Pemerintah akan Larang Mobil Mewah dan Mobil Dinas TNI/Polri Konsumsi Pertalite

- Editorial Team

Minggu, 12 Juni 2022 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPH Migas / Ketua Komite BPH Migas Erika Retnowati.

Kepala BPH Migas / Ketua Komite BPH Migas Erika Retnowati.

Dapurrakyatnews – Pemerintah akan melarang mobil mewah, menggunakan bahan bakar penugasan atau Pertalite. Saat ini pemerintah sedang menyusun aturan pendukung, atau Implasementasi kebijakan ini. Selain itu juga tengah menggodok revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014, tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Erika Retnowati mengatakan, nantinya klasifikasi kendaraan mewah akan dilihat dari volume ruang silender, pada mesin mobil atau yang lebih dikenal dengan istilah Cubicle Centimeter (CC). Namun demikian ia belum merinci secara detail, besaran skala CC yang dimaksud.

Baca Juga:  Seorang Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas dalam Parit

Ia mengatakan untuk melakukan kajian kretiria besaran CC, pihaknya menggandeng pihak dari Universitas Gajah Mada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain mobil mewah, kendaraan yang juga akan dilarang membeli Pertalite adalah kendaraan Dinas milik TNI/Polri, serta kendaraan milik BUMN,” kata Erika, Selasa (11/6/2022).

Baca Juga:  Menteri PANRB, Pemerintah Tetapkan Formasi 572.496 ASN Tahun 2023

Rencananya diharapkan kebijakan ini akan diuji coba, pada bulan Agustus atau September mendatang.

“Tadi kami sampai pada kesimpulan bahwa nantinya, akan ditetapkan berdasarkan CC nya,” ujar Erika

Karena kami juga melihat kontruksinya, bahwa mobil mewah itu umumnya CC nya besar, kemudian ia juga akan mengkonsumsi BBM yang lebih banyak.

“Sedangkan pertalite ini, harganya masih di bawah harga keekonomian dan pemerintah, harus memberikan kompensasi dan diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu. Mobil mewah tentu tak diperkenankan,” imbuh Erika.

Baca Juga:  Wakil Bupati Situbondo Bagikan Bantuan Pangan, Begini Tanggapan Kades Asembagus

Kemudian juga bahwa mobil mewah tersebut, tidak dirancang untuk mempergunakan Pertalite, karena ada spesifikasi khusus pemakaian bahan bakarnya.

“Jadi sebenarnya, misal orang orang pemilik mobil mewah menggunakan pertalite, juga menjadi tidak optimal juga dari kinerja mesinnya, atau bahkan nanti lama lama mesinnya akan rusak mesinnya,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng
‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 14:31 WIB

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru