Politik, Demokrasi dan Calon Tunggal Pemilihan Kepala Daerah

- Editorial Team

Rabu, 31 Juli 2024 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ki Demang

Dapurrakyatnews – Pro – kontra soal calon tunggal dalam pilkada serentak, sampai sekarang masih mengundang tanggapan dari berbagai pihak. Ada yang tidak setuju karena dianggap membunuh proses demokrasi, sampai muncul dugaan adanya gerakan senyap memborong rekomendasi pencalonan dari partai politik pengusung di pusat dan menjegal calon yang lain.

Bagi mereka, munculnya calon tunggal adalah bentuk gagalnya partai politik dalam mencetak atau menyiapkan kader pemimpin yang handal, dalam merespon pergantian kepemimpinan dilevel daerah maupun pusat apapun tantangannya.

Baca Juga:  LazisNu Manding Terapkan Program Sepasang Ayam Kampung untuk 1 Anak Yatim

Partai politik harus siap dan tanggap merespon perkembangan zaman. Meskipun persoalan yang dihadapi partai bukan hanya masalah leadership, persoalan yang lain juga tidak kalah penting seperti politik anggaran yang wajib difahami dan kuasai setiap kader partai, hingga dibentuklah sekolah politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disisi lain ada yang setuju dengan calon tunggal, karena pelaksanaan pilkada dengan munculnya calon tunggal, sisi positifnya tidak menyisakan gesekan dan ketegangan politik antar pendukung dilapisan bawah. Selain itu bisa menekan biaya politik dan bahkan bisa menekan adanya praktek money politik yang belakangan semakin liar tak terkendali. Realitas politik juga harus ditangkap dan disikapi oleh elit politik, agar rakyat tidak terjebak dalam pesimisme politik.

Baca Juga:  Bupati Fauzi Melepas Kontingen Kabupaten Sumenep pada Porprov ke VIII

Masing-masing kelompok yang pro dan kontra mempunyai alasan yang kuat dan logis, tapi disitulah letak seninya politik dalam konteks berdemokrasi ala Indonesia. Semua sudah diatur dalam undang-undang dan peraturan turunannya. Meskipun tidak semua rakyat memahami pokok masalahnya. Disinilah pentingnya pendidikan politik etis bagi bangsa ini.

Baca Juga:  Miss Queen Asal Desa Tenggir Ikuti Lomba Senam Khas Kabupaten Situbondo.

Sebagai santri, menyikapi pro – kontra soal calon tunggal dalam pilkada 2024 sangatlah sederhana. Dalam kaidah Fiqhiyyah sudah dijelaskan :

الأَصْلُ فِي الْمُعَامَلاَتِ اَلْإِبَاحَةُ إِلاَّ أَنْ يَدُلَّ دَلِيْلٌ عَلَى التَّحْرِيْمِ.

“Pada dasarnya, segala bentuk muamalat diperbolehkan kecuali ada dalil yang mengharamkannya atau meniadakan kebolehannya”.

Jadi, selagi tidak ada aturan yang melarang, manuver politik dalam bentuk apapun, adalah sah-sah saja hukumnya. Sebagai rakyat, kita tidak usah mikirin persoalan tersebut terlalu jauh. Santai saja !!!!

Wallahu a’lam.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru