Home / Tak Berkategori

Tidak Betah Dikarantina, Pahlawan Devisa di RIDC Memaksa Pulang

- Redaksi

Minggu, 2 Mei 2021 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo : Para TKI Yang Baru Pulang Dari Negri Jiran Sedang Istirahat di Ruang Tamu Rumah Isolasi Darurat Covid (RIDC) Kec. Batuan Kab. Sumenep Madura (Dok)

Photo : Para TKI Yang Baru Pulang Dari Negri Jiran Sedang Istirahat di Ruang Tamu Rumah Isolasi Darurat Covid (RIDC) Kec. Batuan Kab. Sumenep Madura (Dok)

SUMENEP, DapurRakyatNews – Sejumlah 20 orang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) asal Sumenep, yang tiba di RIDC (Rumah Isolasi Darurat Covid) Batuan Pada hari sabtu pukul 23.00 WIB, 01 Mei 2021, memaksa agar segera diperbolehkan pulang. Kedatangan mereka dari negeri jiran dijemput oleh armada yang dikirim Pemkab Sumenep ke RIDC Sukolilo, Surabaya.

Saat DapurRakyatNews mendatangi langsung Gedung RIDC di Batuan, Sumenep. Para pahlawan devisa ini sedang bersiap-siap untuk segera pulang, namun di halangi oleh petugas kesehatan yg sedang bertugas karena sesuai peraturan mereka wajib menjalani karantina selama 5 hari sebelum bertemu sanak saudara di kampung halaman.

Para TKI yang sempat melakukan aksi protes dengan cara tidur di selasar dan menolak untuk tidur di kamar yang telah disediakan, dengan alasan kamar RIDC Batuan yang kotor. Seperti yang disampaikan oleh Jamali, perwakilan dari TKI asal Malaysia.

“Semalam kami sampai disini, setelah di cek kondisi kesehatan oleh para petugas, langsug di suruh istirahat di tempat yang ada mas, tanpa ada petunjuk dan pembagian tidur di mana dan pembagian sesuai prokes.

Setelah mencoba masuk ke dalam ruang tidur yang tersedia, kami menolak untuk tidur disana karena kondisinya mirip ruang untuk orang sakit dan sangat kotor sekali.

Kasur berdebu, lantai kotor dan kamar mandi tidak bisa digunakan karena air yg keluar sangat kecil dan toilet nya pecah.” Ungkap Jamali dengan nada meninggi, Minggu 02 Mei 2021.

Awak media kemudian menghubungi Moh. Nur Insan, Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Sumenep, melalui panggilan seluler untuk meminta tanggapan terkait para TKI di RIDC Batuan yang memaksa pulang.

“Sesuai instruksi Gubernur Jawa Timur bahwa untuk setiap WNI (Warga Negara Indonesia) yang baru datang dari luar negeri, wajib menjalanin karantina selama 5 hari.

Baca Juga:  Lagi-lagi, Calon Penumpang Tujuan Kepulauan Sumenep Suspect Covid-19

Mereka sudah menjalani karantina di RIDC Sukolilo Surabaya selama 2 hari dan akan menjalani karantina selama 3 hari di RIDC Sumenep.” Jelas Nur Insan.

Ketika ditanyakan tentang fasilitas di RIDC Batuan, yang berdasarkan keterangan dari perwakilan TKI kepada awak media, tidak layak. Nur Insan yang juga Putra Kepulauan menjawab.

“Kami memang bertanggung jawab atas pemeriksaan saudara-saudara yang baru datang dari Malaysia ini. Kemarin mereka sudah di Swab di Sukolilo dan hasilnya Negatif.

Nanti setelah menjalani karantina di RIDC Batuan selama 3 hari, akan kami swab lagi sebelum diijnkan pulang ke kampung halamannya. Sedangkan terkait fasilitas di Gedung RIDC, merupakan wewenang BKPSDM.” Terang Nur Insan.

Sedangkan Kepala BKPSDM Abdul Madjid, S.Sos, M.Si, selaku yang bertanggung jawab terhadap fasilitas di RIDC Batuan, membantah pernyataan perwakilan TKI yang mengatakan bahwa ruangan kamar yang disediakan tidak layak dan kotor.

Baca Juga:  Ayo Mondok!!!... Pesantrenku Keren

Tidak Betah Dikarantina, Pahlawan Devisa di RIDC Memaksa Pulang
Photo : Kondisi Kamar RIDC Kec. Batuan Kab. Sumenep, Madura [dok]
“Itu fitnah, saya sekarang di tkp (RIDC Batuan_red) dengan para petugas kebersihan sebanyak 4 orang, penanggung jawab 1 orang, yang selalu standby melayani PMI. Yang 20 orang ini tahap ke 2 tadi malam, dan petugas kebersihan standby juga pada malam itu.

Yang tahap pertama 27 orang sudah pulang kemarin, kamar yang kami siapkan 14 kamar semua siap, dari TV, AC, dan kamar mandi.” Jawab Madjid melalui percakapan pada aplikasi WhatsApp.

Berdasarkan hasil penelusuran DapurRakyatNews di lapangan, fasilitas yang tersedia di RIDC Batuan Sumenep, memang sudah memadai sesuai apa yang disampaikan Kepala BKPSDM. Hanya memang faktor kebersihan pada ruangan kamar yang perlu mendapatkan perhatian.

Baca Juga :Luput Dari Perhatian Pemerintah, Seorang Remaja Terancam Lumpuh Seumur Hidup

Pewarta : Faldy Aditya
Editor : Ferry Saputra

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kompensasi Rumpon Tak Jelas, Nelayan Banyuates Sampang Demo Petronas
Nelayan Hilang Saat Memancing, Kades Sonok: Basarnas dan Warga Melakukan Pencarian
Hadiah Terindah di Hari Kemerdekaan RI, 5 Orang Warga Binaan Rutan Sampang Terima Remisi.
Rizky Righo Rulyadi Wakili Jatim Ajang OSN Nasional 2026
Pilkades Serentak 2027, DPMD Sumenep Persiapkan 18 Desa Jadi Percontohan E-Voting
Bendera Merah Putih Berkibar Sempurna di Upacara HUT ke-81 RI di Sampang
Kukuhkan Paskibraka Tahun 2026, ini Harapan Camat Nonggunong
Polemik Tanah Eks Percaton Gulirkan Bola Panas, GASI Minta Polisi Turun Tangan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Kompensasi Rumpon Tak Jelas, Nelayan Banyuates Sampang Demo Petronas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Nelayan Hilang Saat Memancing, Kades Sonok: Basarnas dan Warga Melakukan Pencarian

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Hadiah Terindah di Hari Kemerdekaan RI, 5 Orang Warga Binaan Rutan Sampang Terima Remisi.

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Rizky Righo Rulyadi Wakili Jatim Ajang OSN Nasional 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Pilkades Serentak 2027, DPMD Sumenep Persiapkan 18 Desa Jadi Percontohan E-Voting

Berita Terbaru

Rizky Righo Rulyadi, Siswa SDN Banyuates 1 Kabupaten Sampang,  peraih 5 besar ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Provinsi Jawa Timur Jenjang SD Mapel IPA 2026.

Pendidikan

Rizky Righo Rulyadi Wakili Jatim Ajang OSN Nasional 2026

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:08 WIB