatan kelembagaan petani, pengadaan pupuk organik, traktor, dan kendaraan roda tiga untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Kami juga fokus pada pembangunan infrastruktur pendukung, seperti pembuatan sumur dalam dan irigasi, serta rehabilitasi jalan produksi,” ujarnya.

Tak hanya itu, bantuan bibit tanaman seperti mangga, alpukat, dan durian juga akan diberikan kepada petani sebagai upaya untuk meningkatkan diversifikasi produk pertanian.

“Ini diharapkan dapat mendorong peningkatan pendapatan petani serta mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas,” tambahnya.

Di sektor kesehatan, anggaran DBHCHT akan difokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 0823-12/Suboh Bersama Warga Bersihkan Aliran Sungai Desa Suboh

“Kami akan menggunakan dana ini untuk penyediaan sarana dan prasarana kesehatan, pembangunan sanitasi, pengelolaan limbah, serta pembayaran iuran jaminan kesehatan bagi penduduk yang terdaftar oleh pemerintah daerah,” lanjutnya.

Tiga rumah sakit milik pemerintah daerah, yaitu RSUD dr. Abdoer Rahem, RSUD Besuki, dan RSUD Asembagus, juga mendapat bagian dari alokasi ini, masing-masing menerima lebih dari Rp2,8 miliar hingga Rp6,7 miliar untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan di wilayah mereka.

Dana DBHCHT juga akan dimanfaatkan untuk mendukung upaya penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan rokok ilegal. Alokasi anggaran sebesar 10 persen akan digunakan untuk sosialisasi ketentuan di bidang cukai, pembinaan industri hasil tembakau, serta operasi pemberantasan barang kena cukai ilegal.

Baca Juga:  Satpol PP Situbondo Diperkuat, Perang Terhadap Rokok Ilegal Dimulai Lewat Pelatihan Siroleg 

“Peredaran rokok ilegal masih menjadi masalah serius, karena sangat merugikan negara dan masyarakat. Oleh karena itu, dana ini juga akan digunakan untuk kampanye pemberantasan rokok ilegal di Situbondo,” ungkapnya.

Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Situbondo juga mendapatkan alokasi dana ini, termasuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) dengan Rp16,9 miliar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPP) sebesar Rp4,5 miliar, dan Satpol PP sebesar Rp5,9 miliar.

‘Dengan alokasi dana DBHCHT yang dikelola dengan baik, Pemkab Situbondo berharap dapat terus mendukung. pembangunan daerah, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,’ pungkasnya

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru