Cek Nama, Berikut Jenis Bansos Yang Akan Disalurkan Masa PPKM Darurat Pekan Ini

- Editorial Team

Selasa, 6 Juli 2021 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Penerima Bantuan Sosial Pemerintah [foto/saputra]

Ilustrasi Penerima Bantuan Sosial Pemerintah [foto/saputra]

JAKARTA, DapurRakyatNews – Presiden Joko Widodo meminta beberapa kementerian atau lembaga terkait, guna mempercepat sekaligus memastikan penyaluran Bansos (Bantuan Sosial) tepat sasaran.

Subscribe👉 Dapur Rakyat News TV 

Untuk PKH (Program Keluarga Harapan) menyasar 10 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat), Program Bansos Sembako 18,8 juta KPM, dan perpanjangan BST (Bantuan Sosial Tunai) Mei-Juni 10 juta KPM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut Jenis Bansos Yang Akan Disalurkan Masa PPKM Darurat Pekan Ini
Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat jumpa pers secara virtual selepas sidang kabinet paripurna [foto/IST]
“Ini instruksi Presiden Jokowi bahwa seluruh program pemberian Bansos dapat disalurkan kepada masyarakat penerima pada pekan ini.” Ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Senin (05/7) kemaren.

Cek Bansos klik disini

Sri Mulyani melanjutkan, bahwa bansos tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat ditengah kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat.

Baca Juga : Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah, Diduga Langgar KIP

“Kemudian perlindungan sosial agar dilakukan akselerasi pembayarannya minggu ini, terutama PKH untuk dimajukan triwulan ketiga ini bisa dibayarkan di bulan Juli sehingga bisa membantu masyarakat,” Jelas Menkeu.

Kartu sembako, imbuh Sri Mulyani, yang sekarang ini jumlah targetnya 15,93 juta penerima, bisa dinaikkan lagi targetnya ke 18,8 juta, dan bantuan tunai untuk 10 juta KPM selama 2 bulan, akan dibayarkan pada bulan Juli ini.

Baca Juga:  JPM Sumekar Sumenep bersama Karang Taruna Kibarkan Bendera Merah Putih di 14 Titik

Akselerasi pemberian bantuan sosial di bulan Juli juga berlaku untuk BLT (Bantuan Langsung Tunai) Desa. Menkeu menyebut, BLT Desa saat ini yang baru mencapai 5 juta penerima dapat dinaikkan sesuai pagu menjadi 8,8 juta penerima.

Baca Juga : Akhirnya Pilkades Serentak di Sumenep Ditunda

Selain itu, Menkeu juga memastikan pemberian bantuan sosial berupa bantuan kuota internet bagi dunia pendidikan akan tetap diberikan.

“Untuk bansos ini, bantuan kuota internet kepada 27,67 juta penerima yang terdiri dari siswa, mahasiswa, tenaga pendidik, guru, dan dosen akan tetap diberikan,” Tambahnya.

Pada pelaksanaan PPKM Darurat, pemerintah juga telah menetapkan untuk memperpanjang diskon listrik kepada 32,6 juta pelanggan. Selain diskon listrik, bantuan rekening abonemen listrik akan diperpanjang juga hingga bulan September.

Adapun terkait diskon listrik kepada 32,6 juta pelanggan tersebut akan diperpanjang yang tadinya enam bulan menjadi sembilan bulan, berarti ini sampai dengan bulan September juga.

Baca Juga : Hadirnya Koarmada II TNI-AL di Kepulauan Sapeken Buktikan OPD Terkait Sumenep Lelet

“Untuk itu akan diperlukan tambahan alokasi Rp1,91 triliun. Kemudian, untuk bantuan rekening abonemen listrik juga kita akan perpanjang sampai bulan September. Sehingga akan membutuhkan tambahan dana Rp420 miliar,” Terangnya.

Baca Juga:  Hadapi Covid-19 Itu Gampang Bila Paham Tiga Hal Ini

Sementara itu, bantuan dalam program Kartu Prakerja untuk 2,8 juta peserta dapat diberikan pada bulan Juli dan Agustus. Menkeu juga memastikan insentif bagi berbagai kelompok usaha akan diberikan sebagai upaya pemerintah membantu memulihkan ekonomi perusahaan.

“Hal ini merupakan upaya membantu untuk memulihkan kondisi perusahaan maupun meningkatkan konsumsi masyarakat seperti pembebasan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dan juga untuk insentif bagi pembayaran pajak karyawan yang ditanggung pemerintah,” tuturnya.

Untuk membiayai berbagai tambahan belanja di bidang kesehatan, perlindungan sosial, program-program prioritas, dan berbagai insentif tersebut, Menkeu menilai bahwa penyesuaian atau refocusing anggaran perlu dilakukan.

Baca Juga : Asas Keadilan Bagi Mahasiswa Sapeken Dicederai Bupati Sumenep

Diketahui bahwa dalam sidang kabinet paripurna, refocusing anggaran telah disepakati sebesar Rp26,2 triliun ditambah Rp6 triliun yang berasal dari transfer keuangan dana desa.

“Anggaran ini kemudian dipakai untuk membiayai berbagai belanja di kementerian/lembaga untuk penanganan Covid, baik itu untuk vaksinasi, testing, tracing, maupun untuk biaya perawatan pasien, serta tenaga kesehatan,” Ungkap Menkeu.

Baca Juga:  MUI Sumenep Keluarkan Taushiyah Sambut Ramadhan 1446 H, Ini Imbauannya

Sri Mulyani meyakini, bahwa penyesuaian anggaran ini tidak akan mengganggu belanja K/L karena belanja tersebut sudah diamankan, seperti belanja operasional, pegawai, multi- year contract, pemulihan ekonomi, bahkan penanganan Covid-19.

“Belanja yang terkena refocusing adalah belanja-belanja seperti belanja honorarium, perjalanan dinas, paket meeting, belanja jasa, bantuan pembangunan gedung, pengajaran kendaraan, kemudian anggaran dari kegiatan yang belum dikontrakkan, yang tidak mungkin akan selesai pada tahun ini,” Tukas Menkeu.

Baca Juga : Pemkab Sumenep Acuhkan Abrasi, Anggota DPRD Dapil 7 Angkat Bicara

Menkeu menegaskan, bahwa Presiden dan Wapres menginstruksikan agar prioritas ini dipertajam. sehingga tetap bisa membantu seluruh masyarakat dan terutama sektor kesehatan masyarakat dalam menghadapi Covid yang sedang melonjak sehingga diperlukan PPKM Darurat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, juga menyampaikan bahwa percepatan penyaluran bansos tersebut juga merupakan upaya untuk menurunkan angka kemiskinan kembali dibawah dua digit seperti sebelum pandemi.

“Mudah-mudahan paling lambat pada minggu kedua bulan Juli bansos akan bisa disalurkan ke seluruh pelosok Tanah Air kepada keluarga penerima manfaat yang membutuhkan,” Tandas Menko PMK.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Dua orang perwakilan PPPK Paruh Waktu saat di sumpah pada penyerahan SK di Alun-alun Trunojoyo, Sampang, setahun yang lalu. Foto: Istimewa.

Pemerintahan

Lolos Evaluasi Maut, 3.214 PPPK Sampang Resmi Amankan Kontrak Baru

Senin, 28 Sep 2026 - 16:06 WIB

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB